>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<

Tuesday, April 23, 2013

http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Tentang Akhirat, Surga Kenikmatan yang Kekal; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Pengertian surga atau jinan yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, lebih tinggi dari pengetahuan yang bisa mengungkapkan atau membahasakan tentang apa yang disebut surga dan segala yang ada di dalamnya serta apa yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang beriman di sana.

Allah berfirman yang artinya:
“Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (as-Sajdah: 17)

Falaa ta’lamu nafs, artinya manusia mana pun di atas muka bumi ini tidak ada yang tahu, betapapun ia diberi anugerah ilmu yang terpercaya dalam menjelaskan, serta kemampuan dalam meramal dan mentakwilkan mimpi sehingga penjelasannya mendekati apa yang telah dijanjikan Allah dalam surga-Nya yang kekal. Semua itu karena surga adalah ciptaan Allah. Adakah yang lebih baik dari ciptaan Allah? Dialah sebaik-baik pencipta. Dan tentang persiapan Allah, adakah yang lebih baik dari persiapan Allah? Adakah manusia yang mempunyai ilmu, kekuasaan dan pengetahuan Allah?

Semua itu adalah hikmah dari Allah agar manusia mempersiapkan diri mereka untuk menghadapinya, berbuat untuknya, dan berlomba-lomba karenanya. Di dalam al-Qur’an, Allah hanya menuturkan sebagian karakteristiknya untuk mendekatkan pandangan. Hal semacam ini untuk memberi pemahaman kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka tahu bahwa sesuatu yang sedang menunggu mereka adalah sesuatu yang agung, melebihi gambaran, cita-cita, dan dambaan mereka. Dengan demikian, mereka senang dan mewujudkannya dengan beramal di atas keridlaan Allah, ketaatan, dan mengabdi kepada-Nya.

Mereka menjadi orang-orang yang bertakwa, shalih, dan menjauhkan diri dari kemaksiatan untuk meraih janji kesenangan, yaitu surga. Orang-orang yang tidak kenal tauhid tidak berhak berada di dalamnya. Tidak ada yang menempati surga, kecuali orang-orang yang shalih, yaitu orang-orang yang bertakwa dan mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Pembicaraan mengenai surga berbeda dengan pembicaraan apa saja, betapapun itu agung dan mulia posisinya. Hal tersebut karena surga adalah tempat makhluk Allah dan orang-orang mukmin yang mengesakan Allah akan hidup kekal dan abadi di dalamnya. Betapapun disebutkan panjangnya zaman, lalu dikatakan milyaran tahun, atau jutaan milyar tahun, semua itu masih kurang ketika berhadapan dengan arti kekal abadi di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa. Kenikmatan surga tidak ada mata yang pernah melihatnya, tidak ada telinga yang pernah mendengarnya, dan tidak pernah terlintas di hati manusia. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Di sana, mereka akan memperoleh apapun yang mereka sukai dan mereka inginkan, tidak perlu permohonan dan tidak akan gagal sebuah harapan.

Itulah surga, yang di sana tidak ada malapetaka, lelah, sakit, luka, lesu, penat, bosan, malas, lapar dan haus. Di sana hanya ada kesenangan, kemudaan, dan keindahan. Istana di dalam surga terbuat dari emas. Bebatuannya terbuat dari mutiara, zabarjad (batu mulia), dan yakut (permata). Pepohonannya tidak dapat dijelaskan karena kebaikan dan keindahannya. Di sana terdapat buah-buahan yang lezat dan merona. Juga terdapat banyak burung keberuntungan yang senantiasa memanggil orang-orang mukmin ketika menginginkan dan mengharapkan sesuatu, tanpa meminta dan tidak perlu memeras fikiran atau berjuang. Itu merupakan dambaan dan kenyataan, permohonan dan pelaksanaan (penganugerahan).

Rahmat Allah memenuhi semua tempat dan para penghuninya, dan tidak ada lagi yang lebih diharapkan melebihi rahmat Allah. Allah memanggil, “Wahai hamba-hamba-Ku, abadilah dan tidak pernah mati.” Kematian telah disembelih di atas jembatan, sebelum para penduduk surga masuk ke dalam surga sehingga hati mereka menjadi tenang, dan jiwa mereka bahagia. Mereka makin tahu bahwa janji Allah adalah hak dan Allah tidak akan pernah menyalahi janji-Nya.l

Allah memanggil: “Inilah surga-Ku. Kalian tidak akan keluar dari surga. Di surga kalian tidak akan pernah capai dan letih. Aku halalkan keridlaan-Ku untuk kalian. Kalian tidak akan mengeluh selamanya. Inilah surgaku yang aku janjikan untuk kalian, demi Dzat-Ku yang Mahatinggi, sebagai penghormatan untuk kalian dan keimanan kalian serta apa yang telah kalian kerjakan dalam keridlaan-Ku. Masuklah ke dalam surga dengan sejahtera, aman, tenang, nyaman, mendapat petunjuk, dan bahagia.”

Dari setiap pintu, para malaikat akan masuk untuk memberikan ucapan selamat kepada para penghuni surga. Di sana, ada bidadari-bidadari yang telah dijanjikan Allah. Di sekitar mereka, berkeliling anak-anak muda untuk melayani mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan di kerajaan yang amat besar hingga tidak diketahui masa dan luasnya, kecuali oleh Allah.

Setiap raga berhias, harapan menjadi kenyataan, masa muda tiada hilang, semua raga tak fana lagi. Mereka mengenakan pakaian hijau berenun sutera. Mereka diberi perhiasan dan gelang-gelang dari emas serta perak. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya terbuat dari sutera. Buah-buahan surga dapat dipetik dari dekat oleh mereka. Mereka makan tetapi tidak perlu buang air besar. Mereka minum, tak perlu buang air kecil. Tidak ada najis, kotor dan segala yang jorok.

Semua fasilitas yang ada di surga memang merupakan ciptaan Allah Yang Maha Mencipta, Mahakuasa, Mahamengetahui, Mahasantun, Mahapengampun, dan Mahapenyayang. Wajah-wajah putih berseri karena cahaya Allah yang sengaja diciptakan untuk para hamba di surga-Nya, baik dalam kebaikan, keindahan, perhiasan, kebahagiaan total maupun hidup abadi. Namun semua itu menjadi kecil dan tidak berarti ketika berhadapan dengan kesempatan melihat Allah swt. Kesempatan seperti ini adalah suatu anugerah yang di atas segala-galanya. Ketika penduduk surga melihat-Nya, sementara mereka berada di surga-Nya yang kekal, mereka seolah tidak memerlukan surga, padahal mereka berada dalam kesenangan yang sangat besar. Mereka hanya ingin terus-menerus melihat Allah, Dzat Yang Mahabesar dan Mahanyata.

Diposting Oleh : Wawan Sihabuddin

Wans Sihabuddin Anda sedang membaca artikel tentang Surga. Anda diperbolehkan mengcopy paste isi blog ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan link ini sebagai sumbernya. Beritahukan kepada saya jika ada Link yang rusak atau tidak berfungsi. Apabila suka dengan postingan ini silahkan di Like dan Share dengan tidak lupa Komentar dan Masukannya.

:: Get this widget ! ::

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin
Reaksi:

0 komentar:

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

Space Ad

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email