>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<

Wednesday, July 27, 2011

HIDUP ADALAH IBADAH, MENJALANI HIDUP ADALAH AMANAH, SENANTIASA BERBUAT IKHLAS DAN TAWAKAL MENUJU RIDHO ALLAH SWT, UNTUK MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN DAN KESELAMATAN DUNIA DAN AKHIRAT
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Wednesday, July 20, 2011

Kaidah-kaidah Utama tentang Asma` dan Sifat Allah

Disusun Oleh:
Muh. Iqbal Ghazali
Murajaah :
Abu Ziyad
القواعد في الأسماء والصفات

محمد إقبال غزالي

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1429 – 2008

Kaidah-kaidah Utama tentang Asma` dan
Sifat Allah I
Segala puji bagi Allah I yang telah menciptakan jin dan manusia
untuk beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu, Dia mengutus para rasul
kepada umat manusia. Dia I menerangkan rincian ibadah, tujuan
penciptaan mereka di dalam Kitab-Nya yang mulia dan di dalam Sunnah
Rasul-Nya yang terpercaya. Dia I memerintahkan hamba-Nya untuk
melaksanakan seluruh apa yang diwajibkan dan meninggalkan semua yang
dilarang, secara ikhlas kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap
terlimpahkan kepada Nabi Muhammad r, beserta keluarga, para sahabat,
dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat. Amma ba'du,
Asma` dan sifat adalah termasuk bagian dalam tauhid, (selain Tauhid
Rububiyah dan Tauhid Uluhiyyah), yang maknanya adalah beriman kepada
nama-nama Allah I dan sifat-sifat-Nya sebagaimana diterangkan dalam al-
Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya menurut apa yang pantas bagi Allah I
tanpa tahrif (mengubah lafazh dan membelokkan makna sebenarnya), ta'thil
(pengingkaran seluruh atau sebagian sifat dan Dzat Allah I), takyiif
(menanyakan bagaimana Allah I), tamtsil (menyerupakan Allah I dengan
makhluk-Nya). Dalam hal ini Allah I berfirman:

{ لَيس كَمِثْلِهِ شىء وهو السمِيع البْصِير { 11

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syura:11)
Hal ini menunjukkan apabila kita mengenal Asma`ul Husna dengan
bersungguh-sungguh, menghafal, kemudian memahami maknanya serta
beribadah kepada Allah I maka akan menjadi penguat iman yang paling
besar, bahkan mengenal Asma` dan sifat-Nya merupakan dasar iman, di
mana iman seseorang itu kembali kepada dasar yang agung ini.
Berdasarkan hal tersebut, dalam kesempatan ini kami menulis
beberapa kaidah penting tentang asma dan sifat Allah I yang dikutip dari
kitab 'al-Qawa'idul Mutsla fil asma`i wash shifat karya Syaikh Muhammad
bin Shalih al-'Utsaimin dan dari kitab Syarh asma`ilhusna fii dhauil kitaab
wass sunnah, karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, serta dari
kitab Faidah Jalillah fi Qawa'idil Asma`il Husna, karya Ibnul Qayyim.
Dengan harapan semoga kutipan singkat ini bermanfaat bagi kita semua -
kaum muslimin- yang mengharapkan ridha Allah.
Allah berfirman:

و اْلأَسمآء ال حسنى فَادعوه بِها
Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asma-ul husna itu. (QS. Al-A'raaf:180)

Doa yang disebutkan dalam ayat di atas mengandung doa masalah dan doa
ibadah. Doa masalah adalah memohon kepada Allah I diawali dengan
menyebutkan nama yang sesuai dengan satu atau beberapa nama dari
nama-nama-Nya. Seperti mengatakan:

يا غَفُور اغْفِرليِ، يارحِيم ارحمنِي، ياحفِيظُ احفَظْنِي

"Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah aku. Ya Allah Yang Maha
Pengasih, kasihilah aku. Ya Allah Yang Maha Pelindung, lindungilah aku."
Sedangkan doa ibadah adalah melaksanakan ibadah kepada Allah I
berdasarkan Asma`ul Husna ini. seperti kita bertaubat kepada Allah I
karena Dia Maha Penerima Taubat, berdzikir dengan-Nya karena Dia Maha
Mendengar, beribadah dengan raga karena Dia Maha Melihat, dengan seterusnya.
Mengingat pentingnya masalah asma` dan sifat ini, banyak umat
Islam yang membicarakannya. Ada yang sesuai dengan al-Qur`an dan
Sunnah dan hanya inilah golongan yang benar dan diridhai Allah I, ada
yang menyimpang dari jalan yang lurus dengan menolak semua asma dan
sifat Allah I, ada yang menerima sebagian sifat Allah I dan menolak
sebagian yang lain, ada pula yang memalingkannya dari makna yang
sebenarnya. Di antara kaum yang menyimpang itu, ada yang karena salah
dalam memahami dalil, ada yang karena bodoh, dan ada pula yang hanya
karena berdasarkan ta'ashshub buta. Dan agar kita tidak terjerumus ke
jalan yang menyimpang, berikut ini beberapa kaidah penting yang
berkenaan dengan asma` dan sifat Allah:

1. Seluruh Asma Allah I adalah husna, artinya Maha Indah. Firman
Allah:
و اْلأَسمآء ال حسنى فَادعوه بِها

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asma-ul husna itu. (QS. Al-A'raaf :180)
Asma Allah I Maha Indah dan sempurna karena tidak terkandung di
dalamnya kekurangan sedikitpun, baik secara eksplisit maupun implisit.
Contohnya: العليم (Yang Maha Tahu) salah satu asma` Allah I yang
mengandung sifat 'ilmu' (pengetahuan) yang sempurna, tidak didahului oleh
sifat kebodohan dan tidak pula dihinggapi sifat lupa. Firman Allah :

قَالَ عِلْ مها عِند ربي فِي كِتابٍ لاَّيضِلُّ ربي ولاَينسى

Musa menjawab:"Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rabbku, di dalam
sebuah kitab, Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa; (QS. Thaha:52)

Ilmu pengetahuan Allah I maha luas, meliputi segala sesuatu, baik secara
umum maupun rinci, berkenaan dengan perbuatan Allah I sendiri maupun
makhluk-Nya. firman Allah :

وعِنده مفَاتِ ح الْغيبِ لاَيعلَ مهآ إِلاَّ هو ويعلَ م مافِي الْبرالْبحرِ وما تسق ُ ط مِن ورقَةٍ يعلَ مها ولاَحبةٍ فِي ظُُلمات ْالأَرضِ ولاَرطْبٍ ولاَيابِسٍ إِلاَّ فِي كِتابٍ مبِينٍ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di
daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia
mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS.al-An'aam:59)
Dan firman Allah:

{ ومامِن دآبةٍ فِي اْلأَرضِ إِلاَّ علَى ا رِزْقُها ويعلَم مستَقَرا ومستَودعها كُلٌّ فِي كِتَابٍ مبِينٍ { 6
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang
memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan
tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfuzh). (QS. Huud:6)

Kedua ayat di atas memberikan penjelasan secara nyata bahwa tidak ada
sesuatupun di alam semesta ini yang terlepas dari ilmu Allah I yang Maha
Luas dan tanpa batas. Itulah kesempurnaan dan keindahan ilmu Allah I.
Demikian pula sifat-sifat Allah I yang lainnya, semuanya indah dan
sempurna.

2. Asma` Allah I adalah nama dan sifat.
Nama dipandang dari indikasinya (dalalah) kepada dzat dan sifat
dipandang dari indikasinya kepada makna. Dari pengertian pertama, maka
seluruh asma` adalah mutaradif (sinonim), karena indikasinya hanya
kepada satu dzat, yaitu Allah I. Sedangkan dari pengertian kedua, maka
semua asma Allah I adalah mutabayinah (diferensial), karena setiap asma`
mempunyai indikasi (dalalah) makna yang tersendiri. Contohnya:
الحي العليم القدير السميع البصير الرحمن الرحيم
Semuanya adalah asma untuk satu Dzat, yaitu Allah I. Akan tetapi makna
الحيي tidak sama dengan makna العليم dan العليم tidak sama dengan makna القدير
demikianlah seterusnya.

Asma Allah disebut nama dan sifat berdasarkan petunjuk dari al-Qur`an,
seperti firman Allah :
و هو الْغفو ر الرحِي م
dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus: 107)
dan firman Allah :
وربك الْغفو ر ذُو الرحمةِ
Dan RabbmulahYang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat.. (QS. Al-
Kahf :58)
Ayat yang kedua dengan jelas menunjukkan bahwa ar-Rahim yaitu yang
mempunyai sifat rahmah.
Selain itu, berdasarkan konsensus para ahli bahasa dan adat
kebiasaan, bahwa tidak dikatakan 'alim kepada orang yang tidak
mempunyai ilmu, tidak dikatakan sami' kepada orang yang tidak
mempunyai pendengaran, tidak dikatakan bashir kepada orang yang tidak
mempunyai penglihatan, dan demikian pula seterusnya.

3. Asma Allah I, jika menunjukkan pengertian transitif (muta'adii),
maka mengandung tiga hal:
Pertama: ketetapan asma tersebut untuk Allah I.
Kedua: ketetapan sifat yang dikandung oleh Asma ini untuk Allah I.
Ketiga: Ketetapan hukumnya dan tuntutannya (objek) dari sifat tersebut.
Contoh nama السميع (Maha Mendengar), mengandung ketetapan nama ini
untuk Allah I, ketetapan bahwa Allah I mempunyai sifat 'sama'
(mendengar), dan ketetapan hukum dan tuntutannya (objek), yaitu segala
bisikan dan kata-kata rahasia serta segala bunyi yang selalu didengar oleh
Allah I, sebagaimana firman-Nya:
واللهُ يسم  ع تحا  ور ُ كمآ إِنَّ اللهَ سمِي  ع بصِ  ير
Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua.Sesungguhnya Allah
Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Mujadilah:1)
Akan tetapi jika nama Allah I menunjukkan makna intransitif
(lazim), maka hanya mengandung dua hal:
Pertama: ketetapan nama tersebut untuk Allah I.
Kedua: ketetapan sifat yang dikandung oleh makna ini untuk Allah I:
contoh: nama ' الحي ' (Yang Maha Hidup) mengandung ketetapan bahwa nama
ini untuk Allah I dan ketetapan adanya sifat 'hayah' (hidup) bagi-Nya.
4. Asma` Allah I adalah tauqifiyyah, yaitu berdasarkan pada wahyu,
akan tidak mempunyai peran di dalamnya.
Oleh karena itu, dalam masalah asma` ini harus berlandaskan al-
Qur`an dan Sunnah yang shahih, tidak boleh ditambah ataupun dikurangi,
karena akal saja tidak mungkin dapat mengetahui asma yang dimiliki oleh
Allah I. Untuk itu wajib berpijak kepada nash. Firman Allah I:
ولاَتقْ  ف مالَيس َلك بِهِ عِلْ  م إِنَّ السمع والْبصر والُْفؤاد كُلُّ ُأولاَئِك كَانَ عنه مسُئولاً
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra` :36)
Selain itu, memberikan nama kepada Allah I dengan asma` yang tidak
ditetapkan oleh Allah I bagi diri-Nya sendiri, atau mengingkari asma`-Nya
adalah pelanggaran terhadap hak Allah I. Maka, wajiblah berlaku sopan
6
dalam masalah ini dan cukup dengan mengikuti apa yang datang dari
nash.
5. Asma` Allah I tidak terbatas pada bilangan tertentu, berdasarkan
sabda Rasulullah r:
ما َأصاب مسلِما قَطُّ هم ولاَ حز ٌ ن فَقَالَ اللّ  هم إِني عب  دك واْب  ن َأمتِك ناصِيتِي فِى يدِك ماٍض فِي حكْ  مك عد ٌ ل
فِي قَضاءُك َأسَأُلك بِ ُ كلِّ اسمٍ هو َلك سميت بِهِ نفْسك َأو َأنزلْته فِى كِتابِك َأو علَّمته َأحدا مِن  خلْقِك َأو
استأَْثرت بِهِ فِى عِلْمِ الْغيبِ عِندك َأنْ ت  جعلَ الُْقرآنَ ربِيع قَلْبِي وجلاَءَ حزنِي وذهاب همي إِلاَّ َأذْهب اللهُ همه
وأَبدلَه مكَانَ حزنِهِ فَرحا
'Tidak ada duka cita dan kesedihan yang menimpa seorang muslim, lalu ia
membaca: 'Ya Allah I sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan putra dari
jariyah-Mu, ubun-ubunku berada di tangan-Mu, berlaku padaku hukum-Mu,
sangat adil padaku keputusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan seluruh
asma-Mu, yang telah Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan
dalam kitab-Mu, atau engkau ajarkan kepada seseorang di antara makhluk-
Mu, atau masih dalam rahasia gaib pada-Mu, yang hanya Engkau sendiri
yang mengetahuinya, agar Engkau jadikan al-Qur`an sebagai penyejuk
hatiku, pembersih sakit hatiku, dan penghapus kesedihanku,' melainkan
Allah I menghilangkan kesedihan hatinya dan menggantikan tempat duka
citanya menjadi kebahagiaan.'1
Dia I menjadikan asma-Nya menjadi tiga bagian:
1. Nama yang Dia berikan untuk dirinya dan Dia beritahukan kepada
para malaikat-Nya atau yang lainnya, namun nama-nama-Nya tidak
disebutkan dalam kitab-Nya.
2. Dia menurunkan nama itu dalam kitab-Nya dan memberitahukan
kepada hamba-hamba-Nya.
3. Yang menjadi rahasia gaib padanya dan hanya Dia sendiri yang
mengetahuinya, tidak ada seorangpun di antara makhluk yang
mengetahuinya. Oleh karena itu Nabi r bersabda: "Ista`tsarta bihi"
artinya hanya Engkau yang mengetahuinya. Dan berdasarkan ini
Nabi r bersabda dalam hadits syafaat:
1 HR. al-Hakim 1877, Ibnu Hibban 972, Ahmad 3712 &4318, Ibnu Abi Syaibah
28318, dan Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabir 10352-Shahih).
7
فَيفْت  ح علَي مِن محامِدِهِ بِما لاَ ُأحسِنه ْالآنَ
"Maka dibuka kepadaku (untuk mengungkapkan) segala pujian kepada-Nya
dengan pujian yang tidak bisa saya ungkapkan dengan baik di sini (di
dunia)."2
Dan dalam hadits yang lain:
لاَ ُأحصِي َثناءً علَيك كَما َأْثنيت علَى نفْسِك
"Aku tidak bisa menghinggakan pujian kepada-Mu seperti Engkau memuji
terhadap diri-Mu."3
Adapun hadits yang berbunyi:
إِنَّ للهِ تِسعةً وتِسعِين اسما مِائَةً إِلاَّ واحِدةً من َأحصاها دخلَ الْ  جنةَ
Sesungguhnya Allah I memiliki 99 nama, barangsiapa yang dapat
menghitungnya niscaya ia masuk ke dalam surga."4
Yang dimaksud dengan menghitung asma Allah I ialah menghapalnya,
memahaminya maknanya, dan menghamba kepada Allah I berdasarkan
asma-Nya. hadits ini tidak menunjukkan bahwa asma` Allah I hanya 99
saja. Adapun makna hadits yang berbunyi "barangsiapa yang dapat
menghitungnya niscaya ia masuk ke dalam surga" merupakan kalimat
pelengkap, bukan kalimat terpisah dan berdiri sendiri. Sebagai contoh: bila
seseorang berkata: 'Saya mempunyai uang Rp. 100.000.000 yang saya
siapkan untuk sedekah', berarti bisa saja ia mempunyai uang selain RP.
100.000.000 yang disiapkan untuk berbagai macam keperluan lainnya.
Adapun yang berkenaan dengan penyusunan dan penentuan jumlah asma`
Allah I, maka hadits tersebut adalah dha`if (lemah) jadi tidak bisa menjadi
hujjah.
6. Ilhad (mengingkari) asma` Allah I ialah tindakan menyelewengkan
asma` dari kebenaran yang wajib dilaksanakan terhadapnya.
Macam-macam ilhad:
2 Muslim (1/183 dan 185) 3 Muslim 1/352 4 HR. al-Bukhari 2595, Muslim 2677, Ahmad 7493, at-Tirmidzi 3506, Baihaqi
19601, Ibnu Majah 3860.
8
a. Mengingkari sesuatu dari asma` Allah I, sifat dan hukum yang
terkandung di dalamnya. Seperti tindakan kaum Jahmiyah dan
golongan lain dari ahli ta'thil. Menurut mereka, sesungguhnya asma`
adalah lafazh yang kosong, tidak mengandung sifat dan makna.
Mereka memberikan nama kepada-Nya as-Sami`, al-Bashir, al-Hayy,
ar-Rahim, al-Mutakallim, dan al-Murid. Namun mereka mengatakan:
Tiada kehidupan bagi-Nya, tiada pendengaran, tiada penglihatan, tiada
perkataan, tiada kehendak yang berdiri dengan-Nya. Ini adalah ilhad
paling besar pada asma`, baik secara akal, syara`, bahasa, dan fithrah.
b. Menjadikan asma` Allah I mempunyai indikasi (dalalah) yang serupa
dengan sifat makhluk. Seperti tindakan ahlu tasybih
(antropomorphism). Golongan ini adalah kebalikan dari golongan
pertama yang mengingkari sifat Allah I dan menolak sifat
kesempurnaan-Nya.
c. Menamai Allah I dengan nama yang tidak disebutkan-Nya untuk diri-
Nya dan tidak disebutkan oleh Rasul-Nya dalam hadits yang shahih.
Seperti tindakan kaum Nasrani yang menamai-Nya 'Bapa' dan
tindakan filosof yang menyebut-Nya 'Al`ilah al-Fa`ilah' (Efficient Cause).
Karena Asma` Allah I adalah tauqifiyah, maka menamai Allah I yang
bukan berasal dari Allah I atau dari Rasul-Nya r, berarti
menyelewengkan Asma` Allah I dari kebenaran.
d. Mengambil dari Asma` Allah I nama untuk berhala. Seperti tindakan
kaum musyrikin yang menamai berhala mereka dengan nama al-'Uzza
berasal dari al-'Aziz dan berhala al-Laat yang berasal dari al-Ilah.
Ilhad dengan segala macamnya adalah haram, karena Allah I mengancam
orang yang berbuat ilhad dengan firman-Nya:
وللهِ ْالأَسمآءُ الْ  حسنى فَاد  عوه بِها وذَ  روا الَّذِين يلْحِ  دونَ فِي َأسمائِهِ سي  جزونَ ماكَانوا يعمُلونَ
Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti
mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-A'raaf : 180)
e. Mensifati-Nya dengan sifat yang Dia I Maha Besar dan Maha Suci dari
sifat kekurangan, seperti perkataan Yahudi yang paling jahat: "Innahu
9
faqiir (bahwasanya Dia fakir) dan perkataan mereka bahwa Dia
beristirahat setelah menciptakan makhluk-Nya. Dan perkataan
mereka:
ي  د اللهِ مغُلولٌَة غُلَّت َأيدِيهِم وُلعِنوا بِما قَاُلوا
Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu
dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan
itu. (QS. Al-Maidah:64)
Dan perkataan-perkataan serupa dengan itu termasuk ilhad pada Asma`
dan sifat Allah I.
7. Dilalah Asma`ul Husna.
Seluruh asma` Allah I adalah husna, artinya Maha Indah dan
semuanya menunjukkan kesempurnaan dan pujian yang absolut.
Seluruhnya diambil dari sifat-sifat-Nya. Maka sifat yang ada padanya tidak
menafikan 'alamiyah (nama) dan 'alamiyah tidak menafikan sifat, dan
dilalahnya (indikasinya) ada tiga:
a. Dilaalah muthabaqah (adekusi), ketika kita tafsirkan nama dengan
seluruh yang ditunjukkannya.
b. Dilaalah tadhamun (inklusi), ketika kita tafsirkan dengan sebagian
yang ditunjukkannya.
c. Dan dilaalah iltizam (konsekuensi), ketika kita menunjukkannya atas
yang lainnya dari asma` (nama-nama) sebagai konsekuensi nama ini
atas nama-nama yang lain.
Misalnya: ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), yang menunjukkan adanya
sifat rahmah dan Dzat adalah dilaalah muthabaqah (adekusi), dan atas
salah satunya adalah dilaalah tadhamun (inklusi) karena ia termasuk
dalam kandungannya. Dan indikasinya atas Asma` yang tidak didapatkan
sifat rahmat kecuali dengan tetapnya Asma` tersebut, seperti hayat (hidup),
ilmu (pengetahuan) iradah (kehendak), qudrat (kekuasaan) dan yang
lainnya adalah dilaalah iltizam (konsekuensi). Bagian yang terakhir ini
memerlukan pemikiran yang kuat dan perenungan. Para ahli ilmu berbeda
pendapat dalam hal ini. Maka jalan untuk mengenalnya adalah ketika anda
memahami lafazh (kata) dan makna yang terkandung di dalamnya dan
10
anda memahaminya dengan baik, maka pikirkan maknanya yang tidak
akan sempurna tanpa makna tersebut.
8. Asma` Allah I dan sifat-sifat-Nya hanya untuk-Nya, dan persamaan
nama tidak menunjukkan persamaan yang diberi nama.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Allah I menamakan diri-Nya
dengan beberapa nama dan menamai sifat-sifat-Nya dengan beberapa
nama. Apabila Asma` tersebut diidhafahkan (disandarkan) kepada-Nya
maka asma` itu hanya untuk-Nya, tiada sesuatupun yang menyekutui-Nya
pada sifat itu. Dia I juga memberi nama kepada sebagian makhluk-Nya
dengan beberapa nama yang hanya untuk mereka. Persamaan nama tidak
menunjukkan persamaan yang diberi nama. Allah I menamai diri-Nya
Hayy (Yang Maha Hidup) dalam firman-Nya:
اللهُ لآَ إِلَه إِلاَّ هو الْحي الْقَيوم
Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus
mengurus (makhluk-Nya); (QS. Al-Baqarah :255)
Dan Dia I memberi nama kepada sebagian hamba-Nya Hayy (yang
hidup) dalam firman-Nya:
ي  خرِج الْحي مِن الْميتِ وي  خرِج الْميت مِن الْحي
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati
dari yang hidup (QS. Ar-Ruum:19)
Pengertian al-hayy (yang hidup) dalam surah ar-Rumm ini tidak seperti
pengertian al-Hayy (Yang Maha Hidup) dalam surah al-Baqarah yang
disebutkan sebelumnya.
Dalam ayat lain, Allah I menamakan diri-Nya 'Aliim, Haliim (Yang
Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun), dan Dia I memberikan nama
kepada sebagian hamba-Nya dengan nama 'Aliim, seperti dalam firman-Nya:
و ب شروه بِغلاَمٍ علِيمٍ
dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang
anak yang alim (Ishak). (QS. Adz-Dzariyaat :28)
maksudnya: Nabi Ishaq u. Sebagaimana Dia juga menamai yang lain
Halim, seperti dalam firman-Nya:
11
فَبشرناه بِغلاَمٍ حلِيمٍ
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
(QS. Ash-Shaaffaat :101)
Maksudnya: Ismail u. 'Aliim dalam ayat di atas bukan seperti al-'Alim yang
merupakan asma` Allah I, dan Halim dalam ayat di atas bukan seperti
pengertian al-Halim yang merupakan salah satu dari asma` Allah I.
Dan Allah I menamakan diri-Nya Samii' dan Bashiir dalam firman-
Nya:
إِنَّ اللهَ يأْمر ُ كم َأن تؤدوا ْالأَماناتِ إِلَى َأهلِها وإِذَا حكَمتم بين الناسِ َأنْ تح ُ كموا بِالْعدلِ إِنَّ اللهَ نِعِما يعِظُ ُ كم بِهِ
إِنَّ اللهَ كَانَ سمِيعا بصِيرا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di
antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisaa`:58)
Dan Dia I menamai sebagian makhluk-Nya dengan nama 'samii' dan
bashir' dalam firman-Nya:
إِنا  خلَقْنا ْالإِنسانَ مِن ن ْ طفَةٍ َأمشاجٍ نبتلِيهِ فَ  جعلْناه سمِيعا بصِيرا
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang
bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan),
karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS. Al-Insaan :2)
As-Samii' dalam ayat ini bukan seperti as-Samii' yang merupakan salah
satu dari asma` Allah I yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Demikian
pula al-bashiir dalam ayat ini tidak sama pengertiannya dengan al-Bashiir
yang merupakan salah satu asma` Allah I yang dalam surah an-Nisaa`
yang disebutkan sebelumnya.
Dia I menamai diri-Nya dengan nama ar-Ra`uf dan ar-Rahim, seperti
dalam firman-Nya:
إِنَّ اللهَ بِالناسِ َلرءُوفُ رحِيمُ
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
(QS. Al-Baqarah:143)
Dan Dia I memberi nama kepada sebagian makhluk-Nya dengan
nama ar-Ra`uf ar-Rahim dalam firman-Nya:
12
َلقَد  جآءَ ُ كم ر  سو ٌ ل من َأنُفسِ ُ كم عزِيز علَيهِ ماعنِتم حرِيص علَي ُ كم بِالْ  مؤمِنِين رءُوف رحِي  م
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri,
berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orangorang
mu'min. (QS. At-Taubah:128)
Sifat ar-Ra`uf pada ayat sebelumnya tidak seperti sifat ra`uf pada ayat
ini, dan sifat Rahim pada ayat sebelumnya tidak seperti sifat rahim para
ayat ini.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: 'Nama-nama yang digunakan
kepada Allah I dan kepada hamba, seperti al-Hayy, as-Samii', al-Bashiir, al-
'Aliim, al-Qadiir dan yang semisalnya, ada tiga golongan dalam
memandangnya:
a. Segolongan dari mutakallimin berkata: ia adalah hakikat pada
hamba dan majaaz pada Rabb. Ini adalah pendapat kaum Jahmiyah
yang ekstrim. Ini adalah ucapan yang paling keji dan paling
merusak.
b. Pendapat sebaliknya, nama-nama itu adalah hakikat pada Rabb,
majaaz pada Rabb. Ini adalah pendapat Abul-Abbas an-Naasyi.
c. Sesungguhnya nama-nama itu adalah hakikat pada Rabb dan
hamba, dan inilah pendapat ahlus-sunnah. Perbedaan dua hakikat
pada keduanya tidak mengeluarkannya dari kondisinya yang
merupakan hakekat pada keduanya. Bagi Rabb dari nama-nama itu
yang sesuai dengan kebesaran-Nya, dan bagi hamba dari nama itu
yang sesuai dengan kapasitasnya sebagai hamba.
9. Urutan menjaga (menghapal, memahami dan mengamalkan) Asma`
Allah I Yang Maha Indah. Barangsiapa yang menjaganya niscaya masuk
surga.
Ini adalah keterangan penghapalan asma'-Nya 'barangsiapa yang
menghapalnya niscaya masuk surga'.
Pertama: menghapal lafazh dan bilangannya.
Kedua : Memahami makna dan yang diindikasikannya.
13
Ketiga: Berdoa dengannya, seperti firman Allah:

وللهِ ْالأَسمآءُ الْ حسنى فَاد عوه بِها

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asma-ul husna itu. (QS. Al-A'raaf:180)
Terdapat dua martabat: pertama, adalah memuji dan beribadah.
Kedua, do'a meminta dan memohon. Dia tidak dipuji kecuali dengan asma`-
Nya Yang Husna dan Sifat-Nya Yang Maha Tinggi. Demikian pula Dia I
tidak diminta kecuali dengannya. Tidak boleh berdo'a dengan kata-kata:
'Hai yang ada (maujud), hai sesuatu, atau hai Dzat ampuni dan kasihilah
aku'. Tetapi Dia diminta dengan nama yang sesuai dengan permintaan.
Yang Berdo'a bertawassul kepada-Nya dengan nama itu. Siapa yang
memikirkan do'a para rasul, apabila doa Nabi Muhammad r, ia akan
mendapatkan doa-doa tersebut sesuai dengan penjelasan di atas.
Kita memohon kepada Allah I agar senantiasa membimbing kita
kepada cahaya-Nya dan memudahkan jalan bagi kita untuk mendapatkan
keridhaan-Nya, sesungguhnya Dia I sangat dekat dan Maha Mengabulkan
doa hamba-Nya.
Rujukan:
بدائع الفوائد: للإمام ابن القيم الجوزية
القواعد المثلى فى الأسماء والصفات : الشيخ محمد صالح العثيمين
شرح أسماء الحسنى فى ضوء الكتاب والسنة: الشيخ سعيد القحطاني
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Tuesday, July 19, 2011

Satu Hari
Bersama Kekasihmu Rosulallah saw

Disusun Oleh : Aiman Abdul Aziz Aba Numi
Tarjamah : Team Indonesia
Murajaah : Abu Ziyad
يوم مع حبيبك

الفريق الإندونيسي

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 – 2007

1 Satu Hari Bersama Rasulullah saw

Segala puji bagi Allah I yang telah menjadikan jalan mencintai-
Nya tergantung dengan mengikuti kekasihnya Muhammad saw, Allah swt
berfirman:
[ قُلْ إِن كُنتم تحِبونَ اللهَ فَاتبِعونِي يحبِب ُ ك م اللهُ ويغفِر َل ُ كم ذُنوب ُ كم واللهُ غَُفور رحِيم ]

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah
aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu".
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ali Imran: 31)
Dan Dia I menjadikan iman tertolak dari orang yang mengutamakan
cinta kepada seorang makhluk melebihi kecintaan terhadap Nabi

Muhammad r, beliau bersabda:

" لاَ يؤمِ ن َأح د ُ كم حتى َأ ُ كونَ َأح ب إِلَيهِ مِن والِدِهِ وولَدِهِ والناسِ َأجمعِين "

"Tidak beriman (sempurna) seseorang dari kalian, sehingga aku lebih
dicintainya dari pada ayahnya, anaknya, dan manusia sekalian."

Shalawat serta salam yang paling sempurna semoga tetap tercurah
kepada Nabi yang terpilih, pemberi petunjuk pilihan, lampu yang
menerangi, da'i yang memberi kabar gembira, rahmat yang diberikan,
dan nikmat yang tercurah, semoga Allah I selalu memberi rahmat
dan kesejahteraan kepada beliau selama masih berganti malam dan
siang, semoga rahmat Allah I tercurah kepada beliau selama tetap
berzikir orang-orang yang berzikir, dan semoga Allah I telah
memberikan rahmat kepada beliau sebanyak titik hujan, daun
pepohonan, biji kerikil dan batu, serta terhadap keluarganya yang
bersih, kalangan Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari pembalasan, Amma ba'du:

Sesungguhnya seorang muslim yang benar pasti akan merasa
rindu kepada kekasihnya Muhammad saw dan berangan-angan
andaikan dia termasuk diantara para sahabatnya, duduk kepada
Nabi saw, memenuhi kedua matanya dari cahaya wajahnya yang mulia,
mendengarkan pembicaraannya yang manis, melihat akhlaknya yang
menarik hati, dan berdiri di atas ibadahnya kepada Rabb, kendati
untuk mendapatkan hal itu ia harus memberikan segala miliknya,
berdasarkan sabda Nabi saw:

" مِن َأش د ُأمتِي لِي حبا ناس ي ُ كونونَ بعدِي يو د َأح د هم َلو رآنِي بِأَهلِهِ ومالِهِ "

"Termasuk umatku yang paling mencintaiku adalah orang-orang yang
ada sesudahku, salah seorang dari mereka berkeinginan andaikan dia
bisa melihatku dengan keluarga dan hartanya."

Karena itulah kondisi para tabi'in merasakan yang seperti demikian:
- Ibnu Sirin rahimahullah berkata kepada 'Ubaidah bin 'Amr
rahimahullah: (kami mempunyai sedikit rambut Nabi r dari Anas
bin Malik t. Ubaidah berkata: Adanya satu rambut darinya
disisiku lebih aku cintai daripada dunia dan segala isinya.)3 adz-
Dzahabi berkata ketika memberikan komentar: (Ucapan seperti ini
dikatakan imam ini lima puluh tahun setelah Nabi r wafat, maka
apakah yang akan kita katakan dimasa sekarang jikalau kita
menemukan sebagian rambut beliau dengan sanad yang kuat?..)
yang mana jika tanpa ketetapan hal itu tentu menjadi kacau. Dan
adz-Dzahabi juga berkata: (Dan disebutkan dalam riwayat yang
shahih bahwa Nabi r tatkala menggundul rambutnya, beliau
membagikan rambutnya yang suci kepada para sahabatnya,
sebagai kemuliaan untuk mereka dengan hal itu). Betapa
bahagianya jika aku dapat mengecup satu helai rambut darinya.

- Jubair bin Nufail rahimahullah berkata: Pada suatu hari kami
duduk bersama al-Miqdad bin al-Aswad t, tatkala seorang lakilaki
melewatinya dia berkata: Alangkah beruntungnya kedua mata
orang ini yang telah melihat Rasulullah r, sungguh kami sangat
berkeinginan untuk dapat melihat seperti apa yang pernah engkau
lihat dan dapat menyaksikan seperti apa yang pernah engkau saksikan.

- Tsabit al-Bunani rahimahullah apabila melihat Anas bin Malik t,
pelayan Rasulullah r, beliau datang menghampiri dan mengecup
tangannya seraya berkata: Sesungguhnya ia adalah tangan yang
pernah menyentuh tangan Rasulullah r. Demikian pula yang
dilakukan oleh Yahya bin al-Harits rahimahullah terhadap
Watsilah bin al-Asqa` t, dan sebagian tabi'in terhadap Salamah
bin al-Akwa' t, mereka mengecup tangan yang pernah dipergunakan untuk membai'at Rasulullah saw.

- al-Hasan al-Bashri rahimahullah bercerita tentang kisah batang
kurma yang Rasulullah r berkhuthbat di atasnya, kemudian
beliau meninggalkannya setelah membuat mimbar, lalu batang
kurma itu merintih, dan didengarlah darinya suara seperti suara
unta betina yang anaknya diambil darinya, sehingga semua orang
yang berada di dalam masjid mendengar, kemudian Nabi r
meletakkan tangan diatasnya, maka iapun berhenti dari merintih.4
al-Hasan al-Bashari apabila menceritakan hadits ini, ia berkata:
Wahai sekalian kaum muslimin batang kayu merintih kepada
Rasulullah r karena rindu bertemu dengan beliau, maka
sesungguhnya kalian semua lebih berhak untuk merasa rindu kepada beliau.

- Dan perkara mereka tidak berhenti hanya dalam batas cinta saja,
bahkan terus kepada mengamalkan sunnahnya dan mengikutinya,
sehingga mereka mendapatkan yang mereka tidak sempat
dapatkan dari Rasulullah r. Abu Muslim al-Khaulani rahimahullah
berkata: (Apakah para sahabat Nabi r mengira bahwa mereka
mendapat keutamaan dengan beliau tanpa kami (para tabi'in),
demi Allah kami akan bersaing dengan mereka atasnya, sampai
mereka menyadari bahwa mereka telah meninggalkan di belakang
mereka para tokoh), Abu Muslim menolak bahwa ia lebih
mengutamakan sahabat dengan Rasulullah r dan ia ingin
bersaing dengan mereka dalam mencintai beliau r. Sungguh ia
telah mendapatkan makna persaingan yang mulia, dan
sesungguhnya tidak ada keutamaan terhadap orang lain dalam
permasalahan ibadah dan ketaatan, dan sesungguhnya
persaingan adalah persaingan keutamaan dan sifat. Barang siapa
yang tidak beramal niscaya nasibnya tidak akan bisa membantu
dirinya, sebagaimana yang mereka katakan: (Apabila engkau
melihat seseorang bersaing denganmu dalam urusan dunia, maka
saingilah dia dalam urusan akhirat, sedangkan jika engkau
merasa mampu untuk menjadikan tidak ada seorangpun yang
mendahuluimu kepada Allah I maka lakukanlah).

- Salafushshalih setelah generasi mereka sangat bersemangat dalam
mengikuti sunnah yang berhubungan dengan perkara kecil dan
besar, Imam Ahmad rahimahullah berkata: (Aku tidak pernah
menulis hadits kecuali apabila benar-benar telah
mengamalkannya, sehingga lewat denganku satu hadits bahwa
Nabi r berbekam dan memberikan kepada Abu Thaibah satu
dinar, maka aku memberikan kepada tukang bekam satu dinar
setelah aku berbekam). Pada kesempatan lain Imam Ahmad
rahimahullah berkata: (Jika engkau mampu untuk tidak
menggaruk kepala kecuali dengan adanya atsar maka lakukanlah
ia). Semua itu tidak lain kecuali karena kesempurnaan sifat
kemanusiaan beliau r dalam segala hal, sebagaimana yang
dikatakan oleh an-Nawawi rahimahullah: (jika anda melihat sifat
lahiriyah beliau, maka ia adalah keindahan yang tidak ada
keindahan sesudahnya, apabila anda melihat akhlak dan
perilakunya r, maka akan anda dapati suatu kesempurnaan yang
tidak ada kesempurnaan sesudahnya, dan apabila anda melihat
kepada kebaikan dan keutamaannya terhadap semua manusia
dan terhadap kaum muslimin secara khusus, maka anda akan
mendapati kesempurnaan yang tidak ada kesempurnaansesudahnya).

Tidak disangsikan lagi bahwa di antara nikmat terbesar adalah:
seorang hamba diberikan rizqi untuk mencintai beliau r, seperti yang
dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah: (Apabila benar dalam hal itu –
maksudnya hamba benar dengan sepenuh hatinya dan bisikan
nuraninya diatas kehendak Rabb-Nya – niscaya ia telah diberikan
rizqi untuk mencintai Rasulullah r, ruhaniyahnya menguasai
hatinya, maka ia menjadikan beliau sebagai imam, pendidik, guru,
syaikh, dan panutannya, sebagaimana Allah I telah menjadikannya
sebagai nabi dan rasul-Nya, serta memberi petunjuk kepadanya,
sehingga ia mempelajari sirah (riwayat hidup)nya, dasar-dasar
perkaranya, tata cara turunnya wahyu kepadanya, dan mengenal
sifat, akhlak, serta adabnya r dalam gerak dan diam diri, saat jaga
dan tidur, tatkala beribadah, serta dalam pergaulannya bersama
keluarga dan para sahabatnya, sehingga jadilah beliau r seolah-olah
selalu bersamanya, sebagai bagian dari sahabatnya r(Madarijus Salikin 3/268).

Alangkah indahnya jika anda dapat hidup satu hari bersama
kekasihmu r, mengikutinya dalam setiap ucapan dan perbuatan,
serta mengikuti petunjuknya dalam segala hal, bahkan anda akan
merasakan kebahagiaan yang menyelimuti, bagaimana tidak??
Sedangkan anda dapat mengikuti makhluk terbaik dan berpanutan
denganya, seolah-olah anda melihatnya r berada di
depanmu..cobalah.. dan anda akan melihat hasilnya, aku berharap
bahwa hari-hari anda setelah itu akan selalu bersama kekasihmu Muhammad saw.

Perhatian: Tidak diperbolehkan untuk menentukan satu hari karena
meyakini adanya keutamaan khusus padanya yang tidak ada dalam
nash, akan tetapi pilihlah hari apapun sebagai permulaan
persahabatan dengan izin Allah. Dan sebelum kami meneruskan
bersama hari-harinya beliau r, kita harus mengenal terlebih dahulu
akan sifat lahiriyahnya.

Gambaran sifat lahiriyah Rasulullah saw
Rasulullah r berperawakan sedang, jauh di antara dua
pundaknya, mempunyai rambut yang mencapai daun telinga, dan
beliau r manusia yang paling baik wajah dan paling santun
akhlaknya.5 Beliau tidak berperawakan tinggi yang mencolok dan
tidak pula pendek, berkulit tidak terlalu putih (seperti wajah bule,
bangsa Eropa) dan tidak pula terlalu coklat (atau hitam), rambut
beliau tidak terlalu keriting dan tidak pula terlalu lurus terurai.6
Beliau adalah manusia yang paling baik rupanya, putih dan bermuka
manis,7 seolah-olah dicelup dari perak (ash-Shahihah karya Syaikh
al-Albani). Beliau berwarna berkilau, keringatnya bagaikan mutiara,8
rambut jenggotnya banyak.9 Jabir bin Samurah t pernah ditanya:
Apakah wajah Nabi r seperti pedang? Ia menjawab: (Bahkan seperti
matahari dan bulan, dan berbentuk bundar)10, Mulut beliau besar,
panjang belahan mata, sedikit daging tumitnya.11 Putih, manis,
sederhana,12 tidak gemuk, tidak kurus, tidak terlalu tinggi, dan tidak
rendah, besar kedua tangan dan kakinya, serta terurai kedua telapak
tangannya.13 Anas t berkata: (Aku tidak pernah menyentuh kain
sutera yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah r, dan
aku tidak pernah mencium aroma minyak kesturi yang lebih wangi
daripada Rasulullah r)14, bahkan keringat beliau dikumpulkan dan
diletakkan dalam botol untuk dijadikan winyak wangi yang paling
wangi.15
Tibalah saat memasuki hari bersama Nabi saw secara ringkas,
berpegang kepada riwayat yang shahih menurut Muhaddits
kontemporer Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,
yang terdapat dalam riwayat kutubussittah kecuali jarang sekali.
Petunjuk Nabi r saat bangun dari tidur, wudhu, dan shalatnya r.
Apabila Rasulullah r bangun dari tidurnya, beliau membaca:

" َالْحم د للهِ الَّذِي َأحيانا بعد ما َأماتنا وإِلَيهِ الن شو ر "

"Segala puji bagi Allah I yang menghidupkan kami setelah mematikan
kami, dan kepada-Nyalah kembali"16
Beliau memulai dengan bersiwak17 dan terkadang membaca:

[ إِنَّ فِي خلْقِ ال سماواتِ واْلأَرضِ واختِلاَفِ الَّيلِ والنهارِ لآَياتٍ لأُولِي اْلأَلْبابِ ]

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal" (QS. Ali Imran:190)
Hingga akhir surah Ali Imran18, kemudian beliau berwudhu secara sempurna
Apabila memasuki kamar kecil, beliau membaca:

" َالّل ه م إِني َأ عو ُ ذ بِك مِن الْ خبثِ والْخبائِثِ "

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan
syetan laki-laki dan syetan perempuan"

Dan apabila keluar dari kamar kecil, beliau membaca:

" غُفْرانك "

"(Aku mengharapkan) ampunan-Mu (ya Allah)"

Terkadang beliau beristinja dengan air,22 dan terkadang dengan tiga
buah batu pada saat yang lain,23 dan kadang kala beliau
menggabungkan di antara keduanya. Saat intinja beliau bersembunyi
(dari pandangan orang), tidak kencing sambil berdiri24 kecuali sangat
jarang sekali.25
Apabila berwudhu, beliau sederhana dalam memakai air dan
memulai dengan membasuh kedua tangannya tiga kali,26 kemudian
berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung sebanyak tiga kali
dengan tiga sidukan, setiap siduk setengah untuk mulut dan
setengah untuk hidung,27 dengan cara memasukkan air ke hidung
dengan tangan kanan dan mengeluarkan dengan tangan kiri, dan
beliau memerintahkan agar bersungguh-sungguh dalam
memasukkan air ke hidung, selama tidak dalam keadaan berpuasa.28
Kemudian membasuh wajah sebanyak tiga kali29, dimulai dari tempat
tumbuh rambut kepala hingga jenggotnya, dan terkadang menyelanyelanya.
30 Kemudian beliau membasuh kedua tangannya dari ujung
jemarinya hingga siku sebanyak tiga kali.31 Dan beliau menganjurkan
untuk menyela-nyela jemari.32 Kemudian mengusap kepalanya
dengan kedua tangan, memulai dari bagian depan kepala hingga
tengkuknya, kemudian mengembalikan keduanya ketempat yang
beliau memulai darinya.33 Kemudian mengusap kedua telinga, luar
dan dalamnya.34 Kemudian beliau membasuh kedua kaki hingga dua
mata kaki sebanyak tiga kali.35

Nabi r bersabda:

" ما مِن ُ كم مِن َأحدٍ يتو ضأُُ فَيسبِ ُ غ الْ و ضوءَ ُث م يُقو ُ ل: "َأشه د َأنْ لاَ إِلَه إِلاَّ اللهُ وحده لاَ شرِيك َله
وأَشه د َأنَّ مح مدا عب ده ور سوله" إِلاَّ فُتِحت َله َأبوا ب الْ جنةِ الثَّمانِيةِ يد خ ُ ل مِن َأيهِما شاءَ "

"Tidak ada seorangpun dari kalian yang berwudhu, lalu ia
menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca: (Aku bersaksi
bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah I saja, tidak ada
sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya) melainkan akan dibukakan untuknya pintu-pintu
surga yang delapan, dia dapat masuk dari manapun yang dia kehendaki"
Dan beliau menambah bacaannya:

" َالّل ه م اجعلْنِي مِن الت وابِين واجعلْنِي مِن الْ متطَ هرِين "

"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang bertaubat
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci"37
Rasulullah r bersabda: "Apabila seorang hamba yang muslim atau
mukmin berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari
wajahnya setiap kesalahan yang ia memandang kepadanya dengan
kedua matanya bersama air, atau bersama tetesan air yang terakhir,
apabila ia membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua
tangannya setiap kesalahan yang disentuh oleh keduanya bersama
air, atau bersama tetesan air yang terakhir, apabila ia membasuh
kedua kakinya, keluarlah setiap kesalahan yang dijalani kedua
kakinya bersama air, atau bersama tetesan air yang terakhir,
sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa"
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin


Sejarah Rasulullah saw

Disusun Oleh:
Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy
Penerjemah : Team Indonesia
Murajaah :Abu Ziyad
الدرة المضيئة في السيرة النبوية

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1429 – 2008

بسم الله الرحمن الرحي

`Syekh Imam Al-Hafiz Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid
Al-Maqdisy –semoga Allah SWT meridhainya- berkata:
Segala puji bagi Allah SWT pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan
kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari
kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli
maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan
benar selain Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bisa
membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Semoga shalawat dan salam
selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW pemimpin para nabi dan rasul,
keluarga dan para sahabatnya yang mulia.

Amma ba’du, ini adalah ringkasan dari sejarah Rasulullah Muhammad SAW
yang penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Harapan kami, semoga ia
bermanfaat untuk para pembaca.

Nasab Rasulullah SAW

Beliau adalah Abu al-Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul
Mutthalib bin Hasyim bin Abdimanaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab
bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaima
bin Mudrikah bin Ilyas bin bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Udad
bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin
Ismail bin Ibrahim "Kekasih Allah" (alaihima as-salam) bin Tarih atau Azar bin
Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin bin Arfakhsyad
bin Sam bin Nuh (alaihis salam) bin Lamk bin Mutusyalkh bin Akhnukh -- yaitu
Nabi Idris keturunan Nabi Adam yang pertama menjadi nabi dan yang
menulis dengan pena -- bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam alaihissalam.
Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah
satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama,
sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Yang dimaksud
Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.

Ibu Rasulullah saw.

Ibunya adalah Aminah binti Wahb bin Abdimanaf bin Zuhrah bin Kilab bin
Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib.

Kelahiran Rasulullah saw.

Beliau dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah bulan Rabiul Awal, tanggal dua,
hari Senin.

Sebagian ulama mengatakan bahwa beliau dilahirkan setelah tiga puluh
tahun dari tahun gajah. Sebagian lagi mengatakan setelah empat puluh tahun
dari tahun gajah. Pendapat yang benar adalah pada tahun gajah.

Kematian ayah, ibu, dan kakeknya

Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia dua puluh delapan bulan. Menurut
sebagian ulama usianya tujuh bulan ketika ayahnya meninggal. Ada lagi yang
berpendapat bahwa ayahnya meninggal di perkampungan an-Nabighah
ketika ia masih janin. Dan dikatakan pula bahwa ayahnya wafat di daerah
Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Abu Abdillah Zubair bin Bakkar az-Zubairi berkata: Abdullah bin Abdul
Mutthalib wafat di Madinah ketika Muhammad berusia dua bulan.
Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun.
Sementara kakeknya meninggal dunia ketika usia Muhammad delapan tahun.
Dikatakan pula bahwa ibunya wafat ketika ia berusia enam tahun.

Penyusuan Muhammad

Muhammmad disusui oleh Tsuwaibah budak Abu Lahab bersama dengan
penyusuan Hamzah bin Abdul Mutthalib dan Abu Salamah Abdullah bin Abdul
Asad al-Makhzumi dengan air susu anaknya yang bernama Masruh.
Kemudian Muhammad disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib as-Sa’diyah.

Nama-nama Rasulullah SAW

Jubair bin Mut’im berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Saya adalah
Muhammad, saya adalah Ahmad, saya adalah al-Mahi yang dengan sebabku
Allah SWT menghapus kekufuran, saya adalah al-Hasyir yang mengumpulkan manusia, saya adalah al-A’qib yang tidak ada nabi lagi setelahku.’” (Hadits sahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Abu Musa Abdullah bin Qais berkata: “Rasulullah SAW memberikan dirinya
beberapa nama di antaranya ada yang kami hafal. Beliau mengatakan: ‘Saya
Muhammad, saya Ahmad, saya al-Muqaffi, saya Nabi taubat dan Nabi rahmat.’ Dalam riwayat lain: ‘dan Nabi peperangan.’ Hadits sahih diriwayatkan oleh Muslim.

Jabir bin abdillah berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Saya Ahmad, saya
Muhammad, saya al-Hasyir (yang mengumpulkan), saya al-Mahi (yang dengan sebabku Allah SWT menghapus kekefuran), dan pada hari kiamat nanti panji kemuliaan berada di tanganku. Aku pemimpin para rasul dan pemilik syafaat mereka."

Allah SWT memberikan nama kepadanya di dalam Al-Quran dengan nama Basyir (pembawa kabar baik), Nadzir (pembawa berita buruk), Rauf (lemah lembut), Rahim (penyayang), dan Rahmatan lilalamin (pembawa rahmat buat alam semesta).

Masa kecilnya di Mekah, perjalanannya menuju Syam bersama
pamannya Abu Thalib dan pernikahannya dengan Khadijah
Muhammad dalam keadaan yatim piatu diasuh oleh kakeknya Abdul Mutthalib
kemudian oleh pamannya Abu Thalib.

Allah SWT mensucikannya dari kotoran-kotoran jahiliyah dan dari semua aib.
Allah SWT menganugerahkan semua sifat-sifat yang baik sehingga Beliau
dikenal di kalangan kaumnya dengan julukan Al-Amin (orang yang jujur)
karena amanah, kejujuran dan kesuciannya.

Ketika usianya mencapai dua belas tahun ia mengadakan perjalanan ke
Syam bersama pamannya. Ketika sampai di Bushra seorang pendeta
bernama Bahira melihatnya. Ia mengenalnya dengan ciri-ciri yang ada pada
|Muhammad. Buhaira mendatangi Muhammad, mengambil tangannya dan
berkata: “Inilah tuan untuk semesta alam, inilah utusan Rabb semesta alam,
inilah nabi yang akan diutus untuk semesta alam.” Buhaira ditanya: “Dari
mana kamu tahu hal ini?” Ia berkata: “Sesungguhnya ketika kalian datang dari
Aqabah tidak ada pepohonan dan bebatuan kecuali semuanya sujud. Dan ini
tidak dilakukan kecuali kepada nabi. Dan kami mendapatkan hal ini dari kitab
suci kami.” Kemudian ia meminta Abu Thalib untuk kembali bersamanya
karena khawatir terhadap kejahatan orang-orang Yahudi kepadanya.
Kemudian Muhammad mengadakan perjalanan ke Syam yang kedua kali
bersama Maysarah budak Khadijah ra untuk berniaga di pasar kota Bushra
sebelum Khadijah dinikahi oleh Muhammad.

Ketika Muhammad berusia dua puluh lima tahun ia menikahi Khadijah. Dan
ketika usianya empat puluh tahun Allah SWT memilihnya untuk membawa
risalah-Nya. Jibril mendatanginya ketika Muhammad berada di gua Hira yang
terletak di sebuah gunung di Makkah. Semnejak itu jadilah ia sebagai
Rasullullah. Beliau berdakwah di Mekah selama tiga belas tahun, menurut
pendapat lain lima belas tahun atau sepuluh tahun, pendapat yang benar
adalah tiga belas tahun.

Rasulullah SAW shalat menghadap Baitul Maqdis selama di Makkah tanpa
membelakangi Ka’bah tetapi menjadikan Ka’bah di depannya. Setelah hijrah
ke Madinah, Rasulullah SAW shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama
tujuh belas atau enam belas bulan.

Hijrah Rasulullah

Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar as-Siddiq ra dan
budaknya Amir bin Fuhairah serta seorang penunjuk jalan Abdullah bin al-
Uraiqit al-Laitsi yang masih kafir. Selanjutnya Rasulullah SAW berdakwah di
Madinah selama sepuluh tahun.

Wafatnya

Rasulullah SAW wafat dalam usia enam puluh tiga tahun. Ada juga pendapat
yang mengatakan Beliau wafat dalam usia enam puluh lima atau enam
puluh, namun pendapat pertama adalah pendapat yang benar.
Rasulullah SAW wafat pada waktu dhuha hari Senin dua belas Rabiul Awal.
Pendapat lain mengatakan tanggal dua atau tanggal satu Rabiul Awal.
Beliau dimakamkan pada malam Rabu. Pendapat lain mengatakan malam
Selasa. Sebelum wafat, Rasullullah SAW menderita sakit selama dua belas
atau empat belas hari.

Rasulullah SAW dimandikan oleh Ali bin Abi Thalib, pamannya Abbas, al-
Fadhl bin Abbas, Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syuqran serta
dihadiri pula oleh Aus bin Khaula al-Anshari.
Beliau dikafani dengan tiga lapis kain putih yang dibuat di Sahul --sebuah
negeri di Yaman --, tanpa gamis dan sorban. Kemudian kaum muslimin
menshalatinya sendiri-sendiri tanpa jamaah.
Jasad Rasulullah SAW diletakkan di atas sehelai kain merah yang
dipakainya untuk selimut lalu dimasukkan ke dalam kubur oleh Abbas, Ali, al-
Fadhl, Qutsam dan Syuqran kemudian ditutup dengan sembilan batu.
Rasulullah SAW dimakamkan di tempat Beliau wafat yaitu sekitar tempat
tidurnya di kamar Aisyah ra dan di tempat itu pula dimakamkan Abu Bakar ra
dan Umar ra.

Putra-putri Rasulullah SAW

Rasulullah SAW memilik tiga orang putra yaitu:
1. Al-Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum Muhammad diangkat menjadi
Nabi. Al-Qasim meninggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun
menurut Qatadah, Al-Qasim meninggal ketika ia sudah bisa berjalan.

2. Abdullah, dinamakan juga dengan at-Thayyib (yang baik) dan at-Thahir
(yang suci) karena ia dilahirkan sesudah Islam. Ada pendapat yang
mengatakan bahwa at-Thayyib dan at-Thahir ini adalah putra
Rasulullah SAW yang lain, namun pendapat pertama adalah yang
benar.

3. Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah tahun sepuluh hijriah pada
usia tujuh belas atau delapan belas bulan. Ada pendapat yang
mengatakan Rasulullah SAW memiliki putra lain yang bernama Abdul
Uzza tapi pendapat ini sangat lemah karena Allah SWT telah
mensucikan dan melindungi Nabi SAW dari hal demikian (penamaan
anak Abdul Uzza yang berarti hamba Uzza nama salah satu berhala
Quraisy-pentj.)

Putri-putri Rasulullah SAW

1. Zainab, menikah dengan Abu Al-Ash bin Rabi’ bin Abdul Uzza bin
Abdul Syams sepupu Zainab, karena ibunya adalah Hala binti
Khuwailid (saudara dari Khadijah binti Khuwailid). Zainab mempunyai
anak bernama Ali yang meninggal waktu kecil dan Umamah yang
digendong oleh Nabi saw waktu shalat dan setelah dewasa menikah
dengan Ali bin Abi Thalib setelah Fatimah wafat.

2. Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan tersebut
Fatimah melahirkan Hasan, Husain, Muhassin yang meninggal waktu
kecil, Ummu Kultsum yang menikah dengan Umar bin Khattab, dan
Zainab yang menikah dengan Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib.

3. Ruqayyah, menikah dengan Ustman bin Affan. Meninggal di pangkuan
Ustman. Ustman lalu menikahi Ummu Kultsum (adik Ruqayyah) yang
juga meninggal di pangkuannya. Ruqayyah memiliki seorang putra
yang bernama Abdullah sehingga Ustman dipanggil dengan kunyah
Abu Abdullah.

Putri-putri Rasulullah SAW empat orang tanpa ada perbedaan pendapat
ulama mengenai hal ini sedangkan putra-putranya tiga orang berdasarkan
pendapat yang benar.
Urutan putra-putri Rasulullah SAW adalah sebagai berikut: Al-Qasim, Zainab,
Ruqayyah, Fatimah, Ummu Kultsum, Abdullah, dan Ibrahim yang lahir di
Madinah. Semuanya adalah putra-putri dari Khadijah kecuali Ibrahim yang
lahir dari Maria Al-Qibtiyah dan semuanya meninggal sebelum Muhammad
menjadi rasul kecuali Fatimah yang meninggal enam bulan setelah kematian
Rasulullah SAW.

Haji dan Umrah Rasulullah SAW

Hammam bin Yahya meriwayatkan dari Qatadah ia berkata: Saya bertanya
kepada Anas: “Berapa kali Nabi SAW melaksanakan haji?” Anas menjawab:
“Satu kali dan umrah empat kali. Pertama ketika dihalangi kaum musyrikin,
kedua tahun berikutnya ketika mengadakan perjanjian (Hudaibiah), ketiga
umrahnya dari Ji’ranah setelah membagikan harta rampasan perang Hunain
dan yang keempat umrahnya bersama haji” (Hadits Muttafaq alaih)
Kesemuanya ini setelah hijrah ke Madinah. Adapun haji dan umrah yang
dilakukan Nabi SAW ketika di Makkah tidak diketahui. Dan haji yang
dilakukannya adalah haji wada (perpisahan), yaitu ketika Nabi SAW
menyatakan salam perpisahan kepada umatnya dan berkata: “Mungkin kalian
tidak akan melihatku lagi setelah tahun ini.”

Peperangan Rasulullah SAW

Menurut pendapat masyhur yang dikatakan Muhammad bin Ishak, Abu
Ma’syar, Musa bin Uqbah dan yang lainnya Rasulullah SAW mengikuti
langsung dua puluh lima peperangan. Dan ada yang mengatakan dua puluh
tujuh peperangan. Sedangkan jumlah pengiriman pasukan dan peperangan
yang tidak diikuti Nabi SAW sekitar lima puluhan.
Di antara dua puluh lima peperangan tersebut yang terjadi pertempuran
sebanyak sembilan kali yaitu di Badar, Uhud, Khandak, Bani Quraizhah,
Mushthaliq, Khaibar, Fathu Makkah, Hunain dan Thaif. Ada yang mengatkan
terjadi pertempuran juga di Wadil Qura, al-Ghaba dan Bani Nadhir.
Penulis-penulis Wahyu dan Utusan-utusan Rasulullah SAW
Di antara penulis-penulis wahyu Nabi SAW adalah Abu Bakar, Umar bin
Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Amir bin Fuhairah, Abdullah bin
Arqam az-Zuhri, Ubay bin Kaab, Tsabit bin Qais bin Syammas, Khalid bin
Said al-Ash, Hanzhalah bin Rabi’, al-Asadi, Zaid bin Tsabit, Muawiyah bin
Abu Sofyan, dan Syurahbil bin Hasanah. Muawiyah bin Abu Sofyan dan Zaid
bin Tsabit adalah yang paling sering dan khusus dalam menulis wahyu.
Rasulullah SAW mengutus:

1. Amr bin Umayyah ad-Dhamri ke raja Najasyi bernama Ashamah yang
berarti pemberian. Najasyi menerima surat Rasulullah SAW dan
meletakkannya diantara kedua matanya lalu turun dari singgasananya
dan duduk di atas lantai. Ia pun masuk Islam dihadapan Ja’far bin Abi
Thalib dan para sahabatnya. Nabi SAW melaksanakan shalat gaib
ketika ia wafat. Diriwayatkan bahwa kuburannya selalu memancarkan
cahaya.

2. Dihyah bin Khalifah diutus ke Kaisar Romawi Heraklius. Ia bertanya
tentang Rasulullah SAW dan meyakini kebenaran risalahnya. Ia pun
ingin memeluk Islam tapi orang-orang Romawi tidak menyetujuinya lalu
ia mengurungkan niatnya karena takut kehilangan kekuasaannya.

3. Abdullah bin Huzafah as-Sahmi diutus ke Kisra Raja Persia. Setelah
menerima surat Nabi saw ia merobek-robek suart itu. Nabi saw lalu
berdoa; “Semoga Allah SWT menghancurkan kerajaannya.” Allah SWT
mengabulkan doa tersebut dan menghancurkan kerjaannya dan kaumnya.

4. Hatib bin Abi Baltaah al-Lahkmi diutus ke Muqauqis Raja Alexandria
dan Mesir. Ia pun menerima dan berkata baik tetapi tidak masuk Islam.
Ia memberi Nabi saw hadiah budak yaitu Maria al-Qibtiyah dan
saudarinya Sirin. Nabi saw memberikan Sirin kepada Hassan bin
Tsabit dan melahirkan anaknya yang bernama Abdurrahman bin Hassan.

5. Amr bin al-Ash diutus ke Raja Oman Jaifar dan Abd putera Julandi dari
Azd. Keduanya pun beriman dan memeluk Islam serta membiarkan
Amr mengambil zakat dan mengatur pemerintahan. Dan Amr menetap
disana sampai Rasulullah saw wafat.

6. Salith bin Amr bin al-Amiri diutus ke Yamamah menemui Haudzah bin
Ali al-Hanafi. Ia pun memuliakannya dan menulis kepada Nabi saw:
“Alangkah mulia dan indahnya ajaran yang kau serukan. Saya adalah
penyeru dan penyair kaumku. Berikanlah aku sebagian kekuasaan“.
Rasulullah saw tidak mau mengabulkan keinginannya dan ia pun tidak
masuk Islam dan wafat ketika fathu mekah.

7. Syuja bin Wahb al-Asadi diutus ke Harits bin Abi Syamr al-Ghassani
raja Balqa suatu daerah di Syam. Syuja berkata:“Setibanya aku disana
ia sedang berada didataran renda Damaskus lalu membaca surat Nabi
saw dan membuangnya seraya berkata: Saya akan datang kepadanya.
Tapi Kaisar mencegahnya.

8. Abu Umayyah al-Makhzumi diutus ke al-Harits al-Himyari salah
seorang pembesar Yaman.
9. Al-Ala’ bin al-Hadromi diutus ke Munzir bin Sawa al-Abdi raja Bahrain
dan membawa surat Nabi saw yang menyerukan kepada agama Islam,
ia pun masuk Islam.

10. Abu Musa al-Asyari dan Muadz bin Jabal al-Anshari diutus ke Yaman
menyeru kepada Islam. Penduduk Yaman dan para penguasanya pun
masuk Islam tanpa pertempuran.

Paman dan Bibi Rasulullah SAW

a. Rasulullah saw mempunyai 11 orang paman, yaitu:

1. Al-Harits, putera tertua Abdul Muttalib. Sebenarnya al-Harits ini adalah
nama julukan. Banyak di antara putera dan cucunya tergolong Sahabat
Rasulullah SAW.

2. Qutsam, saudara seibu Al-Harits. Ia meninggal ketika masih kecil.

3. Zubair bin Abdul Muttalib, termasuk pemuka kaum Quraisy. Puteranya
yang bernama Abdullah bin Zubair ikut berjihad bersama Rasulullah
saw pada Perang Hunain dan gugur di Ajnadin. Dia gugur dan
bersamanya terdapat tujuh orang musuh yang telah dibunuhnya.
Dan diantara puteri Zubair adalah Dhuba’ah binti Zubair, ia termasuk
Sahabiyah Rasulullah saw dan Ummul Hakam binti Zubair, termasuk
Sahabiyah yang meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah saw

4. Hamzah bin Abdul Muttalib, yang bergelar asadullah wa asadu rasulih
(singa Allah dan RasulNya). Saudara sepersusuan Rasulullah saw.
Masuk Islam sejak awal dakwah Rasulullah saw, kemudian hijrah ke
Madinah. Turut serta dalam Perang Badar dan Perang Uhud. Dan
gugur dalam Perang Uhud tersebut. Beliau tidak mempunyai keturunan
kecuali seorang puteri.

5. Abul Fadhl, al Abbas bin Abdul Muttalib. Dia termasuk pemeluk Islam
yang taat. Turut serta dalam hijrah ke Madinah. Usianya hanya selisih
tiga tahun lebih tua dari Rasulullah saw. Meninggal pada tahun 32 H di
Madinah, di saat pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan ra. Dia
memiliki 10 orang putera, diantaranya: al Fadhl, Abdullah, dan Qutsam.
Mereka termasuk Sahabat Rasulullah saw. Diantara paman-paman
Rasulullah saw hanya Hamzah dan Abbas yang masuk Islam

6. Abu Thalib bin Abdul Muttalib. Nama aslinya adalah Abdu Manaf. Ia
saudara Abdullah (ayah Rasulullah saw) seibu. Termasuk saudara
mereka seibu adalah Atikah yang bermimpi dalam perang Badar. Ibu
mereka adalah Fatimah binti Amr bin Aidz bin Imran bin Makhzum.
Diantara putera Abu Thalib adalah Thalib, yang meninggal dalam
kekafiran. Sementara putera yang lain, yaitu Aqil, Ja’far, Ali, dan Ummi
Hani’ termasuk sahabat Rasulullah saw. Nama asli Ummu Hani’ adalah
Fakhitah. Ada riwayat lain yang menyebutkan nama aslinya Hindun.
Termasuk anak Abu Thalib adalah Jumanah.

7. Abu Lahab bin Abdul Muttalib. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Diberi
julukan Abu Lahab karena tampan paras wajahnya. Diantara puteranya
adalah Utbah dan Muattab. Keduanya turut serta bersama Rasulullah
saw dalam Perang Hunain. Putera yang lain, yaitu Durrah juga
termasuk sahabat Rasulullah saw. Sementara putera yang lain, yaitu
Utaibah meninggal diterkam Singa di Zarqa, daerah Syam lantaran
kekufurannya menolak dakwah Rasulullah saw.

8. Abdul Ka’bah
9. Hijl, nama aslinya al Mughirah
10. Dhirar, saudara seibu al Abbas
11. Al-Ghaidaq (sang Dermawan), disebut demikian karena ia adalah
orang Quraiay yang paling dermawan dan sering memberi makan.

b. Rasulullah SAW memiliki 6 orang bibi, yaitu:

1. Shafiyyah binti Abdul Mutthalib. Ia masuk Islam di Makkah kemudian
hijrah ke Madinah. Ia adalah saudara seibu dari Hamzah (paman
Rasulullah SAW) dan ibu Zubair bin Awwam, seorang sahabat
Rasulullah saw. Wafat di Madinah pada saat pemerintahan Khalifah
Umar bin Khattab ra

2. Atikah binti Abdul Muthtalib. Dalam sebuah riwayat disebutkan beliau
adalah seorang muslimah. Bermimpi pada Perang Badar. Ia adalah
istri Abu Umayyah bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
Diantara puteranya adalah Abdullah, termasuk sahabat Rasulullah
saw, dan Zuhair dan Qaribah al Kubra

3. Arwa binti Abdul Mutthalib. Istri Umair bin Wahb bin Abdi Dar bin
Qushayy. Dari pernikahan ini lahirlah Thulaib bin Umair, salah seorang
Muhajirin senior, turut dalam Perang Badar dan gugur di Ajnadin
sebagai syahid.

4. Umaimah binti Abdul Mutthalib, istri Jahsy bin Riab. Dari pernikahan ini
lahirlah Abdullah (yang gugur di Uhud), Abdun yang dikenal dengan
Abu Ahmad al A’ma si Penyair, Zaenab (istri Rasulullah saw), Habibah,
Hamnah. Mereka semua adalah sahabat Rasulullah saw. Demikian
pula Ubaidullah bin Jahsy pada mulanya masuk Islam, tetapi kemudian
masuk Kristen dan meninggal di Etheopia dalam keadaan kafir.

5. Barrah binti Abdul Mutthalib, istri Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin
Umar bin Makhzum. Dari pernikahan ini lahirlah Abu Salamah yang
nama aslinya adalah Abdullah. Ia adalah suami Ummi Salamah
sebelum diperistri Rasulullah saw. Setelah Barrah diperistri Abdul
Asad, ia dinikahi Abu Rahm bin Abdul Uzzabin Abu Qois. Dari
pernikahan ini lahirlah Abu Abrah bin Abu Rahm.

6. Ummu Hakim al Baidha’ binti Abdul Mutthalib, istri Quraisy bin Rabiah
bin Habib bin Abdu Syams bin Abdu Manaf. Dari pernikahan ini lahirlah
Arwa binti Quraiz, ibu dari Utsman bin Affan ra.

Istri-Istri Rasulullah saw

1. Khadijah binti Khuwailid
Wanita pertama yang dinikahi Rasulullah SAW adalah Khadijah binti
Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab. Saat itu
Rasulullah saw berusia 25 tahun. Tatkala turun wahyu pertama kali,
Khadijah menjadi wanita yang membenarkan dan mendukung Rasulullah
saw. Ia wafat 3 tahun sebelum hijrah. Ada riwayat yang menyebutkan 4
tahun sebelum itu dan ada pula yang menyebutkan 5 tahun sebelumnya.

2. Saudah binti Zam’ah
Rasulullah saw juga menikahi Saudah binti Zam’ah bin Qois bin Abdu
Syams bin Abdu Wud bin Nasr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luayyi.
Pernikahan tersebut dilakukan Rasulullah saw di Mekah sebelum beliau
hijrah ke Madinah. Sebelum dinikahi Rasulullah saw, Saudah adalah
seorang istri yang dicerai suaminya, yaitu Sakran bin Amr, saudara Suhail
bin Amr. Ketika Rasulullah saw telah menikahi Aisyah, Saudah
memberikan jatah hari gilirnya pada Aisyah.

3. Aisyah binti Abu Bakar as Siddiq
Rasulullah menikahi Aisyah binti Abu Bakar as Siddiq di Mekah 2
tahun sebelum hijrah. Ada riwayat yang mengatakan 3 tahun sebelum itu.
Saat itu ia baru berusia 6 tahun. Ada yang menyebutkan 7 tahun.Tetapi
yang benar adalah 6 tahun. Rasulullah saw menggaulinya baru pada usia 9 tahun. Pada waktu itu Rasulullah saw di Madinah baru 7 bulan. Ada riwayat yang menyebutkan baru 18 bulan. Ketika Rasulullah saw wafat, iaberusia 18 tahun. Ia juga wafat di Madinah tahun 58 Hijiyah dan dimakamkan di Baqi’ atas wasiatnya. Ada riwayat yang menyebutkan wafat tahun 57 H, tetapi yang benar 58 H. Abu Hurairah ra turut
menshalati jenazahnya. Rasulullah saw tidak pernah menikahi gadis lain
selainnya. Ada riwayat yang menyebutkan ia pernah keguguran, tetapi riwayat ini lemah. Julukannya adalah Ummu Abdillah.

4. Hafshah binti Umar bin Khatthab ra
Sebelum menjadi istri Rasulullah saw, Hafshah adalah istri Hunais bin
Hudzafah, salah seorang sahabat yang gugur di Perang Badar. Sebuah
riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah saw pernah menceraikan
Hafshah, namun datanglah Malaikat Jibril dan berkata:“Sesungguhnya
Allah menyuruhmu (hai Muhammad) untuk rujuk kembali dengan Hafshah,
karena ia rajin puasa, shalat malam dan kelak akan menjadi istrimu di
surga“.
Uqbah bin Amir al-Juhani meriwayatkan: "Rasulullah saw menceraikan
Hafshah binti Umar, lalu kabar itu pun sampai ke telinga Umar. Lalu Umar
pun menabur kepalanya dengan tanah dan berkata dengan penuh
kesedihan: “Allah sudah tidak peduli lagi pada Umar dan putrinya setelah
peristiwa ini.“ Lalu turunlah Malaikat Jibril dan berkata: “Sesungguhnya
Allah menyuruhmu (hai Muhammad) untuk rujuk kembali dengan Hafshah,
karena Dia menyayangi Umar.“
Hafshah wafat tahun 27. Ada riwayat yang menyebutkan wafat tahun 28.

5. Ummu Habibah binti Abu Sofyan
Nama aslinya adalah Ramlah binti Shokhr bin Harb bin Umaiyyah bin
Abdu Syams bin Abdu Manaf. Hijrah bersama suaminya, Ubaidullah bin
Jahsy ke Habasyah. Suaminya berpindah agama menjadi Kristen,
sementara ia tetap pada keislaman. Rasulullah saw menikahinya saat ia
masih di Habasyah. Negus, raja Habasyah saat itu memberikan mas
kawin atas nama Rasulullah saw senilai 400 dinar. Rasulullah saw
mengutus Amr bin Umayyah ad Dhomari untuk mengurus pernikahan ini
ke Habasyah. Bertindak sebagai wali nikah adalah Usman bin Affan. Ada
riwayat yang menyebutkan Khalid bin Said bin As. Ummu Habibah wafat
tahun 44 H.

6. Ummu Salamah
Nama aslinya adalah Hindun bin Abu Umayyah bin Mughirah bin
Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzh bin Murrah bin Ka’b bin
Luayyi bin Ghalib. Sebelum menjadi istri Rasulullah saw, Ummu Salamah
adalah istri Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah
bin Umar bin Makhzum, salah seorang sahabat Rasulullah saw. Ummu
Salamah wafat tahun 62 Hijriah dan dimakamkan di Baqi’, Madinah. Ia
adalah istri Rasulullah saw yang paling akhir wafatnya. Tetapi ada yang
menyebutkan bahwa yang paling akhir adalah Maimunah.

7. Zaenab binti Jahsy
Zaenab adalah puteri Jahsy bin Riab bin Ya’mur bin Shabirah bin
Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah bin
Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Muad bin Adnan, puteri bibi
Rasulullah saw, Umamah bin Abdul Mutthalib. Sebelumnya ia adalah istri
Zaid bin Harisah, mantan budak Rasulullah saw yang telah
menceraikannya. Kemudian Allah pun menikahkan Rasulullah saw
dengannya langsung dari langit, tiada seorang pun yang
mengakadkannya. Sebuah riwayat sahih menyebutkan bahwa beliau
berkata pada istri-istri Nabi yang lain: “Kalian dinikahkan oleh ayah-ayah
kalian, sementara aku dinikahkan langsung oleh Allah dari atas langit
ketujuh.“ Ia wafat di Madinah pada tahun 20 H dan dimakamkan di Baqi’

8- Zainab binti Khuzaimah
Zaenab putri Khuzaimah bin al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu
Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah. Dijuluki “ibu orangorang
miskin“ karena kedermawanannya terhadap orang-orang miskin.
Sebelumnya menikah dengan Rasulullah saw ia adalah istri Abdullah bin
Jahsy. Ada riwayat yang mengatakan ia istri Abdu Thufail bin al-Harits,
tetapi pendapat pertama adalah yang sahih. Ia dinikahi Rasulullah saw
pada tahun ke 3 H dan hidup bersamanya selama dua atau tiga bulan.

9. Juwairiyah binti al-Harits
Juwairiyah putri al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin A’idz bin Malik
bin al-Musthalik al-Khuzaiyah. Ia sebelumnya adalah tawanan perang
pada perang bani Musthalik dan menjadi milik Tsabit bin Qais bin Syimas.
Tsabit lalu menawarkan pembebasannya dengan syarat ia dapat
membayar tebusannya. Kemudian Rasulullah saw membayar tebusannya
dan menikahinya di tahun 6 H. Ia wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 56 H.

10. Shafiyyah binti Huyay
Shafiyyah binti Huyyay bin Akhtab bin Abi Yahyabin Kaab bin al-
Khazraj an-Nadhriyyah keturunan dari Nabi Harun bin Imran –saudara
nabi Musa- alaihimassalam. Menjadi tawanan pada perang Khaibar tahun 7 H.
Sebelummya ia adalah istri Kinanah bin Abi al-Huqaiq yang dibunuh
atas perintah Rasulullah saw. Nabi saw membebaskan Shafiyyah dan
menikahinya serta menjadikan pembebasannya sebagai mas kawinnya.
Wafat pada tahun 30 H atau menurut riwayat lain tahun 50 H.

11. Maimunah binti al-Harits
Maimunah binti al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Harm bin
Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah bibi
dari Khalid bin Walid dab Abdullah bin Abbas. Rasulullah saw
menikahinya di tempat yang bernama Sarif suatu tempat mata air yang
berada sembilan mil dari kota Mekah. Ia adalah wanita terakhir yang
dinikahi oleh Rasulullah saw. Wafat di Sarif pada tahun 63 H.
Inilah istri-istri Rasulullah saw berjumlah sebelas orang, sementara
terdapat tujuh orang lagi yang beliau nikahi, tetapi tidak beliau gauli.
Pembantu-Pembantu Rasulullah SAW
-Anas bin Malik bin Nadhr al Anshari ra,
- Hindun dan Asma’ yang keduanya putra Haritsah al Aslami,
-Rabiah bin Ka’b al Aslami.
- Abdullah bin Mas’ud yang dikenal sering membawakan sandal
Rasulullah saw. Jika beliau hendak pergi Abdullah membantu
mengenakannya, bila beliau duduk Abdullah memegang di tangannya
hingga beliau akan beranjak pergi.
-Uqbah bin Amir al Juhani yang senantiasa setia menuntun bagal
(peranakan kuda dan keledai) beliau dalam perjalanan.
-Bilal bin Rabah, yang biasa bertugas adzan.
15
-Saad, bekas budak Abu Bakar as Shiddik.
-Dzu Mihmar, keponakan Raja Najasyi. Ada riwayat yang menyebutkan
namanya Mihbar.
-Bukair bin Suddakh al Laytsi. Ada yang menyebut namanya Bakr
-Abu Dzar al Ghifari
Budak-Budak yang Beliau Bebaskan
-Zaid bin Haritsah bin Surahbil al Kalbiy,
- Usamah bin Zaid, putra Zaid bin Haritsah, sehingga Usamah disebut
kekasih putra kekasih.( Usamah putra Zaid, dan keduanya disayangi
Rasulullah saw).
-Tsauban bin Bujdad, dia keturunan Yaman
- Abu Kabsyah, lahir di Mekah. Dalam riwayat lain, disebutkan namanya
Sulaim, dan lahir di Daus. Beliau gugur dalam Perang Badar.
- Anasah, lahir di Suroh
- Shaleh
- sukron
- Rabah
- Aswad
- Yusar
- Nubiy
- Abu Rafi, ada yang menyebut Ibrahim. Sebelumnya dia adalah budak al-
Abbas, lalu dihadiahkan kepada Rasulullah SAW dan beliau bebaskan
- Abu Muwaihibah, yang lahir di Muzainah
- Fadhalah, tinggal di Syam
- Rafi’. Dahulu dia adalah budak Said bin al-As yang diwariskan kepada
putera-puteranya. Di antara mereka ada yang membebaskan, ada pula
yang menahannya. Lalu datanglah Rafi kepada Rasulullah SAW meminta
pertolongan untuk dibebaskan, lalu beliau bebaskan. Sehingga dia
berkata: “Saya adalah budak yang dibebaskan RasulullahSAW.”
- Mid’am,
- Aswad, yang diperoleh Rasulullah SAW dari Rifa’ah bin Zaidal Judzami.
Dia lahir di Hisma dan terbunuh di Lembah Qura.
- Kirkirah, dahulu ia adalah pelayan Rasulullah saw bila beliau dalam
perjalanan
- Zaid, kakek Hilal bin Yasar bin Zaid
- Ubaid
- Thahman alias Kaisan alias Mihran alias Dzakwan alias Marwan
- Ma’bur al Qibti, Rasulullah saw mendapatkannya dari al Muqouqis
- Waqid, Abu Waqid, Hisyam, Abu Dhumairah, Hunain, Abu ‘Ashib( nama
aslinya Ahmar), dan Abu Ubaid.
- Safinah, dulu ia budak Umi Salamah, istri Rasulullah saw. Lalu oleh Umi
Salamah ia dibebaskan dengan syarat ia harus menjadi pelayan
Rasulullah saw selama hidupnya.Ia pun berkata kepada Umi Salamah:
“Sekalipun Engkau tidak memeberi syarat tersebut, aku tidak ingin
berpisah dengan Rasulullah saw.
Itu para budak yang dikenal dalam sejarah, bahkan ada yang
menyebutkan jumlah mereka mencapai 40 orang.
Sementara dari kalangan budak wanita yang beliau bebaskan,
diantaranya adalah:
-Salma Ummu Rafi,
- Barakah Ummu Aiman, dia diperoleh Rasulullah saw sebagai warisan
dari ayah beliau. Dia adlah ibu Usamah bin Zaid
- Maimunah binti Saad
-Khadirah
-Radwa

Beberapa Hewan Tunggangan Rasulullah SAW

Kuda
Kuda pertama yang dimiliki Rasulullah SAW bernama as-Sakb. Beliau
membelinya dari seorang Arab Baduwi dari Bani Fazarah seharga 10
uqiyah (mata uang zaman dahulu). Saat dimiliki penjualnya, ia bernama
ad Dharis, lalu oleh Rasulullah saw diganti dengan as-Sakb. Kuda
tersebut memiliki warna putih di kaki dan kepalanya sebelah kanan. Itu
adalah kuda pertama Rasulullah saw yang digunakan di medan perang.Ia
memiliki pakaian dari kulit. Suatu saat Rasulullah saw lomba pacuan kuda,
dan beliau mengendarainya lalu beliau menang. Karena itu beliau senang
padanya.

-Al Murtajaz. Rasulullah saw membelinya dari seorang Arab Baduwi yang
disaksikan oleh Khuzaimah bin Tsabit. Baduwi tersebut dari Bani Murrah.
Sahl bin Saad as Saidi berkata:“Rasulullah saw memiliki tiga ekor kuda
yang kupelihara, yaitu: Lizaz, Dharib, dan Luhaif. Adapun Lizaz adalah
hadiah dari al Muqoiqis; sedangkan Luhaif hadiah dari Rabiah bin Abi
Bara, yang dibalas Rasulullah saw dengan beberapa baju kulit dari Bani
Kilab; dan Dharib adalah hadiah dari Farwah bin Amr al Judzami.

- Al Wardu. Ini adalah hadiah dari Tamim ad Dari. Lalu diberikan kepada
Umar. Beberapa saat kemudian oleh Umar kuda tersebut dijual

Bagal dan Himar
Disamping kuda, Rasulullah saw memiliki bagal yang beliau kendarai saat
bepergian. Rasulullah saw biasa menumbuk gandum sebagai makanan
bagal tersebut.Bagal yang bernama Duldul tersebut masih hidup
sepeninggal Rasulullah saw, hingga tanggal gigi-giginya.Hingga akhirnya
ia meninggal di Yanbu’.
Adapun Himar Rasulullah saw yang bernama Ufair meninggal saat haji
Wada’.

Unta perahan
Rasulullah saw juga memiliki 20 Unta perahan yang dibiarkan berkeliaran
di hutan. Setiap malam diperah susunya hingga terkumpul 2 geriba
(tempat susu dari kulit) yang besar. Diantara unta-unta tersebut ada
beberapa unta yang deras susunya, yaitu: al-Hanna, as-Samra’, al-Urais,
as-Sa’diyah, al-Baghum, al-Yasirah, dan ar-Rayya. Ada unta yang
bernama Burdah, hadiah dari ad-Dahhak bin Sofyan, yang juga deras
perahan susunya. Adapula yang bernama Mahrah dan as-Saqra’
merupakan kiriman dari Sa’d bin Ubadah. Dua unta tersebut adalah
kendaraan terbagus dari Bani Uqail.
Adapula yang bernama al’Adhba’ yang dibeli oleh Abu Bakar dari Bani
Harisy seharga 800 dirham. Lalu oleh Rasulullah saw dibeli dengan 400
dirham. Unta tersebut dikendarai saat hijrah ke Madinah. Saat beliau tiba
di Madinah, unta itu merupakan tunggangan yang terbaik. Itulah yang
disebut al-Qoswa, terkadang disebut al-Jad’a. Karena menyusahkan kaum
muslimin, maka diikat agar tidak berontak lari.

Kambing
Rasulullah saw memiliki tujuh ekor kambing pemberian orang, yang
bernama: Ujrah, Zamzam, Suqya, Barakah, Warsah, Athlal, dan Athraf.
Disamping itu beliau memiliki 100 ekor kambing yang lain.
Senjata-senjata Rasulullah saw
-Beliau memiliki 3 tombak yang diperoleh dari Bani Qoinuqa.
-Rasulullah saw juga memiliki 3 busur panah, masing masing bernama:
Rauha’, Sauhath, dan si Kuning (karena berwarna kuning).
-Beliau memiliki perisai yang terdapat ukiran kepala kambing. Beliau tidak
menyukainya. Maka keesokan harinya Allah menghilangkan ukiran tersebut.
-Pedang beliau yang bernama Dzul Fikar didapatkan saat perang Badar.
Pada saat-saat Perang Uhud, beliau bermimpi tentang pedang itu. Dulu
pedang tersebut milik Munabbih bin Hajjaj as Sahmi. Disamping itu beliau
memiliki 3 pedang dari Bani Qoinuqa’, yaitu: Pedang dari timah putih,
Pedang yang bernama Battar, dan Pedang yang bernama al Hatf.
Beliau juga memiliki pedang yang diberi nama mikhdam dan rasub yang
diperoleh dari penghancuran fulus nam sebuah berhala suku Thay.
Anas ra berkata: “Sarung dan pegangan pedang serta untaian rantai
pedang Rasulullah saw terbuat dari perak.”
Rasulullah saw memperoleh dari senjata Bani Qainuqa du buah baju besi
yang diberi nama as-Sa’diyah dan Fiddhoh.
Muhammad bin Salamah meriwayatkan: “Saya melihat Rasulullah saw
pada perang Uhud mengenakan dua baju besi yang bernama zat al-fudhul
dan fidhoh dan pada perang khibar mengenakan zat al-fudhul dan assa’diyah.”

Ciri-Ciri Rasulullah saw
Anas bin malik ra berkata: “Abu Bakar as-Shiddik ra jika melihat
Rasulullah saw datang, ia melantunkan sair:
Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pada kebaikan
Habis gelap, terbitlah terang
Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin
Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pada Harim bin Sinan:

Andai boleh kuserupakan dengan benda
Kau adalah penerang di bulan purnama
Lalu Umar dan teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw,
tiada seorang pun menyerupainya“

Ali bin Abi Thalib berkata:
“Warna kulit Rasulullah saw putih kemerah-merahan; matanya sangat
hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya
bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang
memanjang seperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya
selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila berjalan, melakukannya
dengan cepat seakan-akan menuruni sebuah bukit; bila menoleh, menoleh
dengan seluruh badannya; keringatnya bagai mutiara dan baunya lebih
harum dari wangi minyak kasturi; tidak tinggi dan tidak pendek; tidak
berkata buruk dan jahat; tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.“
Dalam riwayat lain: di antara pundaknya terdapat tanda kenabian yang
juga dimiliki nabi-nabi yang lain; sangat dermawan, pemaaf, jujur tutur
katanya, menepati janji, lembut perangainya, mulia pergaulan, orang yang
melihatnya pasti akan segan padanya, dan siapa yang bergaul dengannya
pasti akan mencintainya. Yang pernah melihatnya mengatakan: tak
pernah aku menjumpai orang sepertinya.“
Al-Barra’ bin Azib berkata: Postur tubuh Rasulullah SAW sedang, dadanya
bidang; rambutnya panjang hingga telinga bawah; aku melihatnya
mengenakan pakaian merah, tak pernah kulihat orang setampan dia“
Ummu Ma’bad al Khuzai berkata: "Rasulullah SAW adalah sesosok lelaki
yang tampan; bersinar wajahnya; baik akhlaknya; perutnya tidak gendut;
tidak kecil kepalanya; hitam matanya sangat hitam; bulu matanya lebat
dan lentik; suaranya berwibawa; lehernya bersih bersinar; jenggotnya
lebat; alisnya tipis memanjang dan bersambung satu dengan yang lain;
jika diam berwibawa; jika berbicara, tutur katanya indah; sedap dipandang
dari jauh maupun dari dekat; manis bicaranya, jelas, tidak terlalu singkat
dan tidak bertele-tele; bahkan seperti untaian mutiara. Postur tubuhnya
sedang; tidak terlalu tinggi, atau terlalu pendek sehingga diremehkan
orang lain, paling tampan diantara siapapun. Cabang diantara dua
cabang; paling tampan diantara siapapun, dan terhormat. Dia memiliki
para sahabat yang senantiasa bersamanya, mereka diam bila beliau
berbicara, dan segera bergerak bila dia memerintahkan sesuatu. Dia tidak
pernah terlihat cemberut atau menampakkan muka sebagai orang bodoh.
Anas bin Malik al Anshari ra menyebutkan ciri-ciri Rasulullah saw dengan
perkataannya: “Rasulullah saw perawakannya sedang. Tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu pendek. Mukanya bercahaya tidak putih sekali dan tidak
coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus tetapi bergelombang.”
Hind bin Abi Halah berkata: “Rasulullah SAW mulia dan dimuliakan.
Mukanya bersinar seperti bulan purnama. Lebih tinggi dari orang yang
sedang tingginya dan lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepalanya
besar, rambutnya bergelombang, jika disisir akan tertata bagus jika
dibiarkan rambutnya tidak melebihi daun telinganya. Mukanya bercahaya,
keningnya lebar, alisnya tipis memanjang, lebat tidak menyambung,
diantara alisnya urat yang mengeluarkan keringat ketika beliau marah.
Hidungnya mancung bercahaya. Jenggotnya tebal. Hitam bola matanya
sangat pekat. Pipinya rata dan halus. Mulutnya lebar, giginya putih bagus
dan renggang. Memiliki bulu halus yang memanjang dari dada sampai
pusar. Lehernya seperti leher boneka yang berkilau bagaikan perak.
Perawakannya sedang, berbadan besar dan berisi, dada dan perutnya
rata, dadanya bidang. Badannya putih terdapat bulu halus yang
memanjang seperti garis dari dada sampai pusarnya, tidak terdapat bulu
lain di dada dan perutnya selain itu. Tangan dan pundaknya berbulu lebat.
Dadanya lebar, lengan tangannya panjang, telapak tangannya lebar. Kulit
telapak tangan dan kakinya tebal. Jari-jarinya bagus, ruas jarinya lurus.
Lekukan telapak kakinya dalam, bagian atas telapak kakinya sangat rata
dan halus. Melangkah dan berjalan tidak cepat dan tidak pelan. Kadang
berjalan cepat seakan-akan sedang menuruni bukit. Jika menoleh,
menoleh dengan seluruh badannya. Selalu menundukkan pandangan,
lebih sering memandang ke bawah dari pada ke atas, tatapannya lebih
banyak tatapan yang memperhatikan. Menggiring para sahabatnya dan
memulai salam kepada siapa saja yang ditemuinya.”

Akhlak Rasulullah saw
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemberani. Ali bin Abi Thalib
bertutur: “Bila perang tengah berkecamuk, kami berlindung kepada
Rasulullah saw“.
Beliau orang yang paling dermawan. Tak pernah menolak permintaan
orang lain.
Orang yang paling lembut.
Orang yang pemalu, lebih pemalu dari seorang gadis yang dipingit.
Pandangan tidak tertuju hanya pada satu orang. Tidak pernah balas
dendam saat disakiti orang lain, atau marah atas perbuatan jelek orang
padanya; kecuali jika hukum-hukum Allah SWT dilanggar, maka balas
dendam yang dia lakukan semata-mata karena Allah SWT. Bila marah
karena Allah SWT tiada seorang pun yang berani membantah.
Siapa pun, baik yang kuat, lemah, jauh maupun dekat diperlakukan samaolehnya.

Tidak pernah mencela makanan; bila menghendaki, beliau makan; bila
tidak suka, beliau tinggalkan. Tidak pernah makan dengan bersandar,
atau pun di meja makan. Tidak pernah menolak makanan yang boleh
untuk dimakan; bila hanya menjumpai kurma, atau hanya roti kering, atau
daging panggang beliau makan, atau hanya roti dari gandum, beliau
makan seadanya. Bila ada susu, cukup beliau minum itu saja.Pernah
makan semangka basah. Beliau menyukai manisan dan madu.
Abu Hurairah ra berkata: “Sampai wafatpun Rasulullah SAW tidak merasa
pernah kenyang, meski hanya dengan roti gandum“
Pernah terjadi pada keluarga Muhammad SAW selama tiga bulan, tiada
nyala api di rumahnya (memasak) makanan mereka hanya kurma dan air.
Menerima dan makan hadiah, serta membalasnya; dan tidak menerima sedekah.

Tidak berlebihan dalam berpakaian dan makanan; berpakaian dan makan
seadanya.
Menambal sandal dan baju sendiri, membantu aktifitas rumah tangganya.
Menjenguk orang sakit.
Sangat tawadhu’. Menghadiri undangan siapa saja baik kaya, fakir, orang
berada maupun orang rendahan.
Mencintai orang-orang miskin; menjenguk mereka yang sakit dan melayat
jenazah mereka. Tidak menghina orang fakir karena kefakirannya dan
tidak takut pada penguasa karena kekuasaannya. Mengendarai kuda,
onta, keledai, dan bagal. Memboncengkan budak atau yang lainnya. Tidak
membiarkan orang lain berjalan di belakangnya seraya berkata:“Biarkan di
belakangku untuk para Malaikat“
Mengenakan kain wol, memakai sandal yang ditambal. Pakaian yang
amat beliau sukai adalah jubah yang terdapat warna merah dan putih,
terbuat dari kain Yaman
Cincin dan matanya terbuat dari Perak.Dipakai di jari manis kanan, dan
terkadang di sebelah kiri. Pernah mengganjal perutnya dengan batu
karena menahan lapar, padahal Allah telah memberikan kunci -kunci
pembendaharaan langit dan bumi, tetapi beliau enggan menerimanya dan
lebih memilih akherat. Ia banyak berdzikir dan sedikit main-main.
Memanjangkan shalat dan menyingkat khutbah. Paling murah senyum,
berseri-seri wajahnya padahal ia selalu sedih dan banyak pikiran.
Menyukai wangi-wangian, membenci bau yang tidak sedap. Bersahabat
dan menghormati orang-orang mulia, tidak pernah bermuka masam dan
ramah pada siapapun. Mentolerir permainan yang tidak dilarang,
bergurau, dan tetap berkata benar dalam gurauannya, memaafkan orangorang
yang meminta maaf.
Memiliki budak laki-laki dan perempuan; pakaian dan makanannya tidak
pernah melebihi mereka.
Waktunya hanya dihabiskan untuk ibadah pada Allah, atau memenuhi
kebutuhan diri dan keluarganya.Menggambalakan kambing, dan
berkata:“Seluruh nabi melakukan gembala kambing“
Aisah ra pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw, maka dia pun
menjawab:”Akhlak beliau adalah alQur’an”. Marah dan ridhanya berpijak padanya.

Dalam riwayat yang shahih dari Anas bin Malik ra berkata:
Tidak pernah aku menyentuh sutera yang lebih halus dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tidak pernah aku mencium bau yang lebih harum dari
aroma tubuh Rasulullah saw. Setelah aku melayaninya selama 10 tahun,
tak pernah sekalipun ia berkata:“cih“. Dan tidak pernah mengatakan
terhadap apa yang kulakukan:“Kenapa kau lakukan itu?“.Dan tidak pernah
mengatakan terhadap apa yang tidak kulakukan:“Mengapa tidak kau lakukan itu?

Allah telah mengumpulkan dalam dirinya kesempurnaan akhlak,
keindahan perilaku. Allah memberikan padanya ilmu orang-orang
terdahulu dan yang akan datang1, yang di dalamnya terdapat
keberuntungan dan keselamatan.Padahal ia adalah ummi, tidak bisa
membaca dan menulis dan tidak memiliki guru dari kalangan manusia.
Tumbuh di negeri yang tandus dan terbelakang. Allah memberikannya
sesuatu yang tidak diberikan pada siapapun dari makhluknya, dan telah
memilihnya diantara makhluk-makhlukNya, baik yang lalu maupun yang
1 Kalimat ini sangat global dan umum, andai hanya disebutkan dengan:” Dikaruniai Allah sesuatu yang tidak diberikan siapapun“, atau semacam ini, maka lebih baik.Karena sesungguhnya diantara ilmu
orang-orang terdahulu dan yang akan datang ada yang tidak diketahui oleh Nabi saw, bahkan hal-hal
yang terjadi pada zaman Rasulullah saw sendiri. Bukti ini sangat jelas , diantaranya Nabi ditanya
tentang roh, maka Allah mewahyukan. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh
itu Termasuk urusan Tuhan-ku. Dan ketika ditanya tentang Penghuni goa (ashabul Kahfi) Rasul
menjawab:“akan kuberitahu besok“ akan tetapi wahyu tidak segera turun.Maka beliau pun sedih. Lalu
turunlah wahyu yang menerangkan tentang Ashabul Kahfi dengan FirmanNya:. Dan jangan sekali-kali
kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,
kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah (alKahfi:23-24). Dan ketika ditanya tentang hari kiamat,
beliau mengakui akan ketidaktahuannya dengan perkataan:“ Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang
bertanya“.Firman Allah: Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". (al Ahzab:63).
Dan dalam kisah tentang penetapan syariat tayammum dalam Shahih Bukhari no 334, tatkala para
Shahbat mencari kalung Aisyah ra, dan mereka tidak menemukannya sementara Rasulullah bersama
mereka. Mereka baru menemukan dibawah unta saat unta tersebut berdiri. Kesimpulannya Rasulullah
saw tidak mengetahui sesuatu kecuali ditunjuki oleh Allah, baik ilmu, hikmah,
keistimewaan,kemuliaan, dan segala hal yang tidak diberikan pada siapapun. Semoga shalawat dan
salam tetap tercurah padanya hingga hari kiamat. Barangkali ini yang dimaksud Penulis dengan kalimat
tersebut. Dan saya tandaskan lagi bahwa kalimat ini sangat gloabal, sementara ada sebagian orangorang
bodoh meyakini bahwa Rasulullah mengetahui hal-hal ghaib sekalipun tidak ditunjuki Allah.

komentator: Syeikh Khalid as-Syayi’)

akan datang.Semoga Allah selalu memberikan shalawat kepadanya
hingga hari akhir.

Mukjizat-Mukjizat Rasulullah SAW
-Mukjizat teragung dan kejelasannya telah terbukti adalah al-Qu’ar al-
Karim; yang tidak datang padanya kebatilan baik dari depan maupun dari
belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji; yang menjadikan para ahli Bahasa dan orang-orang yang fasih
harus bertekuk lutut; mereka tidak mampu membuat kalimat-kalimat
serupa dengan alQur’an walau hanya 10 surat, atau 1 surat, bahkan
hanya 1 ayat. Orang-orang musyrik pun mengakui kemukjizatannya,
bahkan para penentang Islam orang-orang atheis pun meyakini
kebenarannya.
-Orang-orang musyrik pernah meminta Rasulullah SAW untuk
menunjukkan satu mukjizat, maka beliau pun menunjukkan dengan
terbelahnya bulan hingga hampir terpisah menjadi dua bagian.itulah
maksud ayat Allah di surat alQomar ayat 1: Telah dekat datangnya saat itu
dan telah terbelah bulan.
-Rasulullah saw berkata:“Sesungguhnya Allah Ta’ala menghimpun bumi
untukku, hingga aku melihat bagian timur dan baratnya. Dan kekuasaan
umatku akan mencapai apa yang telah dihimpun Allah itu“. Dan Allah
membuktikan kebenaran perkataan Rasulullah SAW tersebut, dengan
tercapainya kekuasaan umatnya yang meliputi ujung timur dan ujung
barat, dan tidak tersebar ke utara dan selatan.
-Rasulullah saw terbiasa berkhutbah di atas potongan batang kurma,
suatu ketika beliau membuat mimbar, dan berdiri di atasnya, maka
terdengarlah tangisan dari batang kurma seperti tangisan.....
-Diantara mukjizat yang lain adalah terpancarnya air dari sela-sela
jemarinya, terjadi tidak hanya sekali.
-Bertasbihnya kerikil di telapak tangannya, lalu beliau menaruhnya di
telapak Abu Bakar, lalu Umar, lalu Usman, dan kerikil itu tetap bertasbih.
-Para Sahabat mendengar makanan bertasbih pada saat Rasulullah saw
bersama mereka, sementara makanan tersebut sedang disantap.
-Bebatuan dan pepohonan mengucapkan salam pada Rasulullah saw
pada malam beliau diangkat jadi Rasul.
-Paha kambing yang beracun berbicara pada Rasulullah saw. Orangorang
yang makan kambing beracun bersamanya meninggal dunia,
sementara beliau meninggal 4 tahun kemudian.
-Serigala bersaksi atas kenabian Rasulullah saw.
-Suatu ketika, beliau dalam perjalanan, dan melewati seekor unta yang
kehausan dan minta minum padanya. Maka tatkala melihat onta tersebut
berjalan dengan menyeret kaki dan meletakkan leher depannya, beliau
bersabda: “sesungguhnya dia mengeluh karena terlalu banyak kerja dan
diberi makan sedikit”
-Di saat yang lain beliau masuk sebuah tembok yang dibalik tembok itu
terdapat onta. Tatkala onta tersebut dilihat Rasulullah saw, ia merintih dan
menangis. Maka beliau pun berkata pada pemiliknya:”Sesungguhnya ia
mengadu padaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan, dan
menjadikannya letih (karena banyak kerja).
-Suatu saat beliau masuk sebuah tembok yang lain, dan dibalik tembok itu
terdapat 2 ekor onta jantan. Sementara pemiliknya kesulitan untuk
menggiring keduanya (karena berontak). Ketika salah satu onta tersebut
melihat Rasulullah saw, tiba-tiba duduk menderum di hadapannya. Maka
Rasulullah saw pun menenangkannya dan membawanya pada
pemiliknya. Onta kedua pun melakukan hal yang sama.
-Suatu saat beliau tidur dalam sebuah perjalanan, tiba tiba datanglah
sebuah pohon, membelah bumi dan tegak menaungi Rasulullah saw.
Tatkala beliau bangun, diceritakanlah kejadian tersebut padanya. Maka
beliau pun bersabda: “Pohon tersebut telah minta ijin pada Tuhannya
untuk mengucapkan salam pada Rasulullah saw, lalu Tuhan pun
mengijinkannya.
-Beliau menyuruh 2 batang pohon untuk berkumpul, maka keduanya pun
berkumpul. dan menyuruh keduanya untuk berpisah kembali, maka
keduanya pun berpisah.
-Seorang Arab Badui minta pada Rasulullah saw untuk menunjukkan
sebuah mukjizat, maka beliau pun memanggol sebatang pohon. Pohon
tersebut langsung memotong akarnya dan datang kehadapan Rasulullah
saw. Tatkala beliau menyuruhnya untuk kembali, kembalilah pohon
tersebut ke tempatnya semula.
-Beliau ingin memotong 6 ekor onta gemuk. Tiba-tiba keenam ekor onta
tersebut mendekat padanya, hingga beliau dapat dengan mudah
menyembelihnya satu demi satu.
-Beliau mengusap tetek kambing betina yang tidak hamil, dan tidak
dikawini pejantan, maka mengalir deraslah susu dari tetek kambing
tersebut. Beliau pun meminumnya dan memberikannya juga pada Abu
Bakar.Kisah semacam ini juga terjadi di kemah Umi Ma’bad al Khuzaiyah.
-Salah satu bola mata Abu Qotadah bin Nu’man adz Dzofari keluar hingga
jatuh di tangannya, lalu Rasulullah saw pun mengembalikannya. Maka
mata tersebut menjadi paling bagus dan tajam dibanding mata yang
sebelahnya. Diriwayatkan????...
-Kedua mata Ali bin Abi Thalib ra pernah sakit , lalu Rasulullah saw pun
meludahinya. Maka sembuhlah saat itu juga. Dan tidak pernah sakit mata
lagi. Dia juga didoakan Rasulullah saw saat sakit, lalu sembuhlah ia. Dan
setelah itu tidak pernah lagi mengeluh kesakitan.
-Kaki Abdullah bin Atik al Anshari pernah sakit, lalu diusaplah oleh
Rasulullah saw. Saat itu juga kakinya sembuh.
-Kematian Ubay bin Khalaf al Jumahi pada perang Uhud
telah dikabarkan sebelumnya oleh Rasulullah saw. Beliau hanya
menggoresnya sedikit, lantas meninggal
-Sa’ad bin Muadz berkata pada Umayyah bin Khalaf, saudara Ubay bin
Khalaf: “Saya mendengar Muhammad sesumbar bahwa dia yang akan
membunuhmu.”
Maka pada Perang Badar terbunuhlah dia dalam keadaan kafir.
- Sebelum terjadi perang Badar beliau mengkabarkan tempat-tempat yang
akan menjadi letak tewasnya orang-orang musyrik. Beliau berkata: “Ini
tempat tewasnya Fulan besok insya Allah, ini tempat tewasnya Fulan
besok insya Allah.“ Hal itu pun terbukti
- Beliau mengkabarkan bahwa, ada beberapa kelompok umatnya yang
akan berjihad mengarungi lautan, dan Umi Haram binti Milhan termasuk
diantara mereka. Dan terbuktilah perkataan Beliau
- Beliau berkata pada Usman:“Engkau akan ditimpa musibah besar.
Ternyata Usman mati terbunuh.
- Dan beliau berkata pada Hasan bin Ali: “Sesungguhnya cucuku ini
seorang tokoh, semoga Allah mendamaikan 2 kelompok orang-orang
mukmin yang bertikai melalui perantaraannya.“ Dan terbuktilah perkataan beliau.
- Kematian al Aswadal Ansi al Kadzdzab dikabarkan pada Malam ia
terbunuh, dan siapa pembunuhnya, padahal ia di San’a Yaman. Demikian
pula kematian Kisra.
- Beliau memberitahukan tentang Syaima’ binti Buqailah al Azadiyah,
bahwasanya ia diangkat dengan mengenakan kerudung hitam di atas
bagal kelabu, kemudian hal ini terbukti pada zaman Abu Bakar asSiddik
ra pada tentara Khalid bin Walid.
- Perkataan Beliau pada Tsabit bin Qois bin Syimas: “Engkau akan hidup
mulia dan mati syahid.“ Maka hal itu terbukti, dia hidup mulia dan mati
syahid dalam perang Yamamah.
- Perkataan beliau tentang seseorang yang mengaku dirinya Islam, dan
ikut terjun di medan perang:“Sesungguhnya ia termasuk ahli neraka“.
Maka Allah pun membuktikan perkataannya, orang tersebut mati bunuh
diri.
- Doa beliau untuk Umar bin Khatab sebelum islamnya. Maka keesokan
harinya, ia pun masuk Islam.
- Doa beliau untuk Ali bin Abi Thalib agar Allah menghilangkan panas dan
dingin darinya. Maka Ali pun tidak merasa panas dan dingin lagi setelah
itu.
- Doa beliau untuk Abdullah bin Abbas agar dipahamkan oleh Allah ilmuilmu
agama dan tafsir. Hal itu terbukti hingga dijuluki Lautan Ilmu karena
banyaknya ilmu yang ia kuasai.
- Doa beliau untuk Anas bin Malik agar panjang umur, banyak anak dan
harta, serta diberkahi Allah. Terbukti dengan lahirnya 120 anak
kandungnya, memiliki kebun kurma yang berbuah 2 kali dalam setahun,
dan hidup hingga mencapai usia 120 tahun atau sekitar angka itu.
- Utaibah bin Abu Lahab merobek baju dan menyakiti beliau. Maka
berdoalah beliau memohon pada Allah agar ia mendapat bencana dengan
ulah seekor anjing diantara anjing-anjingnya. Dia pun dibunuh oleh singa
di Zarqa, daerah Syam.
- Beliau mendapat pengaduan atas kemarau yang berkepanjangan, dan
tiada turun hujan, sementara saat itu beliau berkhutbah jum’at di atas
mimbar. Maka beliau pun berdoa, sementara di langit tak ada gumpalan
awan. Secara tiba-tiba datanglah mendung yang bergulung-gulung
sebesar gunung, dan turunlah hujan yang berkepanjangan hingga hari
jum’at berikutnya. Dan muncullah pengaduan pada beliau atas banyaknya
hujan tersebut, sehingga beliau pun berdoa kembali. Dan hujan pun
terhenti, hingga orang-orang keluar dari rumah mereka berjalan di bawah
terik matahari.
- Beliau memberi makan pasukan perang Khandak yang berjumlah ribuan,
juga hewan ternak dari sebuah wadah kecil yang biasa untuk menakar
gandum atau lebih kecil dari itu. Mereka pun kenyang dan ketika beranjak
pergi, sisa makanan pun masih seperti semula.
- Dan beliau memberi makan pasukan perang Khandak juga dengan
sedikit kurma yang dibawa oleh putri Basir bin Sa’ad. Sebenarnya kurma
tersebut untuk ayah dan pamannya, Abdullah bin Rawahah.
- Beliau menyuruh Umar bin Khatab untuk memberikan bekal pada 400
orang pasukan berkuda dengan sedikit kurma. Setelah hal tersebut
dilaksanakan, sisa kurma tetap seperti semula, seakan tidak berkurang
sedikitpun.
- Beliau memberi makan 80 orang di rumah Abu Thalhah dengan
beberapa potong roti dari gandum yang jumlahnya sangat sedikit, bahkan
Anas yang menghidangkannya, membawa roti yang sedikit tersebut cukup
diapit dibawah ketiaknya. Namun mereka merasa kenyang seluruhnya.
- Beliau memberi makan para pasukan dengan makanan dari sebuah
wadah milik Abu Hurairah hingga mereka kenyang seluruhnya. Lalu beliau
mengembalikannya dan masih ada sisa. Beliau pun mendoakannya. Maka
Abu Hurairah pun senantiasa makan makanan dari wadah itu selama
hidup Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan Usman. Tatkala Usman terbunuh,
wadah tersebut ia hadiahkan pada seseorang. Dan dalam riwayat
darinya(Abu Hurairah), wadah tersebut mampu menampung 3000 gantang
makanan tatkala dibawa jihad fi sabilillah.

- Ketika menikah dengan Zaenab, beliau memberi makan para tamu dari
sebuah mangkuk buatan yang merupakan hadiah dari Ummu Sulaim
untuk Zaenab. Makanan yang diambil dari mangkuk tersebut senantiasa
tetap, tak berkurang.
- Pada saat Perang Hunain, beliau melempar pasukan musuh dengan
segenggam pasir. Dengan pertolongan Allah, musuh dapat dikalahkan.
Diantara mereka ada yang berkata:“tak seorang pun diantara kami yang
luput dari siraman pasir, semua mata terkena siraman tersebut. Allah
berfirman dalam peristiwa ini: Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang
membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan
bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang
melempar. (surat al Anfal:17)
- Seratus orang kafir Qurais menunggu beliau di luar rumah, dan
bermaksud membunuhnya. Namun begitu beliau keluar, dan menyiramkan
pasir ke kepala mereka, mereka tak sanggup melihat Rasulullah yang
berlalu di hadapan mereka.
- Suraqah bin Malik bin Ju’sam mengejar beliau saat perjalanan hijrah ke
Madinah. Pengejaran itu dia lakukan karena ingin membunuh atau
menawannya. Tatkala jarak antara dia dan Rasulullah telah dekat,
Rasulullah pun berdoa dan Allah mengabulkan dengan terperosoknya kaki
kuda Suraqah ke dalam tanah. Dia pun berteriak minta tolong pada
Rasulullah. Maka tatkala Rasulullah berdoa kembali, kaki kuda Suraqah
pun dapat keluar dari himpitan tanah kembali.
Mukjizat-mukjizat beliau yang lain masih banyak, sebagai bukti kenabian dan
akhlaq beliau yang suci tetapi kami cukup menyebutkan sebagiannya saja.

10 Sahabat yang dijamin Masuk Surga

1. Abu Bakar as Siddiq ra
Nama aslinya adalah Abdullah bin abi Quhafah.
-Ayahnya, Abu Quhafah yang nama aslinya adalah Usman bin Amir bin
Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib
atTaimiy al Qurosy bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di
Murrah bin Ka’b.
-Ibu Abu Bakar adalah Ummul Khair Salma binti Shokhr bin Amir bin Ka’b
bin Sa’d bin Taim bin Murrah
-usia beliau 63 tahun, sama seperti Rasulullah saw. Dia termasuk orang
yang pertama masuk islam. Manusia terbaik setelah Rasulullah saw.
Mengemban kekhilafahan selama 2,5 tahun. Riwayat-riwayat lain
menyebutkan 2 tahun 4 bulan kurang 1 hari; 2 tahun;20 bulan
- Putera-puterinyanya
a .Abdullah, awal masuk islam sehingga termasuk sahabat. Diasaat
Rasulullah saw dan Abu Bakar bersembunyi di dalam goa menghindari
kejaran kafir Quraisy, ia pernah masuk goa itu juga. Dia terkena anak
panah di Thaif, meninggal di saat ayahnya mengemban khilafah.
b. Asma’, pemilik dua ikat pinggang. Istri Zubeir bin Awwam. Hijrah ke
Madinah di saat mengandung Abdulllah bin Zubeir. Sehingga Abdullah
merupakan orang islam pertama yang lahir setelah hijrah. Ibu Asma’
adalah Qutailah binti Abdul Uzza berasal dari Bani Luay meninggal dalam
keadaan kafir.
c dan d. Aisyah binti as-Siddiq, istri Nabi
Ia memiliki saudara seayah dan seibu yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar,
yang berada di barisan kaum musyrikin pada perang Badar, namun
setelah itu ia masuk islam. Ibu Aisyah adalah Ummu Ruman binti Amir bin
Uaimir bin Abdu Syams bin Attab bin Udzinah bin Subai’ bin Duhman bin
al Harits. Masuk islam, dan ikut hijrah ke madinah dan wafat di zaman
Rasulullah saw
Cucu Abu Bakar: Abu Atik Muhammad bin Abdurrahman lahir di zaman
Rasulullah saw,termasuk sahabat. Sehingga kami tidak tahu keluarga lain
(selain Abu Bakar) yang dengan empat keturunan, semuanya tergolong
sahabat (ayah Abu Bakar-Abu Bakar-Abdurrahman-Abu Atik)
e. Muhammad bin Abu Bakar. Lahir pada zaman haji wada’. Meninggal di
Mesir dan dikuburkan disana.Ibunya adalah Asma’ binti Umais al Khots’amiyyah.
f. Ummu Kultsum binti Abu Bakar.Lahir setelah Abu Bakar wafat. Ibunya
adalah Habibah, riwayat lain menyebutkan Fakhitah binti Kharijah bin Zaid
bin Abu Zuhair al Anshari. Ia dinikahi Thalhah bin Ubaidillah
Keenam putera-puteri Abu Bakar adalah sahabat Nabi, kecuali Ummu
Kultsum. Sementara Muhammad lahir masih zaman Nabi. Abu Bakar
wafat pada tanggal 27 Jumadil Akhir 13H.

2. Abu Hafs Umar bin Khatab ra
-Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyah bin Abdullah bin
Qurth bin Razakh bin Adiyy bin Ka’b bin Lu’ai bin Ghalib.Bertemu silisilah/
keturunan dengan Rasulullah saw di Murrah bin Ka’b.
-Ibunya adalah Khantamah binti Hasyim. Riwayat lain menyebutkan binti
Hisyam bin al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
-Umar masuk islam di Mekah, dan mengikuti seluruh peperangan bersama
Rasulullah saw
-Putera-puteri Umar
1.Abu Abdurrahman Abdullah
Masuk Islam pada awal datangnya Islam. Berhijrah bersama ayahnya.
Dan dia termasuk sahabat pilihan.
2. Hafshah, istri Nabi saw
Ibu Hafshah adalah Zaenab binti Math’un
3. Ashim bin Umar
Lahir pada zaman Rasulullah saw. Ibunya adalah Ummu Ashim Jamilah
binti Tsabit bin Abi al Aqlah
4&5. Zaid al Akbar bin Umar, dan Ruqayyah putri Ummu Kultsum binti Ali
bin Abi Thalib.
6. Zaid al Ashghar dan Abdullah, keduanya putera Ummu Kultsum binti
Jarwal al Khuzza’i
7&8.Abdurrahman al Akbar bin Umar dan Abdurrahman al Ausath, Abu
Syahmah yang didera akibat minum khomr. Ibunya adalah Ummu Walad
yang juga disebut Lahyah.
9. Abdurrahman al Ashghar bin Umar. Ibunya adalah Ummu Walad yang
juga disebut Fakihah.
10. Iyadh bin Umar. Ibunya adalah Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail.
32
11. Abdullah al Ashghar bin Umar. Ibunya adalah Saidah binti Rafi’ al
Anshariyyah. Dari Bani Amr bin Auf
12. Fathimah binti Umar. Ibunya adalah Ummul Hakim binti Harits bin
Hisyam
13. Ummul Walid binti Umar. Tetapi kebenaran masih perlu diteliti lagi.
14. Zaenab binti Umar. Saudara Abdurrahman al Ashghar bin Umar.
- Umar mengemban kekhalifahan selama 10 tahun 6,5 bulan. Terbunuh
pada akhir DzulHijjah 23 Hijriyah, pada usia 63 tahun sesuai dengan usia
Rasulullah saw. Akan tetapi ada perselisihan pendapat tentang usia beliau
ini.

3. Abu Abdullah Ustman bin Affan ra
Ia adalah cucu dari Abu al Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu
Manaf. Nasab keturunannya bertemu dengan Rasulullah saw di Abdu
Manaf, yang merupakan kakek ke lima.
Nam ibunya adalah Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Habib bin Abdi
Syams bin Abdu Manaf. Sementara Ibnya adalah putri Ummul Hakim al
Baidha’ binti Abdul Muthalib.
Utsman masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah. Melakukan
hijrah 2 kali (Habasayah dan Medinah). Menikahi 2 puteri Rasulullah saw.
Mengemban kekhilafahan selama 12 tahun kurang 10 hari. Ada riwayat
menyebutkan kurang12 hari.Terbunuh pada 18 Dzul Hijjah tahun ke-35
Hijriah ba’da Ashar. Saat itu ia sedang puasa. Ia meninggal pada usia 82
tahun.
Putera-puteri Beliau:
1. Abdullah al akbar, dilahirkan oleh Ruqayyah, puteri Rasulullah saw.
Meninggal dunia pada usia 6 tahun. Rasulullah saw ikut masuk liang
lahat saat penguburannya.
2. Abdullah al Ashghar, dilahirkan oleh Fakhitah binti ‘Azwan, saudari
Utbah
3. ,4,5 dan 6.Umar, Khalid, Aban dan Maryam. Mereka dilahirkan oleh
Ummu Amr binti Jundab bin Amr bin Humamah dari kabilah Azd
daerah Daus
33
7,8 dan 9. al Walid, Said dan Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh Fatimah
binti Walid bin Abdu Syams bin Mughirah bin Abdullah bin Umar bin
Makhzum.
10. Abdul Malik. Dia tidak mempunyai keturunan. Meninggal dunia tatkala
telah dewasa. Dia dilahirkan oleh Ummul Banin binti Uyainah bin Hisn bin
Hudzaifah bin Zaid
11, 12, 13. Aisyah, Ummu Aban dan Ummu Amr. Mereka dilahirkan oleh
Ramlah binti Syaibah bin Rabiah
14,15,16. Ummu Khalid, Arwa dan Ummu Aban as Sughra. Mereka
dilahirkan oleh Nailah binti Farafishah bin Ahwas bin Amr bin Tsa’labah
bin Harits bin Hisn bin Dhamdham bin Adyy bin Janab bin Kalb bin Wabrah

4. Abu al Hasan Ali bin Abi Thalib ra
Dia adalah cucu Abdul Mutthalib, sepupu Rasulullah saw.
Dia dilahirkan oleh Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf.
Fatimah adalah wanita Bani Hasyim pertama yang melahirkan keturunan
dari Bani Hasyim. Masuk Islam di Mekah lalu hijrah ke Madinah dan wafat
pada zaman Rasulullah saw.
Ali bin Abi Thalib menikah dengan Fatimah puteri Rasulullah saw.
Kemudian lahirlah hasan, Husein dan Muhassin dari pernihan ini. Tetapi
Muhassin wafat tatkala masih kecil.
-Putera-Puteri yang lain
1.Muhammad bin Hanafiah. Ia dilahirkan oleh Khaulah binti Ja’far, dari
Bani Hanifah.
2,3. Umar bin Ali dan saudirnya Ruqayyah al Kubro
4. Al Abbas al Akbar bin Ali, disebut juga asSaqa. Ia terbunuh bersama
Husein
5,6,7,8. Usman, Ja’far, Abdullah dan Banu Ali. Mereka saudara seayah
dan seibu al Abbas al Akbar. Adapun ibu mereka adalah Ummul Banin al
Kilabiyah.
9,10. Ubaidullah dan Abu Bakar. Mereka tidak punya keturunan. Mereka
dilahirkan oleh Laila binti Mas’ud anNahsyaliyyah
11. Yahya bin Ali. Meninggal saat masih kecil. Lahir dari Asma’ binti Umais
34
12. Muhammad bin Ali alAshghar ibumya adalah seorang budak yang
bernama Daraj.
13.,14. Ummul Hasan dan Ramlah. Mereka dilahikan Ummu Sa’d binti
Urwah bin Mas’ud ats Tsaqofi.
15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25.Zaenab as Sughra, Ummu Kultsum as
Sughra, Ruqayyah as Sughra, Ummu Hani’, Ummul Kiram, Umu Ja’far
(nama aslinya Jumanah), Ummu Salamah, Maimunah, Khadijah, Fatimah,
dan Umamah. Mereka ini dilahirkan dari para ibu yang berbeda-beda.
Ali mengemban kekhilafahan selama 4 tahun 7 bulan lebih beberapa hari.
Ada beberapa pendapat berbeda mengenai hari. Ia mati terbunuh saat
usianya 63 tahun. Ada beberapa riwayat lain menyebutkan 53tahun, 58
tahun, 57 tahun. Pada saat itu disebut tahun Jama’ah, tahun 40 H.
5. Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah ra
Ia cucu Usman bin Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin
Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah / keturunan dengan Rasulullah saw di
Murrah bin Ka’b.
-Ibu Thalhah
Adalah Sha’bah binti Khadrami, saudari al Ala’ bin Khadrami. Nama asli al
Khadrami adalah Abdullah bin Abbad bin Akbar bin Auf bin Malik bin Uwaif
bin Khazraj bin Iyadh bin Sidq. Ibunya masuk islam dan wafat dalam
islam.
Thalhah masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah. Turut serta
dalam Perang Uhud dan peperangan setelahnya. Dia tidak turut dalam
Perang Badar karena saat itu ia di Syam untuk berdagang. Tetapi
Rasulullah saw memberikannya harta rampasan perang Badar dan
menetapkannya sebagai ahli Badar.
-Diantara Putera-Puterinya:
1,2. Muhammad asSajjad,dan Imran
Muhammad asSajjad terbunuh bersama ayahnya.Kedua putera tersebut
dilahirkan Hamnah binti Jahsy
3. Musa bin Thalhah. Dilahirkan Khaulah binti Qo’qo’ bin Ma’bad bin
Zurarah.
35
4,5,6. Ya;kub, Ismail, Ishaq.mereka dilahirkan Ummu Aban binti Utbah bin
Rabiah
7,8. Zakaria dan Aisyah. Dilahirkan Ummu Kultsum binti Abu Bakar as
Shiddik ra
9. Ummu Ishaq binti Thalhah. Dilahirkan Ummul Haris binti Qasamah bin
Handzalah at Thaiyyah.
Seluruh Putera puteri Thalhah 11 orang. 2 anak yamg lain ada riwayat
yang menyebutkan Usman dan Shalih, namun riwayat kurang kuat.
Thalhah terbunuh pada Perang Jamal pada tahun 36 H. Saat itu ia berusia
62 tahun.
6. Abu Ubaidillah Zubair bin Awwam ra
Ia cucu Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushayy bin Kilab. Nasab
keturunannya bertemu dengan Rasulullah saw di Qushayy bin Kilab, yang
merupakan kakek ke lima.
-Ibunya:
Shafiyyah binti Abdul Mutthalib, bibi Rasulullah saw. Masuk Islam dan
Hijrah ke Madinah.
Zubeir berhijrah dua kali (Habasayah dan Medinah).dan ia shalat dua
kiblat (sebelum dirubah menghadap ka’bah, dahulu kaum muslimin shalat
menghadap masjidil Aqsa). Ia adalah orang yang pertama kali menghunus
pedangnya di perang fi sabilillah . Ia disebut hawaryy Rasulullah saw.
- Diantara Putera-Puterinya:
1. Abdulllah, ia merupakan orang islam pertama yang lahir setelah hijrah.
2,3,4,5,6,7,8. Al Mundzir,Urwah,Ashim, al Muhajir, Khadijah al Kubro,
Ummul Hasan, Aisyah
Kedelapan anak tersebut dilahirkan Asma’ binti Abu Bakar ra.
8,10,11,12,13. Khalid, Amr, Habibah, Saudah, Hindun. mereka dilahirkan
Ummu Khalid binti Khalid bin Said bin al Ash.
14,15,16. Mush’ab, Hamzah, Ramlah. mereka dilahirkan Rabbab binti
Unaif al Kalbiyyah.
17,18,19. Ubaidah, Ja’far, Hafshah mereka dilahirkan Zaenab binti Bisyr
dari Bani Qais bin Tsa’labah.

20 Zaenab binti Zubair. ia dilahirkan Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi
Mu’aith
21. Khadijah asShughra. ia dilahirkan alJalal binti Qais dari Bani Asad bin
Khuzaimah.
Seluruh putera puteri Zubeir 21 orang.
Ia terbunuh pada Perang Jamal pada tahun 36 H. Saat itu ia berusia 67
tahun.Riwayat lain 66 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqas ra
Nama Abi Waqas adalah Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin
Kilab. Bertemu silisilah/ keturunan dengan Rasulullah saw di Kilab bin
Murrah.
-Ibunya: Hamnah binti Sufyan bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi
Manaf
Sa’ad masuk islam pada awal datangnya Islam di Mekah. Ia berkata:
“Saya adalah orang ketiga yang masuk Islam“
Turut serta dalam Perang Badar dan seluruh peperangan setelahnya
bersama Rasulullah saw. Ia adalah orang yang pertama kali melontarkan
anak panahnya di perang fi sabilillah. Adapun lontaran anak panahnya
diarahkan pada sebuah pasukan yang di dalamnya terdapat Abu Sofyan.
Pertemuan 2 pasukan itu terjadi dekat Rabigh di awal tahun pertama
Rasulullah saw datang di Madinah.
- Diantara Putera-Puterinya:
1. Muhammad, ia dibunuh al Hajjaj
2. Umar, dibunuh al Muhtar bin Abi Ubaid
3,4 Amir da Mus’ab. Mereka berdua meriwayatkan hadis
5,6,7. Umair, Shalih, Aisyah mereka Bani Sa’d
Wafat di istananya di Aqiq, yang jaraknya 10 mil dari Madinah. Lalu
jenazahnya dipikul ke Madinah. Itu terjadi tahun 55 H. saat itu ia berusia
70 tahun lebih. Ia merupakan orang yang terakhir meninggal diantara 10
orang yang mendapat kabar gembira masuk surga.
8. Abu al ‘Awar Said bin Zaid bin Amr ra

Ia cucu Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Razah
bin Adyy bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib. Bertemu silisilah/ keturunan
dengan Rasulullah saw di Ka’b bin Luayy.
Ibunya: Fatimah binti Ba’jah bin Umayyah bin Khuwailid, dari Bani Mulaih
dari Khuzaah.
Said bin Zaid adalah sepupu Umar bin Khatthab ra, dan menikah dengan
saudara Umar, Ummu Jamil binti Khattab.
Ia masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah.Namun ia tidak turut
dalam Perang Badar.
Diantara Puteranya adalah Abdullah, seorang penyair.
Zubeir bin Bakkar berkata: Said anaknya sedikit, dan diantar mereka
tinggal di luar Madinah.
Said meninggal tahun 51 H. saat itu ia tengah berusia lebih dari 70 tahun
9. Abu Muhammad Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf ra
Ia cucu Ibnu Abd bin al Haris bin Zuhrah bin Kilab. Bertemu silisilahnya
dengan Rasulullah saw di Kilab bin Murrah.
Ibunya bernama as Syifa’. Riwayat lain menyebutkan al’Anqa’binti Auf bin
Abdul Harits bin Zuhrah.ia masuk Islam dan hijrah
Abdurrahman bin Auf masuk Islam pada awal datangnya Islam di Mekah.
Turut serta dalam Perang Badar dan seluruh peperangan setelahnya
bersama Rasulullah saw.Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa
Rasulullah saw pernah menjadi makmum shalat padanya saat Perang
Tabuk.
- Diantara Putera-Puterinya:
a. Salim al Akbar, meninggal sebelum datangnya Islam
b. Ummul Qasim, lahir pada zaman Jahiliyah
c. Muhammad, lahir setelah datangnya Islam. Dengan nama ini
Abdurrahman dijuluki (abu Muhammad)
d, e, f. Ibrahim, Humaid dan Ismail. mereka dilahirkan Ummu Kultsum binti
Uqbah bin Abi Mua’ith bin Abi Amr bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdi Manaf
Ummu Kultsum termasuk wanita yang hijrah dan salah seorang yang telah
baiat pada Rasulullah saw. Dan seluruh putera Abdurrahman yang lahir
darinya, menjadi perawi hadis.
Urwah bin Abdurrahman, terbunuh di Afrika. Ia dilahirkan Nuhairah
binti Hani’ bin Qabishah bin Mas’ud bin Sya’ban
Halim al Asghar, terbunuh di Afrika .Ia dilahirkan Sahlah binti Suhail bin
Amr. Ia saudara seibu Muhammad bin Abu Hudhaifah bin Utbah
Abdullah al Akbar, terbunuh di Afrika. Ibunya dari bani Abdil Ashal. Abu
Bakar bin Abdurrahman dan Abu Salamah al Fakih, ia Abdullah al
Ashghar. Ibunya adalah Tumadhir binti al Ashbagh alKalbiyyah. Ia
wanita dari Bani Kalbiy pertama yang dinikahi lelaki Quraisy.
Abdurrahman bin Abdurrahman dan Mus’ab bin Abdurrahman.
Mush’ab pernah menjadi tawanan polisi Marwan bin Hakam di
Madinah.
Abdurrahman meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi’ tahun 32 H
saat kekhalifahan Usman bin Affan.Usman ikut menyolati jenazahnya. Ia
wafat pada usia 72 tahun.

10. Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al Jarrah ra
Ia cucu Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin al Harrits bin Fihr bin Malik.
Dilahirkan Ummu Ghanm binti Jabir bin Abdul Uzza bin Amir bin Umairah
bin Wadi’ah bin Al Harits bin Fihr. Dalam riwayat lain: Umaimah binti
Ghanm bin Jabir bin Abdul Uzza. Bertemu silisilah/ keturunan dengan
Rasulullah saw di Fihr bin Malik.
Abu Ubaidah masuk islam pada awal datangnya islam di Mekah, sebelum
Rasulullah saw masuk Darul Arqam. Turut serta dalam Perang Badar dan
beberapa peperangan setelahnya bersama Rasulullah SAW. Pada saat
Perang Uhud, ia mencabut dua gelang (dari rajutan baju besi) yang
menancap di wajah Rasulullah saw dengan gigi depannya.Akibatnya,
tanggallah 2 giginya
-Keturunan Abu Ubaidah ra:
Hanya 2 putera, yaitu Yazid dan Umar. Namun mereka meninggal, dan tak
terdapat lagi penerus generasi Abu Ubaidah.
- Wafatnya:

- Abu Ubaidah ra wafat karena wabah penyakit tha’un amwas pada
tahun 18 H. Ia dimakamkan di Ghour Baisan di Desa Amta’. Saat itu
usianya 58 tahun. Muadz bin Jabal ra ikut menshalati jenazahnya. Ada
riwayat lain menyebutkan Amr bin A’sh pun ikut.
Pada saat Perang Badar Abu Ubaidah membunuh ayahnya yang saat itu
masih kafir. Karena peristiwa ini Allah menurunkan ayat:
Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari
akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anakanak
atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah
orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka,
dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka
Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu
adalah golongan yang beruntung.
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

iphone

Space Ad

Template Presentasi Skripsi Powerpoint 250x250

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email