>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<

Tuesday, April 23, 2013

http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah ta’ala. Seorang hamba yang beriman, pasti akan akan segera bertaubat ketika ia terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. Dan seorang hamba yang beriman juga tidak akan mengulangi lagi dosa yang telah ia perbuat padahal ia telah mengetahui bahwa apa yang ia lakukan adalah suatu kesalahan.

Allah ta’ala berfirman
(yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali ‘Imran: 135)

Bersegera merupakan langkah yang baik dalam bertaubat, karena kita tidak ingin menghadap Allah dengan membawa dosa yang bertumpuk dan Allah murka dengan kita. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi mereka yang mengerjakan keburukan karena kejahilannya (kebodohannya), kemudian mereka segera bertaubat, maka mereka itulah yang diterima taubatnya oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa: 17)

Dan yang dimaksud kejahilan di sini bukanlah mereka yang tidak tahu sama sekali. Karena apabila ia tidak tahu sama sekali, ia tidak akan dihukum. Akan tetapi yang dimaksud dengan kejahilan di sini adalah lawan dari al-hilmu (ketundukan terhadap kebenaran, pent.). Maka siapa saja yang bermaksiat kepada Allah, itulah yang disebut jahil, yang artinya kurangnya ketundukan mereka kepada Allah, kurangnya akal mereka dan kurangnya nilai-nilai kemanusiaan pada diri mereka.

“…kemudian mereka segera bertaubat…”, maknanya setiap mereka berbuat dosa, mereka segera bertaubat. Tidak ada satu pun manusia yang terjaga dari dosa, akan tetapi segala puji hanya milik Allah semata, Allah senantiasa membuka pintu taubat, maka wajib bagi seorang hamba jika ia melakukan dosa, ia langsung segera bertaubat. Namun apabila ia tidak bertaubat dan memohon ampun, maka ini adalah tanda-tanda kebinasaan untuknya, dan akan menyebabkan seseorang putus asa dari rahmat Allah dan membuka jalan bagi setan untuk berkata padanya, ‘tidak ada taubat bagimu’. (Syarh Al-Qawa’idul Arba’, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Beberapa Doa dan Dzikir yang Bisa Dibaca Saat Bertaubat

[1] Dari Al-Quran

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khaasiriin. Artinya, “Wahai Rabb kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-A’raf: 23)

[2] Dari Al-Hadits

Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika, war hamnii innaka anta ghafuurur rahiim. Artinya, “Yaa Allah, seseungguhnya aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan di sisi-Mu, berikanlah aku rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Istighfar merupakan dzikir yang diucapakan seorang hamba dalam rangka memohon ampun. Karena itulah yang sering dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau adalah orang yang telah diampuni dosanya yang telah lalu dan akan datang. Bagaimana dengan kita? Tentu lebih pantas lagi untuk beristighfar memohon ampun.

Rasulullah sendiri beristighfar minimal 70 kali dalam sehari. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Demi Allah, seseungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (H.R. Al-Bukhari) Beliau juga bersabda (yang artinya), “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam satu hari seratus kali.” (H.R. Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang mengucapkan doa berikut: ‘Astaghfirullahal ‘azhiim alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih’ (Aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Dia, Dia adalah Al-Hayyu Al-Qayyum, dan aku bertaubat kepada-Nya), maka akan diampuni dosa-dosanya, meskipun ia pernah lari dari medan perang.” (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Penutup

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah ta’ala. Marilah kita senantiasa memohon ampun dan bertaubat kepada Allah atas dosa yang kita lakukan. Karena setiap dosa yang kita lakukan, akan menjadi noda hitam bagi diri kita. Sebagamana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam, jika dia bertaubat dari dosanya, maka hatinya akan dibersihkan dari noda hitam tersebut, namun apabila dia terus menambah dosanya, maka noda hitam tersebut pun semakin bertambah, demikianlah Allah ta’ala firmankan: “Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan tersebut akan menutupi hatinya (surat Al Muthaffifin : 14)”. (H.R. At-Tirmidzi)

Diposting Oleh : Wawan Sihabuddin

Wans Sihabuddin Anda sedang membaca artikel tentang Doa dan Dzikir yang Bisa Dibaca Saat Bertaubat. Anda diperbolehkan mengcopy paste isi blog ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan link ini sebagai sumbernya. Beritahukan kepada saya jika ada Link yang rusak atau tidak berfungsi. Apabila suka dengan postingan ini silahkan di Like dan Share dengan tidak lupa Komentar dan Masukannya.

:: Get this widget ! ::

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin
Reaksi:

0 komentar:

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

Space Ad

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email