>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<
Showing posts with label Rasulallah. Show all posts
Showing posts with label Rasulallah. Show all posts

Sunday, January 31, 2016




KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT

      1.       Selalu shalat sunnah fajar
2.      Meringankan shalat sunnah fajar
3.      Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi              alam shalat sunnah fajar)
      4.      Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
5.      Mengerjakan shalat sunnah di rumah
6.      Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
7.      Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
8.     Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
9.      Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
10.  Shalat sunnah setelah Isya’
11.   Mengakhirkan shalat Isya’
12.  Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
13.  Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
14.  Menggosok gigi apabila bangun malam
15.   Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
16.  Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
17.   Memanjangkan shalat malamnya
18.  Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
19.  Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
20. 20.Shalat dhuha empat rakaat
21.  Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
22. Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah
23. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’
24. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
25.  Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
26. Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
27.  Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke             arah jari telunjuk
28. Meringankan tasyahhud pertama
29. Meringankan shalat jika berjama’ah
30. Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah
31.  Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
32. Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
33. Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
34. Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
35.  Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA
 1.       Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at
2.      Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at
3.      Mandi pada hari Jum’at
4.      Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at
5.      Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat
6.      Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
7.      Duduk di antara dua khutbah Jum’at
8.     Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at
9.      Shalat sunnah setelah jum’at
10.  Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at
11.   Mandi sebelum berangkat shalat Id
12.  Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
13.  Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
14.  Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
15.   Shalat Id di tanah lapang
16.  Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
17.   Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul               Adha
18.  Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
19.  Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
20. 20.Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
21.  Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
22. Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
23. Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA
 1.       Puasa dan berbuka secara seimbang
2.      Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
3.      Berbuka dengan korma
4.      Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
5.      Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
6.      Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
7.      Banyak puasa di bulan sya’ban
8.     Puasa enam hari syawal
9.      Puasa hari Arafah
10.  Puasa Asyura atau sepuluh muharam
11.   Puasa hari senin dan kami
12.  Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
13.  Mencium istri di siang hari

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN
 1.       Memperbanyak sedekah
2.      Memperbanyak membaca Al-Qur’an
3.      Mengakhirkan waktu sahur
4.      Puasa wishal
5.      Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
6.      I’tikaf
7.      Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganyaMenyuruh para           sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM
 1.       Tidak pernah mencela makanan
2.      Tidak makan sambil bersandar
3.      Makan dan minum dengan tangan kanan
4.      Makan dengan tiga jari
5.      Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
6.      Mengambil nafas tiga kali ketika minum
7.      Minum dengan duduk dan berdiri
8.     Mulai makan dari pinggir tempat makan
9.      Berdo’a sebelum dan sesudah makan
10.  Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
11.   Tidak pernah makan di depan meja makan

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA
 1.       Tidur dalam keadaan suci
2.      Tidur di atas bahu sebelah kanan
3.      Meletakkan tangan di bawah pipi
4.      Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan
5.      Tidak suka tidur sebelum Isya’
6.      Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
7.      Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
8.     Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur
9.      Membaca do’a jika terjaga dari tidur
10.  Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
11.   Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
12.  Tidur hanya beralaskan tikar
13.  Tidak menyukai tidur tengkurap

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN
 1.       Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
2.      Sengang bepergian pada hari kamis
3.      Senang pergi pada pagi hari
4.      Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
5.      Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
6.      Berada di barisan belakang saat bepergian
7.      Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
8.     Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
9.      Berdo’a jika tiba waktu malam
10.  Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan
11.   Berdo’a ketika kembali dari bepergian
12.  Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at
13.  Mengundi istri-istrinya jika bepergian
14.  Shalat di atas kendaraan
15.   Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
16.  Mendo’akan orang yang ditinggal pergi
17.   Mendo’akan orang yang akan bepergian
18.  Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi

KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA
 1.       Senang berdoa dengan do’a yang ringkas
2.      Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
3.      Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
4.      Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
5.      Membaca do’a di pagi dan sore hari
6.      Membaca do’a di akhir majlis
7.      Membaca do’a saat keluar rumah
8.     Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil
9.      Berdoa jika memakai pakaian baru
10.  Berdo’a jika merasa sakit
11.   Berdo’a jika melihat bulna
12.  Memanjatkan do’a di saat sulit
13.  Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
14.  Berdo’a jika bertiup angin kencang

PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW
 1.       Selalu mengingat Allah di setiap waktu
2.      Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
3.      Selalu mendahulukan yang kanan
4.      Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
5.      Tidak menolak jika diberi minyak wangi
6.      Tidak pernah menolak hadiah
7.      Selalu memilih yang lebih mudah
8.     Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
9.      Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
10.  Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
11.   Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’
12.  Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
13.  Mengulang salam hingga tiga kali
14.  Turut mengerjakan pekerjaan rumah
15.   Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
16.  Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
17.   Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
18.  Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
19.  Tidak bohong dalam bergurau
20. Berdiri apabila melihat iringan jenazah
21.  Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
22. Buang air kecil dengan jongkok
23. Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting



http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Monday, January 25, 2016


Sahabat,…
Janganlah BERSEDIH, Jangan kamu BERPUTUS ASA Ketika KEMISKINAN
Menerpa Kehidupanmu. Walau serasa hidup ini tidak banyak memberi kamu pilihan, Tapi kamu harus tetap BERTAHAN dalam KEBENARAN dan teruslah berbuat KEBAIKAN, Kembalikan semua urusan kepada ALLAH SWT, BERSYUKURLAH dan BERSERAH DIRILAH. Lihat Bagaimana Junjungan Kita Rasulallah MUHAMMAD SAW menerima dan melewati KEMISKINAN dan KESUSAHAN yang dialaminya dalam hidupnya

1.    Rasulallah pernah hanya makan 1 keping roti sehari, air minum segelas dalam sehari dan perutnya diganjal dengan batu agar tidak terasa sakit perut. (Hemat tapi tidak bakhil)
2.    Rasulallah tidur di atas tikar kasar hingga punggungnya ngecap garis tikar. (Ini bisa jadi agar beliau selalu bisa terjaga untuk selalu bangun shalat malam)
3.    Rasulallah menjahit pakaiannya sendiri yang robek ( Bila pekerjaan itu mudah, dan bisa dikerjakan sendiri, mengapa harus membayar orang ?)
4.    Wajah beliau selalu tersenyum dan dimana saja menebarkan salam dan kedamaian serta kebaikan. (Gambaran bahwa pengusaha/­ manusia harus jujur agar selalu bisa tersenyum, dan menjalin tali silaturahim )
5.    Saat jamaah shalat Subuh menunggu di masjid , Rasulullah pergi memeriksa kamarnya karena khawatir masih ada uang yang belum dishodaqohkan. (Artinya Mencari diawali dengan Shalat subuh berjamaah di Masjid dan harus gemar berinfaq)
6.    Shalat Tahajud sampai kaki Rasulallah bengkak (Tetap bersyukur dan selalu berdoa pada Allah agar ditambah rezekinya)
7.    Berbuat baik pada saingan / kompetitor dengan bersaing secara sehat dan tetap menjaga kualitas produk atau dan pelayanan.

8.    Abdurrahman Bin Auf juga semua sahabat yang kaya raya, saat berhijrah ke Madinah, harus ikhlas tinggalkan kekayaannya di Mekah. Sampai di Madinah, Itulah tegarnya sahabat Nabi. Mereka percaya “Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan” Insya Allah…
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Wednesday, August 24, 2011



Kepribadian Nabi
Shallallahu `alaihi Wasallam

Penerjemah :
Team Indonesia
Murajaah : Abu Ziyad

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 – 2007

Kepribadian Nabi Shallallahu `alaihi Wasallam
Pada tulisan ini akan kami ketengahkan tentang kepribadian Nabi shallallahu `alaihiwasallam yang sangat mulia dengan mengambil keterangan dan dalil dari sunnah yang sahihah.
Diantara keterangan
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin


Keutamaan Nabi Rosulallah

Disusun Oleh:
Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry
Penerjemah : Team Indonesia
Murajaah : Abu Ziyad
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1429 – 2008

Fadhail Nabi rosulallah
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Tuesday, July 19, 2011

Satu Hari
Bersama Kekasihmu Rosulallah saw

Disusun Oleh : Aiman Abdul Aziz Aba Numi
Tarjamah : Team Indonesia
Murajaah : Abu Ziyad
يوم مع حبيبك

الفريق الإندونيسي

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 – 2007

1 Satu Hari Bersama Rasulullah saw

Segala puji bagi Allah I yang telah menjadikan jalan mencintai-
Nya tergantung dengan mengikuti kekasihnya Muhammad saw, Allah swt
berfirman:
[ قُلْ إِن كُنتم تحِبونَ اللهَ فَاتبِعونِي يحبِب ُ ك م اللهُ ويغفِر َل ُ كم ذُنوب ُ كم واللهُ غَُفور رحِيم ]

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah
aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu".
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ali Imran: 31)
Dan Dia I menjadikan iman tertolak dari orang yang mengutamakan
cinta kepada seorang makhluk melebihi kecintaan terhadap Nabi

Muhammad r, beliau bersabda:

" لاَ يؤمِ ن َأح د ُ كم حتى َأ ُ كونَ َأح ب إِلَيهِ مِن والِدِهِ وولَدِهِ والناسِ َأجمعِين "

"Tidak beriman (sempurna) seseorang dari kalian, sehingga aku lebih
dicintainya dari pada ayahnya, anaknya, dan manusia sekalian."

Shalawat serta salam yang paling sempurna semoga tetap tercurah
kepada Nabi yang terpilih, pemberi petunjuk pilihan, lampu yang
menerangi, da'i yang memberi kabar gembira, rahmat yang diberikan,
dan nikmat yang tercurah, semoga Allah I selalu memberi rahmat
dan kesejahteraan kepada beliau selama masih berganti malam dan
siang, semoga rahmat Allah I tercurah kepada beliau selama tetap
berzikir orang-orang yang berzikir, dan semoga Allah I telah
memberikan rahmat kepada beliau sebanyak titik hujan, daun
pepohonan, biji kerikil dan batu, serta terhadap keluarganya yang
bersih, kalangan Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari pembalasan, Amma ba'du:

Sesungguhnya seorang muslim yang benar pasti akan merasa
rindu kepada kekasihnya Muhammad saw dan berangan-angan
andaikan dia termasuk diantara para sahabatnya, duduk kepada
Nabi saw, memenuhi kedua matanya dari cahaya wajahnya yang mulia,
mendengarkan pembicaraannya yang manis, melihat akhlaknya yang
menarik hati, dan berdiri di atas ibadahnya kepada Rabb, kendati
untuk mendapatkan hal itu ia harus memberikan segala miliknya,
berdasarkan sabda Nabi saw:

" مِن َأش د ُأمتِي لِي حبا ناس ي ُ كونونَ بعدِي يو د َأح د هم َلو رآنِي بِأَهلِهِ ومالِهِ "

"Termasuk umatku yang paling mencintaiku adalah orang-orang yang
ada sesudahku, salah seorang dari mereka berkeinginan andaikan dia
bisa melihatku dengan keluarga dan hartanya."

Karena itulah kondisi para tabi'in merasakan yang seperti demikian:
- Ibnu Sirin rahimahullah berkata kepada 'Ubaidah bin 'Amr
rahimahullah: (kami mempunyai sedikit rambut Nabi r dari Anas
bin Malik t. Ubaidah berkata: Adanya satu rambut darinya
disisiku lebih aku cintai daripada dunia dan segala isinya.)3 adz-
Dzahabi berkata ketika memberikan komentar: (Ucapan seperti ini
dikatakan imam ini lima puluh tahun setelah Nabi r wafat, maka
apakah yang akan kita katakan dimasa sekarang jikalau kita
menemukan sebagian rambut beliau dengan sanad yang kuat?..)
yang mana jika tanpa ketetapan hal itu tentu menjadi kacau. Dan
adz-Dzahabi juga berkata: (Dan disebutkan dalam riwayat yang
shahih bahwa Nabi r tatkala menggundul rambutnya, beliau
membagikan rambutnya yang suci kepada para sahabatnya,
sebagai kemuliaan untuk mereka dengan hal itu). Betapa
bahagianya jika aku dapat mengecup satu helai rambut darinya.

- Jubair bin Nufail rahimahullah berkata: Pada suatu hari kami
duduk bersama al-Miqdad bin al-Aswad t, tatkala seorang lakilaki
melewatinya dia berkata: Alangkah beruntungnya kedua mata
orang ini yang telah melihat Rasulullah r, sungguh kami sangat
berkeinginan untuk dapat melihat seperti apa yang pernah engkau
lihat dan dapat menyaksikan seperti apa yang pernah engkau saksikan.

- Tsabit al-Bunani rahimahullah apabila melihat Anas bin Malik t,
pelayan Rasulullah r, beliau datang menghampiri dan mengecup
tangannya seraya berkata: Sesungguhnya ia adalah tangan yang
pernah menyentuh tangan Rasulullah r. Demikian pula yang
dilakukan oleh Yahya bin al-Harits rahimahullah terhadap
Watsilah bin al-Asqa` t, dan sebagian tabi'in terhadap Salamah
bin al-Akwa' t, mereka mengecup tangan yang pernah dipergunakan untuk membai'at Rasulullah saw.

- al-Hasan al-Bashri rahimahullah bercerita tentang kisah batang
kurma yang Rasulullah r berkhuthbat di atasnya, kemudian
beliau meninggalkannya setelah membuat mimbar, lalu batang
kurma itu merintih, dan didengarlah darinya suara seperti suara
unta betina yang anaknya diambil darinya, sehingga semua orang
yang berada di dalam masjid mendengar, kemudian Nabi r
meletakkan tangan diatasnya, maka iapun berhenti dari merintih.4
al-Hasan al-Bashari apabila menceritakan hadits ini, ia berkata:
Wahai sekalian kaum muslimin batang kayu merintih kepada
Rasulullah r karena rindu bertemu dengan beliau, maka
sesungguhnya kalian semua lebih berhak untuk merasa rindu kepada beliau.

- Dan perkara mereka tidak berhenti hanya dalam batas cinta saja,
bahkan terus kepada mengamalkan sunnahnya dan mengikutinya,
sehingga mereka mendapatkan yang mereka tidak sempat
dapatkan dari Rasulullah r. Abu Muslim al-Khaulani rahimahullah
berkata: (Apakah para sahabat Nabi r mengira bahwa mereka
mendapat keutamaan dengan beliau tanpa kami (para tabi'in),
demi Allah kami akan bersaing dengan mereka atasnya, sampai
mereka menyadari bahwa mereka telah meninggalkan di belakang
mereka para tokoh), Abu Muslim menolak bahwa ia lebih
mengutamakan sahabat dengan Rasulullah r dan ia ingin
bersaing dengan mereka dalam mencintai beliau r. Sungguh ia
telah mendapatkan makna persaingan yang mulia, dan
sesungguhnya tidak ada keutamaan terhadap orang lain dalam
permasalahan ibadah dan ketaatan, dan sesungguhnya
persaingan adalah persaingan keutamaan dan sifat. Barang siapa
yang tidak beramal niscaya nasibnya tidak akan bisa membantu
dirinya, sebagaimana yang mereka katakan: (Apabila engkau
melihat seseorang bersaing denganmu dalam urusan dunia, maka
saingilah dia dalam urusan akhirat, sedangkan jika engkau
merasa mampu untuk menjadikan tidak ada seorangpun yang
mendahuluimu kepada Allah I maka lakukanlah).

- Salafushshalih setelah generasi mereka sangat bersemangat dalam
mengikuti sunnah yang berhubungan dengan perkara kecil dan
besar, Imam Ahmad rahimahullah berkata: (Aku tidak pernah
menulis hadits kecuali apabila benar-benar telah
mengamalkannya, sehingga lewat denganku satu hadits bahwa
Nabi r berbekam dan memberikan kepada Abu Thaibah satu
dinar, maka aku memberikan kepada tukang bekam satu dinar
setelah aku berbekam). Pada kesempatan lain Imam Ahmad
rahimahullah berkata: (Jika engkau mampu untuk tidak
menggaruk kepala kecuali dengan adanya atsar maka lakukanlah
ia). Semua itu tidak lain kecuali karena kesempurnaan sifat
kemanusiaan beliau r dalam segala hal, sebagaimana yang
dikatakan oleh an-Nawawi rahimahullah: (jika anda melihat sifat
lahiriyah beliau, maka ia adalah keindahan yang tidak ada
keindahan sesudahnya, apabila anda melihat akhlak dan
perilakunya r, maka akan anda dapati suatu kesempurnaan yang
tidak ada kesempurnaan sesudahnya, dan apabila anda melihat
kepada kebaikan dan keutamaannya terhadap semua manusia
dan terhadap kaum muslimin secara khusus, maka anda akan
mendapati kesempurnaan yang tidak ada kesempurnaansesudahnya).

Tidak disangsikan lagi bahwa di antara nikmat terbesar adalah:
seorang hamba diberikan rizqi untuk mencintai beliau r, seperti yang
dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah: (Apabila benar dalam hal itu –
maksudnya hamba benar dengan sepenuh hatinya dan bisikan
nuraninya diatas kehendak Rabb-Nya – niscaya ia telah diberikan
rizqi untuk mencintai Rasulullah r, ruhaniyahnya menguasai
hatinya, maka ia menjadikan beliau sebagai imam, pendidik, guru,
syaikh, dan panutannya, sebagaimana Allah I telah menjadikannya
sebagai nabi dan rasul-Nya, serta memberi petunjuk kepadanya,
sehingga ia mempelajari sirah (riwayat hidup)nya, dasar-dasar
perkaranya, tata cara turunnya wahyu kepadanya, dan mengenal
sifat, akhlak, serta adabnya r dalam gerak dan diam diri, saat jaga
dan tidur, tatkala beribadah, serta dalam pergaulannya bersama
keluarga dan para sahabatnya, sehingga jadilah beliau r seolah-olah
selalu bersamanya, sebagai bagian dari sahabatnya r(Madarijus Salikin 3/268).

Alangkah indahnya jika anda dapat hidup satu hari bersama
kekasihmu r, mengikutinya dalam setiap ucapan dan perbuatan,
serta mengikuti petunjuknya dalam segala hal, bahkan anda akan
merasakan kebahagiaan yang menyelimuti, bagaimana tidak??
Sedangkan anda dapat mengikuti makhluk terbaik dan berpanutan
denganya, seolah-olah anda melihatnya r berada di
depanmu..cobalah.. dan anda akan melihat hasilnya, aku berharap
bahwa hari-hari anda setelah itu akan selalu bersama kekasihmu Muhammad saw.

Perhatian: Tidak diperbolehkan untuk menentukan satu hari karena
meyakini adanya keutamaan khusus padanya yang tidak ada dalam
nash, akan tetapi pilihlah hari apapun sebagai permulaan
persahabatan dengan izin Allah. Dan sebelum kami meneruskan
bersama hari-harinya beliau r, kita harus mengenal terlebih dahulu
akan sifat lahiriyahnya.

Gambaran sifat lahiriyah Rasulullah saw
Rasulullah r berperawakan sedang, jauh di antara dua
pundaknya, mempunyai rambut yang mencapai daun telinga, dan
beliau r manusia yang paling baik wajah dan paling santun
akhlaknya.5 Beliau tidak berperawakan tinggi yang mencolok dan
tidak pula pendek, berkulit tidak terlalu putih (seperti wajah bule,
bangsa Eropa) dan tidak pula terlalu coklat (atau hitam), rambut
beliau tidak terlalu keriting dan tidak pula terlalu lurus terurai.6
Beliau adalah manusia yang paling baik rupanya, putih dan bermuka
manis,7 seolah-olah dicelup dari perak (ash-Shahihah karya Syaikh
al-Albani). Beliau berwarna berkilau, keringatnya bagaikan mutiara,8
rambut jenggotnya banyak.9 Jabir bin Samurah t pernah ditanya:
Apakah wajah Nabi r seperti pedang? Ia menjawab: (Bahkan seperti
matahari dan bulan, dan berbentuk bundar)10, Mulut beliau besar,
panjang belahan mata, sedikit daging tumitnya.11 Putih, manis,
sederhana,12 tidak gemuk, tidak kurus, tidak terlalu tinggi, dan tidak
rendah, besar kedua tangan dan kakinya, serta terurai kedua telapak
tangannya.13 Anas t berkata: (Aku tidak pernah menyentuh kain
sutera yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah r, dan
aku tidak pernah mencium aroma minyak kesturi yang lebih wangi
daripada Rasulullah r)14, bahkan keringat beliau dikumpulkan dan
diletakkan dalam botol untuk dijadikan winyak wangi yang paling
wangi.15
Tibalah saat memasuki hari bersama Nabi saw secara ringkas,
berpegang kepada riwayat yang shahih menurut Muhaddits
kontemporer Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah,
yang terdapat dalam riwayat kutubussittah kecuali jarang sekali.
Petunjuk Nabi r saat bangun dari tidur, wudhu, dan shalatnya r.
Apabila Rasulullah r bangun dari tidurnya, beliau membaca:

" َالْحم د للهِ الَّذِي َأحيانا بعد ما َأماتنا وإِلَيهِ الن شو ر "

"Segala puji bagi Allah I yang menghidupkan kami setelah mematikan
kami, dan kepada-Nyalah kembali"16
Beliau memulai dengan bersiwak17 dan terkadang membaca:

[ إِنَّ فِي خلْقِ ال سماواتِ واْلأَرضِ واختِلاَفِ الَّيلِ والنهارِ لآَياتٍ لأُولِي اْلأَلْبابِ ]

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal" (QS. Ali Imran:190)
Hingga akhir surah Ali Imran18, kemudian beliau berwudhu secara sempurna
Apabila memasuki kamar kecil, beliau membaca:

" َالّل ه م إِني َأ عو ُ ذ بِك مِن الْ خبثِ والْخبائِثِ "

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan
syetan laki-laki dan syetan perempuan"

Dan apabila keluar dari kamar kecil, beliau membaca:

" غُفْرانك "

"(Aku mengharapkan) ampunan-Mu (ya Allah)"

Terkadang beliau beristinja dengan air,22 dan terkadang dengan tiga
buah batu pada saat yang lain,23 dan kadang kala beliau
menggabungkan di antara keduanya. Saat intinja beliau bersembunyi
(dari pandangan orang), tidak kencing sambil berdiri24 kecuali sangat
jarang sekali.25
Apabila berwudhu, beliau sederhana dalam memakai air dan
memulai dengan membasuh kedua tangannya tiga kali,26 kemudian
berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung sebanyak tiga kali
dengan tiga sidukan, setiap siduk setengah untuk mulut dan
setengah untuk hidung,27 dengan cara memasukkan air ke hidung
dengan tangan kanan dan mengeluarkan dengan tangan kiri, dan
beliau memerintahkan agar bersungguh-sungguh dalam
memasukkan air ke hidung, selama tidak dalam keadaan berpuasa.28
Kemudian membasuh wajah sebanyak tiga kali29, dimulai dari tempat
tumbuh rambut kepala hingga jenggotnya, dan terkadang menyelanyelanya.
30 Kemudian beliau membasuh kedua tangannya dari ujung
jemarinya hingga siku sebanyak tiga kali.31 Dan beliau menganjurkan
untuk menyela-nyela jemari.32 Kemudian mengusap kepalanya
dengan kedua tangan, memulai dari bagian depan kepala hingga
tengkuknya, kemudian mengembalikan keduanya ketempat yang
beliau memulai darinya.33 Kemudian mengusap kedua telinga, luar
dan dalamnya.34 Kemudian beliau membasuh kedua kaki hingga dua
mata kaki sebanyak tiga kali.35

Nabi r bersabda:

" ما مِن ُ كم مِن َأحدٍ يتو ضأُُ فَيسبِ ُ غ الْ و ضوءَ ُث م يُقو ُ ل: "َأشه د َأنْ لاَ إِلَه إِلاَّ اللهُ وحده لاَ شرِيك َله
وأَشه د َأنَّ مح مدا عب ده ور سوله" إِلاَّ فُتِحت َله َأبوا ب الْ جنةِ الثَّمانِيةِ يد خ ُ ل مِن َأيهِما شاءَ "

"Tidak ada seorangpun dari kalian yang berwudhu, lalu ia
menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca: (Aku bersaksi
bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah I saja, tidak ada
sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya) melainkan akan dibukakan untuknya pintu-pintu
surga yang delapan, dia dapat masuk dari manapun yang dia kehendaki"
Dan beliau menambah bacaannya:

" َالّل ه م اجعلْنِي مِن الت وابِين واجعلْنِي مِن الْ متطَ هرِين "

"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang bertaubat
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci"37
Rasulullah r bersabda: "Apabila seorang hamba yang muslim atau
mukmin berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari
wajahnya setiap kesalahan yang ia memandang kepadanya dengan
kedua matanya bersama air, atau bersama tetesan air yang terakhir,
apabila ia membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua
tangannya setiap kesalahan yang disentuh oleh keduanya bersama
air, atau bersama tetesan air yang terakhir, apabila ia membasuh
kedua kakinya, keluarlah setiap kesalahan yang dijalani kedua
kakinya bersama air, atau bersama tetesan air yang terakhir,
sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa"
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

iphone

Space Ad

Template Presentasi Skripsi Powerpoint 250x250

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email