>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<

Tuesday, April 23, 2013

http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk.


Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Ilmu merupakan hal yang penting dan wajib dipelajari oleh setiap muslim. Karena dengan ilmu, seseorang terbebas dari kejahilan (kebodohan). Oleh karena itu, menjadi suatu nikmat yang besar dikala kita berada di dalam kesibukan, kita masih bisa diberikan kesempatan untuk thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu). Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Menyayangi hamba-hamba-Nya.

Tulisan ini saya buat dalam rangka memotivasi kita agar selalu bersemangat dan bersegera dalam menuntut ilmu. Dan menuntut ilmu yang saya maksud di sini adalah menuntut ilmu agama. Karena dengan menuntut ilmu syar’i, merupakan salah satu jalan selamat dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat.

1. Definisi Ilmu Syar’i

Definisi ilmu itu sendiri adalah mengenal Allah, mengenal nabi-nabi-Nya, dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil dari Al-Quran dan Sunnah.[1] Dan hukum menuntut ilmu itu sendiri adalah wajib bagi setiap muslim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (Hadist Shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Imam al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu ada 2, yaitu

Wajib, seperti menuntut ilmu tentang shalat, puasa dan zakat. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat bahwa menuntut ilmu adalah wajib.
Fardhu Kifayah, seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak, tentang pelaksanaan hukum hadd dan semisalnya. Sebab tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya, dan apabila diwajibkan bagi setiap orang, tidak akan mungkin semua orang dapat melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka. Karena hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberi kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.[2]

Ketauhilah wahai saudaraku, menuntut ilmu merupakan suatu kemuliaan yang besar dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala. Tidak semua orang diberikan keluangan waktu yang sama. Seperti perkataan Ibnul Jauzi rahimahullah yang dinukil dalam Fathul Bari, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, tapi dia tidak mempunyai waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia,, terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam keadaan sakit,, apabila tergabung nikmat sehat dan waktu luang, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan,, itulah manusia yg sering tertipu (terpedaya)”.

Mungkin saja ketika ia sehat, tetapi rasa malas hinggap pada dirinya sehingga membuatnya enggan menuntut ilmu. Namun, apabila ia sakit, betapa sadarnya ia bahwa selama ini waktu sehat yang diberikan oleh Allah tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Sungguh merugi apabila seseorang diberikan suatu kenikmatan, tapi enggan mensyukuri dengan beramal shalih kepada Allah. Bahkan dengan nikmatnya itu, ia melakukan maksiat kepada Allah!! Wallahul Musta’an..

Abu Hazim berkata, “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, itu hanyalah musibah”.[3] Tidak patut seorang muslim yang ia mengetahui bahwa nikmat yang ia dapatkan berasal dari Allah tapi tidak digunakan untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, bahkan menggunakannya untuk bermaksiat.

Oleh karena itu, setiap muslim harus menghargai waktu yang dimilikinya, tidak menyia-nyiakannya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Karena manusia itu mudah tertipu, mudah terlalaikan karena rasa malas yang dimilikinya. Serta bujuk rayu setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar.

Padahal hal tersebut telah diingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya, “Dua nikmat yang manusia banyak tertipu dengannya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (Diriwayatkan oleh Bukhari). Namun, manusia sering melupakan nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada mereka.

2. Keutamaan Menuntut Ilmu Syar’i

Jika kita mengetahui betapa sangat manfaatnya ilmu tersebut, niscaya kita akan belomba-lomba di dalam meraihnya. Karena Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada umat-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah Ta’ala berfirman

“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan” (Q.S. Al-Baqarah : 148).

Dan diantara manfaatnya ilmu adalah meninggikan derajat seorang muslim beberapa derajat. Allah Ta’ala berfirman

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S. Al-Mujaadilah : 11).

Allah membedakan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak memiliki ilmu, dalam firman-Nya

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Q.S. Az-Zumar : 9).

Merupakan pembuka salah satu jalan menuju surga. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jelan menuju surga” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Sesungguhnya ilmu itu adalah warisan para Nabi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham melainkan mereka hanya mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang besar” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Jadi sudah seharusnya kita “menggalinya” lebih dalam agar medapatkan manfaat yang banyak dari ilmu tersebut.

Ilmu merupakan salah satu jalan penghantar kebaikan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah inginkan padanya seluruh kebaikan, maka Allah akan jadikan ia faham terhadap urusan agamanya”(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Ketahuilah! Bahwa ilmu tidak akan mungkin didapat dengan santai. Yahya bin Katsir rahimahullah berkata, “Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai)”.[4] Dan Imam Bukhari rahimahullah berkata, “Berilmu sebelum berkata dan beramal”.[5] Sungguh begitu banyak keutamaan ilmu jika kita mempelajarinya dengan benar.

Semoga kita termasuk orang yang diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Karena begitu tingginya kemuliaan di sisi Allah kepada orang yang menuntut ilmu. Oleh karena itu, semangatlah dalam menuntut ilmu hingga ajal menjemput. Maka, saya nasehatkan (terkhusus untuk diri saya pribadi) agar ikhlas dalam menuntut ilmu untuk mengharap wajah Allah Ta’ala, bukan untuk mengharap balasan dunia dan pujian manusia.

Segala puji bagi Allah. Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.

Diposting Oleh : Wawan Sihabuddin

Wans Sihabuddin Anda sedang membaca artikel tentang Nikmatnya Menuntut Ilmu. Anda diperbolehkan mengcopy paste isi blog ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan link ini sebagai sumbernya. Beritahukan kepada saya jika ada Link yang rusak atau tidak berfungsi. Apabila suka dengan postingan ini silahkan di Like dan Share dengan tidak lupa Komentar dan Masukannya.

:: Get this widget ! ::

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin
Reaksi:

0 komentar:

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

Space Ad

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email