>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<

Saturday, October 13, 2012

http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua...﴾ Al Ghaafir:8 ﴿

Balasan bagi orang yang
beriman dan beramal Shaleh Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.﴾ An Nahl:97 ﴿

Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan.(HR.Muslim) Orang mati akan diperlihatkan tempatnya kelak di surga atau neraka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila seorang di antara kamu sekalian mati akan diperlihatkan tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk ahli surga, maka akan diperlihatkan surga, kalau termasuk ahli neraka, maka akan diperlihatkan neraka, lalu dikatakan: Inilah tempatmu nanti bila Allah telah membangkitkanmu di hari kiamat.(HR.Muslim)

 Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاء ِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

 ‘Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa Ramadhan.’”

 Dalam kitab Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari hadits Ibnu 'Umar Radhiyallahu 'anhu disebutkan tentang kisah tiga orang yang ingin bermalam di gua, lalu merekapun masuk ke dalamnya. Begitu sampai di dalam gua, tiba-tiba sebongkah bat u besar jatuh dan menutup mulut gua tersebut. Merekapun kemudian bertawasul kepada Allah dengan amal-amal shalih yang pernah dikerjakan supaya mereka bisa kel uar. Salah seorang dari mereka berkata: Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai bapak dan ibu yang sudah sangat tua. Aku tidak pernah memberikan susu kepada keluarga maupun budakku sebelum mereka berdua. Suatu hari, aku pergi jauh untuk mencari pohon dan belum kembali kepada mereka hingga mereka pun tertidur. Akupun memerah susu untuk mereka. Setelah selesai, ternyata aku mendapatkan mereka berdua telah tertidur. Aku tidak ingin membangunkannya dan tidak memberikan susu kepada keluarga maupun untukku sendiri. Aku terus menunggu mereka sambil membawa mangkuk susu di tanganku hingga terbit fajar. Mereka pun bangun dan meminum susu perahanku. Ya Allah, sekiranya aku melakukan itu semua karena-Mu, maka bukakanlah batu yang telah menutupi kami ini. Maka batu itupun bergeser sedikit.

Kemudian demikian pula yang lainnya berdoa, bertawasul dengan amalan shalih yang pernah mereka kerjakan. Akhirnya, batu itupun bergeser sehingga gua terbuka dan mereka dapat keluar, kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Rasulullah saw. bersabda:

Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, kemudian seorang penyeru berdiri di antara mereka dan berseru: Wahai ahli surga, tidak ada kematian. Wahai ahli neraka, tidak ada kematian. Masing-masing kekal abadi di tempatnya. (HR.Muslim)

 Sahabat Silakan dishare jika dirasa bermanfaat Tamu terakhir itu pasti akan datang menemui kita. Ia datang bukan untuk mengambil paksa sebagian harta milik kita. Bukan pula ingin menyantap makanan di meja makan dan mengambil minuman di lemari es milik kita. Tidak pula ingin meminta pertolongan kepada kita untuk melunasi hutang-hutangnya. Atau pun meminta syafaat. Dan bukan pula menghiba kepada kita agar diringankan beban berat yang ia tanggung. Ia datang kepada kita membawa misi dan tugas yang pasti. Kita, kerabat, handaitaulan dan bahkan jika penduduk bumi seluruhnya dikerahkan; tak mampu menahan ketibaannya. Jika kita berlindung di sebuah istana yang megah, yang dikelilingi benteng kokoh dan pagar-pagar yang kuat. Dan kita dijaga para pengawal dan bodyguard sekalipun, maka dengan mudah ia menerobos masuk menjumpai kita. Sesungguhnya ia tak perlu mengetuk pintu atau meminta izin bertemu dengan kita. Atau membuat janji sebelumnya dengan kita. Bahkan ia datang menemui kita setiap waktu dan dalam keadaan yang bagaimanapun jua. Sibuk ataukah senggang. Sehat atau sakit, kaya atau miskin, di perjalanan atau menetap di sebuah tempat. Tamu kita ini tidak memiliki kelembutan hati, yang akan tersentuh oleh kata-kata hiba dari kita atau luruh melihat tetesan air mata kita. Tetap kunjungannya tak akan mundur walau sesaat. Demikian pula ia tidak menerima hadiah dan suap. Karena harta dunia seluruhnya tidak sebanding baginya dengan apa pun walau seharga sayap nyamuk. Karena yang dia kehendaki hanyalah diri kita. Bukan selain kita.

Yah ia ingin mengambil ruh kita. Memisahkan nyawa dengan raga kita. Itulah akhir perjalanan hidup kita. Dialah malaikat pencabut nyawa. Ketika ia datang, maka harta yang berlimpah. Asset yang bertebaran di mana-mana. Jabatan yang disandang. Wanita jelita pendamping hidup. Mobil mewah yang dipunyai. Gaji yang besar. Dan anak-anak yang lucu dan montok. Semuanya ditinggalkan. Hanya iman dan amal shalih yang akan membantu kita di nun jauh di sana.

 Ya Rabb, karuniakanlah kepada kami husnul khatimah..aamiin

Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebatang pohon di mana (jika) seorang pengendara berjalan di bawah bayangannya selama seratus tahun, ia tidak dapat menempuhnya.(HR.Muslim)
 Larangan minum dengan wadah emas dan perak serta mengenakan pakaian yang terbuat dari sutera.
Rasulullah saw. bersabda:
Janganlah kalian minum dalam wadah emas dan perak dan jangan mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada hari kiamat. (HR.Muslim)

Tentang orang yang beristirahat dan yang diistirahatkan darinya Rasulullah saw. dilewati iringan jenazah, lalu beliau bersabda:
Yang beristirahat dan yang ditinggalkan. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang beristirahat dan yang ditinggalkan? Rasulullah saw. bersabda: Seorang hamba yang beriman itu beristirahat dari kepayahan dunia. Sedangkan seorang hamba yang jahat, manusia, negara, pepohonan dan hewan, semuanya merasa tenteram dari kejahatannya.(HR.Muslim)

Mempercepat pengurusan jenazah Nabi saw. bersabda:
Percepatlah pengurusan jenazah! Karena, jika jenazah itu baik, maka sudah sepantasnya kalian mempercepatnya menuju kebaikan. Dan kalau tidak demikian (tidak baik), maka adalah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian (melepaskan dari tanggungan kalian).(HR.Muslim)

Kematian akan datang pada waktu yang telah ditentukan. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.(Al Munafiqun:11)

Berbakti kepada kedua orang tua tidak hanya dilakukan tatkala keduanya masih hidup. Namun tetap dilakukan manakala keduanya telah meninggal dunia. Ada sebuah kisah, yaitu seseorang dari Bani Salamah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia bertanya:

 يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِا سْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

 "Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?" Beliau menjawab,"Ya, dengan mendoakannya, memintakan ampun untuknya, melaksanakan janjinya (wasiat), menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali melalui jalan mereka berdua, dan memuliakan teman-temannya". [HR Abu Dawud].

AMAL YANG PALING BERAT
Amal perbuatan yang sungguh paling berat ada empat;
1. Memberi ampun di saat marah,
2. Suka berderma disaat melarat,
3. Berbuat iffah (menjaga diri) di kesepian,
4. Berkata benar terhadap orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya. (Ali bin abi thalib ra)

 Ya Rabb , jadikan aktivitas kami bernilai ibadah di hadapanMu dan membawa manfaat bagi kami di dunia dan di Akhirat kelak Aamiin

 Mengoreksi diri lebih efektif dan bijaksana serta bermanfaat daripada menyalahkan oranglain atas kegagalan yang menimpa kita........................

Diposting Oleh : Wawan Sihabuddin

Wans Sihabuddin Anda sedang membaca artikel tentang MENATA AKHLAQ MENUJU RIDHONYA. Anda diperbolehkan mengcopy paste isi blog ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan link ini sebagai sumbernya. Beritahukan kepada saya jika ada Link yang rusak atau tidak berfungsi. Apabila suka dengan postingan ini silahkan di Like dan Share dengan tidak lupa Komentar dan Masukannya.

:: Get this widget ! ::

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin
Reaksi:

0 komentar:

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

Space Ad

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email