>>>Selamat Datang :::: Simak berbagai info menarik +++ Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email prabawa08s@gmail.com >>> Info pemasangan iklan by email atau SMS ke +6285217365999 ::: Terima kasih atas Kunjungannya dan semoga Bermanfaat <<<<
Showing posts with label Dzikir. Show all posts
Showing posts with label Dzikir. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Amalan Doa Cepat Kaya Terbukti Dalam 7 Hari 7 Malam Tanpa Tirakat

Menjadi orang kaya, mapan, sukses dan bergelimang harta adalah impian setiap orang yang tak dapat dipungkiri lagi. Harta kekayaan memang bukan segalanya, tapi dengan harta kita bisa membeli apa saja mencukupi kebutuhan hidup baik primer, maupun sekunder. 

Bukan sebagai tanda kebahagiaan, tapi harta juga menjadi alasan orang bisa bahagia dengan memiliki barang-barang yang ia idamkan. Nah, apabila anda ingin segera mendapatkan kekayaan tanpa harus melakukan pesugihan maka anda harus tahu doa cepat kaya yang akan kami
informasikan kepada Anda berikut ini.

Sebuah doa dan amalan yang dilakukan dengan istiqomah maka akan memiliki
kekuatan spiritual yang tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk mengabulkan suatu hajat. Misalnya, anda yang istiqomah mengamalkan surat Al Falaq setiap harinya maka anda akan mendapatkan perlindungan dari yang Maha Kuasa dari segala bahaya dan niat jahat seseorang. Termasuk juga doa cepat kaya yang akan kami sampaikan dalam artikel ini, dimana jika anda mengamalkannya secara konsisten dan istiqomah, kekayaan lah yang akan anda dapatkan dengan mudah.

Bukan sebuah doa pesugihan namun lebih kepada doa pelancar rezeki.
Barang siapa yang mengamalkannya, Insya Allah rezeki lancar, usaha sukses dan mudah dalam mencari
uang tentunya dengan cara halal serta berkah. Nah, bagaimana bunyi doa
cepat kaya beserta tata cara mengamalkannya? Mari simak selengkapnya!

Doa Cepat Kaya Untuk Membuka Pintu Rezeki

  * Bangunlah sekitar pukul 12 malam atau di atas pukul 12 malam
  * Ambillah air wudhu
  * Lakukan sholat tahajud 2 rakaat dan solat hajad 2 rakaat saja
  * Setelah salam, Baca Ya Goniyyu x 1.111 (lakukan dalam kondisi mata
    anda tertutup dan bayangkan anda sedang membawa uang banyak, rezeki
    lancar, anda menjadi sukses, punya mobil mewah, dapat membantu anak
    yatim, membantu fakir miskin dan lain sebagainya)
  * Lakukanlah amalan doa cepat kaya ini selama 7 malam berturut turut
  * Setelah wirid, Tutuplah dengan doa di bawah ini :

*ALLOHUMMA AGNINI BI HALALIKA ‘AN HAROMIKA WA BIFADLIKA AMMAN SIWAKA*

Artinya :

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram. Kayakanlah aku dengan nikmat-Mu sehingga aku tidak meminta kepada selain-Mu”.

Itulah amalan doa cepat kaya.Semoga bermanfaat untuk anda, dan insya Allah jika anda berniat serius
mengamalkan dan istiqomah melakukannya maka anda akan mendapatkan banyak rezeki. Amin.

===================

2 Amalan Mustajab 

Kaya Raya Secepat Kilat

99% penduduk yang ada didunia ini pasti sangat menginginkan memiliki banyak harta, segala kebutuhan terpenuhi, semua yang diinginkan mudah tercapai tanpa harus banyak bekerja keras. 

Secara logika semua itu mustahil tanpa adanya kerja keras, anda tidak akan mejadi kaya dengan duduk menonton tv 24 jam, bahkan Allah telah menyampaikan dalam Al Qur'an bahwa Allah tidak
akan merubah suatu nasib kaum sehingga kaum itu sendiri yang berusaha merubah nasibnya.

Semua orang yang sukses yang pernah anda lihat yang pernah kita tahu,,,
mereka juga dulunya berjuang mati-matian untuk menggapai posisi sukses tersebut, namun untuk mempermudah kita mencapai kesuksesan tersebut
adalah dengan berdoa memohon kepada Allah SWT agar rezeki kita di lipatgandakan setiap harinya karena hanya Dialah Dzat Yang Maha Kaya dari segalanya, Dia Maha Pemilik segalanya maka dari itu sudah sewajarnya kita meminta kepada Allah Yang Maha Kaya dari semua yang ada di alam semesta ini.

Misalnya seperti ini ketika kita bekerja di sebuah perusahaan, maka kita
akan mendapat gaji sesuai dengan apa yang kita kerjakan dan ketika kita
bisa menarik hari atasan kita atau bos bisa jadi gaji di naikkan, dapat
hadiah mobil, dapat THR, dan lain sebagainya. Begitu juga dalam hal
rezeki kita harus bisa menarik hati sang pemilik rezeki agar sayang
kepada kita dengan cara melaksanakan semua perintahnya, menjauhi semua
larangannya dan banyak-banyak meminta kepada Allah SWT.

1. Rutin Membaca Surat Al Waqiah

Amalan yang pertama ialah yang mana jika rutin di amalkan Insya Allah tidak akan pernah di timpa kefakiran dan dimudahkan rezekinya, cara mengamalkannya yaitu setiap pagi selesai sholat subuh baca sebanyak 41 kali, Insya ALlah segala hajat yang berhubungan dengan rezki akan
dimudahkan serta dilancarkan kedatangannya.

2. Rutin Membaca Ya Ghoniyyu Ya Mughini

Amalan yang kedua ini merupakan amalan yang sangat mustajab dan sudah banyak orang yang mengamalkannya, cara mengamalkannya yaitu dengan membaca wirid tersebut di atas sebanyak 1000 kali pada waktu selesai sholat tahajud dan sholat hajat di malam hari, maka Insya Allah apapun segala sesuatu yang berhubungan dengan rezeki akan dimudahkan datangnya.

2 amalan di atas harus didasari dengan niat karena Allah dan jangan lupa juga sebisa mungkin untuk menghidari hal-hal yang mendatangkan dosa baik yang kecil apalagi yang besar dan terakhir jangan lupa bersedekah semampunya saja sesuai dengan kantong masing-masing.

Sampai di sini saja sedikit ilmu yang dapat saya sampaikan mengenai 2 Amalan Mustajab Kaya Raya Secepat Kilat dan ingat segala sesuatu itu butuh proses tidak ada yang instan secepat kilat untuk mendapatkannya.
Salam sukses.

=================

3 Dzikir Agar Cepat Kaya Raya Paling Mustajab

Khasiat dan manfaat dari membaca doa dzikir asma (Ya Mughini) adalah untuk memperoleh kekayaan yang melimpah atas Kehendak Allah SWT. Amin.

Amalan doa dzikir ini kami ambil dan kami rangkum dari Asmaul Husna (Sifat-sifat Allah). Saya mempercayai bahwa Allah sangat mencintai dan menyayangi para hamba-Nya yang bersedia tulus ikhlas dan kekal untuk mengamalkan dzikir asma Allah tersebut. sebenarnya setiap Azma Allah memiliki kekuatan dan fadhilah yang sangat bagus sekali apabila kita menyakininnya.

Bagi anda yang ingin agar cepat kaya dan memperoleh kekayaan rezeki melimpah. Maka cobalah mulai sekarang anda kekal selalu mewiridkan doa dzikir asma (Ya Mughini) ini. dan yakin dan percaya Allah akan mengabulkan maksud dan tujuan anda atas kehendak-Nya. 

Selain berdizikir dan berdoa, tentu tidak lupa juga untuk selalu tetap rajin bekerja serta berusaha untuk mencari rezeki itu. Tidak berarti hanya berdoa dan berdzikir saja tanpa berusaha. Dan ingatlah bahwa rezeki tidak akan datang begitu saja tanpa anda melakukan sesuatu seperti berusaha dan bekerja.

Lantas bagaimana cara agar memperoleh kekayaan rezeki untuk cepat kaya raya ? hal tersebut sudah kami jelaskan diatas. selain rajin bekerja dan berusaha. Tentu kita juga selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya.

Percayalah rezeki datangnya dari Allah SWT. Maka yakinlah dengan kekuatan dan fadhilah dari asma (Ya Mughni) ini, maka maksuda dan tujuan anda akan tercapai. Amin. Adapun caranya sebagai berikut.

AL MUGHNI artinya Maha Memberi Kekayaan

Percayalah bahwa Allah akan memberikan kelebihan kekayaan-Nya kepada siapa saja yang di kehendaki-nYa. Maka dari itulah kita sebagai hambanya selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya.

Bacaan doa dzikir :

Ya Mughini Ya Mughini Ya Mughini Ya Mughini . . . dan Seterusnya.

Cara mengamalkan :

1. Apabila anda ingin mendapatkan kekayaan dari Allah. Maka cobalah
selalu rajin untuk mewiridkan doa dzikir asma (Ya Mughini) sebanyak
minimal 1000 kali setiap hari (istiqomah) lebih bagus jika sesudah
shalat. InsyaAllah akan dikurniakan kekayaan oleh Allah. Karena Allah
Maha Memberi kekayaan.

2. Barang siapa yang mau menwiridkan membaca lafadz (Ya Mughini)
sebanyak-banyaknya selama 40 hari lamanya. InsyaAllah akan dimudahkan
segala urusanya di bidang mencari rezeki. Adapun caranya sebagai berikut :

Bacalah Ya Mughini setiap pagi hari sebanyak-banyaknya. Dan setelah
selesai membaca kemudian dilanjutkan membaca surat Adh Dhuha :

1.    Wadhdhuhaa

2.    Wallayli idzaa sajaa

3.    Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa

4.    Walal-aakhiratu khayrul laka mina l-uulaa

5.    Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa

6.    Alam yajidka yatiiman faaawaa

7.    Wawajadaka daallan fahadaa   

8.    Wawajadaka 'aa-ilan fa-aghnaa

9.    Fa-ammaa lyatiima falaa taqhar

10.   Wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar

11.   Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits

lalu diakhiri membaca doanya dibawah ini :

“Allahumma Bisirri ’Alal Yusril Ladzii Yassartahuu’ Alaa Katshii-Rim Min
‘Ibaadika Wa Aghitsnii Bifadl Lika ‘Am-Man Siwaaka Wawazibun ‘Alaihhi”
cobalah maka insyaAllah anda berhasil.

AL GHANIYYU Yang Artinya Maha Kaya

Bacaan doa dan dzikir :

Ya Ghaniyyu Ya Ghaniyyu …….. dan Seterusnya.

Cara Mengamalkan :

3. Apabila kita menginginkankaya harta serta jiwa, cobalah untuk selalu berusaha dan senantiasa membacasecara istiqomah denganwirid dzikir Ya Ghaniyyu sebanuak 1007 kali setiap selesai sholatwajib lima waktudengan kesabaran untuk mengamalkan hingga berhasil.

Itulah pembahasan kami tentang doa dzikir untuk kekayaan dari amalan asma (Ya Mughini) sekarang ini. semoga amalan dzikir diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca. demikian tentang Dzikir agar cepat kaya raya paling mustajab.

Semoga Bermanfaat

=======***=======

http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Sunday, December 6, 2015

50 Manfaat Doa dan Dzikir


Manfaat do'a dan dzikir banyak sekali, bisa mencapai seratus lebih. Kami sebutkan sebagian di antaranya:

1.     Mendatangkan keridhaan Allah سبحانه و تعالي.
2.     Mengusir syaitan, menundukkan dan meng­enyahkannya.
3.     Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati.
4.     Mendatangkan kegembiraan dan ketenteraman (di dalam) hati.
5.     Menguatkan hati dan badan.
6.     Membuat hati dan wajah berseri.
7.     Melapangkan rizki.
8.     Menimbulkan karisma dan rasa percaya diri.

9.     Menumbuhkan rasa cinta yang merupakan ruh Islam, menjadi inti agama, poros   kebahagiaan dan keselamatan. Dzikir merupakan pintu cinta, dan jalan untuk itu sangat agung dan lurus.

10. 
 Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya di­awasi, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan. Dia beribadah kepada Allah dan Allah melihat dirinya secara langsung. Tetapi orang yang lalai untuk berdzikir tidak akan sampai kepada kebajikan, sebagaimana orang yang hanya duduk saja, tidak akan sampai ke tempat tujuan.

11.  Membuahkan ketundukan, yaitu berupa ke­pasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi dia lebih banyak kembali kepada Allah dengan cara menyebut Asma'-Nya, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allah dengan hatinya, sehingga Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat ber­gantung tatkala senang dan mendapat bencana atau musibah.

12. 
 Membuahkan kedekatan kepada Allah. Se­berapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya kepada Allah, dan seberapa jauh ia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu jarak yang memisah­kannya dengan Allah.

13. 
 Membukakan pintu yang lebar dari berbagai pintu ma'rifat.[1] Semakin banyak dia berdzikir, maka semakin lebar pintu ma'rifat yang ter­buka baginya.

14.  Menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan memuliakan-Nya.

15. 
 Membuatnya selalu ingat Allah, sebagaimana Allah berfirman: 
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 152).

16.  Membuat hati menjadi hidup.
 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
"Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan  terjadi pada ikan seandai­nya ia berpisah dengan air?"

17. 
 Dzikir merupakan santapan hati dan ruh. Jika hati dan ruh kehilangan santapannya, maka sama dengan badan yang tidak mendapatkan santapannya. Suatu kali, kami (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah) menemui Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang sedang melaksanakan shalat Shubuh. Seusai shalat, ia berdzikir kepada Allah hingga hampir tengah hari. Pada saat itu, ia menoleh ke arahku seraya berkata:
"Inilah santapanku, andaikan aku tidak mendapatkan santapan ini, tentu kekuatanku akan hilang."


Syaikhul Islam juga pernah berkata kepada kami:
"Aku tidak akan meninggalkan dzikir, kecuali dengan niat memang itulah yang di­kehendaki oleh jiwaku atau karena aku ingin istirahat. Istirahat ini artinya persiapan bagiku untuk melakukan dzikir berikutnya."

18.  Membersihkan hati dari karatnya.
 Segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedangkan untuk mem­bersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar.

19. 
 Menghapus kesalahan dan menghilangkannya. Dzikir merupakan kebaikan yang paling agung. Sementara kebaikan dapat menyingkirkan keburukan.

20. 
 Menghilangkan kerisauan dalam hubungan antara dirinya dengan Allah. Orang yang lalai tentu akan dihantui kerisauan antara dirinya dengan Allah, yang tidak bisa dihilangkan ke­cuali dengan dzikir.

21. 
 Takbir (اللَّهُ أَكْبَرُ), tasbih (سُبْحَانَ اللهِ), tahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ) dan tahlil (وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ) yang diucap­kan hamba saat berdzikir akan mengingatkan­nya saat dia ditimpa kesulitan.

22.  Hamba yang mengenal Allah سبحانه و تعالي dengan cara berdzikir di saat lapang, menjadikan dirinya tetap mengenal-Nya saat menghadapi kesulitan, dan Dia akan mengenalnya disaat ia mengalami kesulitan.

23.  Berdzikir kepada Allah merupakan benteng yang kokoh dari keburukan-keburukan dunia dan akhirat, serta menyelamatkan diri dari adzab Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Mu'adz bin Jabal رضي الله عنه dan dia memarfu’kannya:
"Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allah  selain dari dzikir kepada-Nya." [2]

24.  Menyebabkan turunnya ketenangan, datang­nya rahmat dan para Malaikat mengelilingi orang yang berdzikir, sebagaimana yang di­sabdakan oleh Nabi [3] صلي الله عليه وسلم

25. 
 Dzikir menyibukkan lisan dari melakukan ghibah, adu domba, dusta, kekejian dan kebathilan.
Sudah selayaknya bagi seorang hamba ketika berbicara atau berkata hendaknya berkata yang baik atau diam. Ia harus menjauhkan
 ghibah (membicarakan aib orang lain), dusta (bohong), menghasut, berkata-kata yang keji, memfitnah dan hal-hal yang diharamkan Allah. Oleh karena itu dia harus membersihkan lisannya dengan banyak berdzikir.
Siapa yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari ke-bathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun, siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

26.  Majelis dzikir merupakan majelis para Malaikat, sedangkan majelis kelalaian dan permainan me­rupakan majelis syaitan. Hendaklah seorang hamba memilih, mana yang lebih dia sukai dan yang lebih dia prioritaskan (utamakan). Karena dengan begitulah dia akan menentukan tempat di dunia dan di akhirat.

27. 
 Malaikat akan selalu memintakan ampun ke­pada Allah bagi orang-orang yang berdzikir. Dan banyak berdzikir membuat seseorang terhindar dari sifat nifaq.

28.  Dengan berdzikir kepada Allah, maka pelaku­nya akan merasa bahagia, begitu pula dengan orang yang dekat dengannya. Dialah orang yang senantiasa mendapatkan barakah. Tapi orang yang lalai, dia akan senantiasa gundah karena kelalaiannya, begitu pula orang yang dekat dengannya.

29.  Dzikir memberikan rasa aman dari penyesalan di hari Kiamat, karena majelis yang di dalam­nya tidak terdapat dzikir kepada Allah, maka akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat.

30. 
 Berdzikir kepada Allah sambil meneteskan air mata dikala sendiri, akan menjadi per­lindungan bagi pelakunya dari panas matahari di padang Mahsyar pada hari Kiamat, karena dia dilindungi oleh 'Arsy Allah. Sementara orang lain yang tidak berdzikir kepada Allah, akan tersengat oleh panasnya matahari pada saat itu.

31. 
 Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab, gerakan lidah merupakan gerakan anggota badan yang paling ringan dan paling mudah.[4]

32. 
 Dzikir merupakan tanaman Surga, sebagai­mana yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, Rasu­lullah صلي الله عليه وسلم bersabda:
"Pada malam aku di isra'-kan, aku bertemu Ibrahim
 al-Khaliil, seraya berkata kepadaku: 'Hai Muhammad, sampai­kanlah salamku kepada umatmu dan beritahu-kanlah kepada mereka bahwa Surga itu bagus tanahnya, segar airnya dan bahwa Surga itu merupakan kebun, sedangkan tanamannya adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Mahasuci Allah, segala puji milik-Nya, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah dan Allah Mahabesar." [5]

Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan gharib [6]. Dia juga meriwayatkan dari Abu az-Zubair, dari Jabir, dari Nabi صلي الله عليه وسلم beliau ber­sabda: "Barangsiapa mengucapkan:


سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
'Mahasuci Allah, aku memuji-Nya', maka di­tanamkan baginya pohon kurma di Surga." Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan shahih. [7]

33.  Pemberian dan karunia yang dilimpahkan karena dzikir ini tidak pernah dilimpahkan karena amal yang lain. Di dalamash-Shahihain (Shahih al-Bukhari
 dan Shahih Muslim) disebut­kan, dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa mengucapkan:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

'Tidak ada AIlah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.' (Sebanyak) seratus kali dalam sehari, maka dia mendapat pahala seperti pahala membebaskan sepuluh budak wanita, ditetapkan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan dan hal itu menjadi perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga petang hari, dan tidak ada seseorang yang membawa sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dibawa oleh orang itu, kecuali orang yang melakukannya lebih banyak lagi." [8]

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dia berkata: "Rasu­lullah صلي الله عليه وسلم
 bersabda: 'Aku mengucapkan:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
'Mahasuci Allah, segala puji milik-Nya, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah dan Allah Mahabesar,' lebih kusukai daripada terbitnya matahari." [9]

Dari Tsauban, bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang pada pagi dan sore hari me­ngucapkan:


رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
'Aku ridha kepada Allah sebagai Rabb-ku, ke­pada Islam sebagai agamaku, dan kepada Mu­hammad sebagai Rasulku,' maka ada hak atas Allah untuk meridhainya." [10]

Rasulullah juga bersabda: "Barangsiapa yang masuk pasar seraya mengucapkan:


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
'Tiada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kekuasaan dan pujian, Yang menghidupkan dan mematikan, Dia hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Mahaber-kuasa atas segala sesuatu,' maka Allah menetap­kan baginya sejuta kebaikan, menghapus se­juta kesalahan dan meninggikan baginya sejuta derajat." [11]

34. 
 Terus-menerus  berdzikir  kepada Allah  mem­buat  hati  seseorang  tidak melalaikan Allah, dan lalai  mengingat  Allah  menjadi  sebab penderitaan hamba di dunia dan di akhirat. Siapa saja yang melalaikan Allah, maka ia akan lalai terhadap dirinya dan kemaslahatannya dan ia akan binasa. Allah سبحانه و تعالي berfirman:
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)

"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkan-nya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Ber­katalah ia, Ya Rabb-ku, mengapa Engkau meng­himpunku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah orang yang melihat? 'Allah berfirman: 'Demikianlah, telah datang kepada­mu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupa­kan.'" (QS. Thaahaa: 124-126).

Artinya, engkau dilupakan dalam kubangan adzab, sebagaimana engkau melupakan ayat-ayat-Ku dan tidak mau mengamalkannya. Berpaling dari mengingat Allah juga mem­buatnya berpaling dari mengingat apa yang diturunkan-Nya atau mengingat apa yang di­turunkan Allah di dalam Kitab-Nya. Akibat­nya lebih lanjut, dia lupa terhadap hal-hal yang telah disebutkan Allah di dalam Kitab-Nya, lupa terhadap Asma'-Nya, sifat-sifat, perintah, anugerah dan nikmat-nikmat-Nya. Ini semua sebagai akibat berpaling dari Kitab Allah. Dengan kata lain, 
"Siapa yang berpaling dari Kitab-Ku, tidak mau membacanya, tidak men­dalaminya, tidak memahaminya dan tidak me­ngamalkannya, maka hidup dan kehidupannya akan menjadi sempit dan dia akan senantiasa tersiksa."[12]

Hal ini berbeda dengan orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Kehidupan mereka di dunia merupakan ke­hidupan yang sangat menyenangkan, dan di akhirat mereka mendapat pahala. Allah سبحانه و تعالي berfirman:
"Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepada­nya kehidupan yang baik. Dan, sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerja­kan." (QS. An-Nahl: 97) 
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentu­kan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya, jika kamu berpaling, maka se­sungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat. " (QS. Huud: 3).

"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang ber­iman, bertakwalah kepada Rabb-mu.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah ini adalah luas. Se­sungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)

35.  Dzikir senantiasa menyertai hamba sekalipun dia berada di tempat tidur, di pasar, saat sehat, saat sakit, saat mendapatkan kenikmatan dan kesenangan, saat menderita dan mendapat cobaan, bahkan dzikir itu menyertai hamba pada setiap saat.

36.  Dzikir merupakan cahaya bagi orang yang berdzikir di dunia, cahaya baginya di kuburan, cahaya baginya di tempat kembalinya, meneranginya saat berlalu di atas
 ash-Shirath, dan tidak ada yang bisa menyinari kubur dan hati melainkan hanya dengan berdzikir kepada Allah. Allah سبحانه و تعالي berfirman:
"Dan apakah yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap-gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'aam: 122)

37.  Dzikir   merupakan   pangkal  landasan,  jalan manusia  secara  umum  dan  kecintaan  yang ditebarkan. Siapa  yang dibukakan untuk melaku­kan dzikir, berarti telah dibukakan untuk me­nuju kepada Allah.

38. 
 Di dalam hati ada suatu celah yang sama sekali tidak bisa disumbat kecuali dengan dzikir. Jika dzikir merupakan semboyan hati dan ia juga mengingatkan jalan yang seharusnya ditempuh, maka inilah dzikir yang disebut dengan dzikir yang dapat menutupi celah, sehingga manusia menjadi kaya bukan karena harta, terpandang bukan karena keturunan, disegani bukan karena kekuasaan. Namun, jika ia lalai berdzikir ke­pada Allah, maka keadaannya menjadi sebalik­nya, ia miskin sekalipun hartanya banyak, hina sekalipun memegang kekuasaan dan tidak di­pandang sekalipun keluarganya mapan.

39. 
 Dzikir dapat menghimpun yang bercerai berai dan menceraiberaikan yang terhimpun, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Apa yang bercerai berai dalam hati hamba dapat dihimpun, seperti kehendak dan hasratnya. Siksaan yang paling pedih ialah jika apa yang ada di dalam hatinya itu bercerai berai. Hatinya hidup dan merasakan kenikmatan jika kehendak dan hasrat hatinya berhimpun menjadi satu.

40.  Dzikir menggugah hati dari keadaan yang selalu tidur dan membangunkannya dari keadaan yang selalu mengantuk. Jika hati selalu tidur dan mengantuk, maka ia kehilangan sekian banyak keuntungan, yang berarti akan mengalami kerugian. Jika ia tersadar dan menyadari apa yang lolos dari tangannya selama tidur itu, maka dia akan merasa sangat menyesal, lalu berusaha menghidupkan sisa umurnya dan mencari apa yang lolos dari tangannya. Tidak ada yang bisa membangkitkan dirinya dari keadaannya kecuali dzikir. Sesungguhnya kelalaian itu merupakan tidur yang nyenyak.

41.  Dzikir yang intinya tauhid merupakan sebatang pohon yang membuahkan pengetahuan dan ke­adaan yang dapat dilalui oleh orang-orang yang menuju kepada Allah. Tidak ada cara untuk mendapatkan buahnya kecuali dari pohon dzikir. Jika pohon itu semakin besar dan akar­nya kokoh, maka ia akan banyak menghasil­kan buah.

42.  Orang yang berdzikir (mengingat Allah) se­nantiasa merasa dekat dengan-Nya dan Allah bersamanya. Kebersamaan ini bersifat khusus, bukan kebersamaan karena bersanding, tetapi kebersamaan karena kedekatan, cinta, per­tolongan dan taufiq.[13] Allah سبحانه و تعالي berfirman: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nahl: 128)

"Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 249)
"Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Al-'Ankabuut: 69)
"Janganlah engkau bersedih hati, karena sesungguh­nya Allah beserta kita." (QS. At-Taubah: 40)

Karena kebersamaan ini, orang yang me­lakukan dzikir mendapatkan bagian yang melimpah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits qudsi: "Aku bersama hamba-Ku selagi dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku."[14]

43. 
 Sesungguhnya di dalam hati itu ada kekerasan yang tidak bisa dicairkan kecuali dengan ber-dzikir kepada Allah. Maka, kekerasan hati se­orang hamba harus diobati dengan berdzikir kepada-Nya.

44. 
 Dzikir merupakan penyembuh dan obat penyakit hati. Hati yang sakit hanya bisa disembuhkan dengan berdzikir kepada Allah. Imam Mak-hul berkata: "Mengingat Allah itu merupakan kesembuhan, dan mengingat ma­nusia itu merupakan penyakit."

45.  Dzikir mendatangkan shalawat Allah dan para Malaikat-Nya. Siapa yang mendapatkan shalawat Allah dan para Malaikat, maka dia adalah orang yang sangat beruntung. Allah سبحانه و تعالي
 berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah, dzikir yang se­banyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan Malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkanmu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Mahapenyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS. Al-Ahzab: 41-43). 
Shalawat dari Allah dan para Malaikat-Nya ini merupakan sebab untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.

46.  Dzikir kepada Allah dapat  memudahkan  ke­sulitan  dan  dapat  meringankan beban yang berat. Kesulitan  itu  akan  menjadi  mudah,  tatkala seseorang berdzikir dengan menyebut Nama-Nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi sesuai dengan syari'at, maka yang berat dan yang sulit akan menjadi ringan dan mudah.

47. 
 Dzikir kepada Allah menyingkirkan segala ketakutan di dalam hati sehingga mendatang­kan perasaan aman bagi hati. Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi orang yang takut kecuali dengan berdzikir kepada Allah, maka akan hilang ketakutan itu.

48.  Sesungguhnya dzikir kepada Allah akan mem­berikan kekuatan bagi orang yang berdzikir, sehingga seakan-akan dengan dzikir itu dia mampu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang berat tanpa disangka-sangkanya.
Rasulullah صلي الله عليه وسلم pernah mengajari puterinya, Fathimah, dan 'Ali bin Abi Thalib agar mereka bertasbih sebanyak 33 kali pada saat malam tatkala beranjak tidur, bertahmid sebanyak 33 kali dan bertakbir sebanyak 34 kali, tepat­nya ketika Fathimah meminta seorang pem­bantu untuk membantu pekerjaannya dan mengadukan pekerjaannya yang berat, karena harus menjalankan alat penggiling dan melaksanakan berbagai macam pekerjaan rumah tangga. Dan Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: "Yang demikian itu lebih baik bagi kalian berdua dari­pada seorang hamba/pelayan."[15]

49.  Dzikir  adalah  pangkal syukur.   Orang  yang   tidak   berdzikir   adalah  orang  yang  tidak bersyukur kepada Allah. Dzikir dan syukur ada­lah paduan kebahagiaan dan kejayaan. Allah سبحانه و تعالي menghimpun antara dzikir dan syukur dalam firman-Nya:

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."(QS. Al-Baqarah: 152).

50.  Termasuk dzikir kepada Allah;  melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan me­laksanakan hukum-hukum-Nya.[16]
 Wallaahu a'lam.


Referensi

 [1] Ma'rifat diperoleh dengan cara:
Belajar al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman Sahabat رضي الله عنهم
Mengamalkan yang wajib, sunnah dan menjauhkan yang dilarang.
Ikhlas dalam beramal.
Ittiba' kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم
Selalu berdzikir kepada Allah سبحانه و تعالي.
[2] HR. Ahmad V/639, at-Tirmidzi no. 3377.
[3]
 HR. Muslim no. 2699 dan selainnya.
[4]
 Di antara contoh kalimat yang ringan di lidah dan berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allah سبحانه و تعالي yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ
 "Mahasuci Allah, aku memuji-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung." (Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 6404 dan Muslim no. 2694).
[5]
 Lihat Silsilah al-Ahaadiits asb-Sbahiihah no. 105. Di dalam riwayat Imam Muslim, perkataan yang dicintai oleh Allah itu empat: "Subhanallah, Alhamdulillaah, Laa Ilaaha illallaah, Allaahu Akbar."
[6]
 Lihat Shahiih al-Adzkaar oleh Syaikh Salim bin 'led al-Hilali 1/90 no. 34
[7]
 Lihat Shahiih al-Adzkaar oleh Syaikh Salim bin 'led al-Hilali 1/90 no. 35.
[8]
 HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari VI/338 no.3293 dan XI/201 no. 6403, Muslim dalam Syarh Muslim XVH/16-17. HR. Muslim no. 2695 (32), at-Tirmidzi no. 3597
[9]
 HR. Muslim no. 2695 (32),at- Tirmizi no.3597
[10]
 Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3389 dan selainnya. Hadits hasan, lihat Shahiih al-Waabilish Shayyib hal. 88-89.
[11]
 HR. At-Tirmidzi no. 3429, Ibnu Majah no. 2235, Ahmad  I/4 dan yang lainnya. Hadits hasan, lihat takhrijnya dalamShahiih al-Waabilish Shayyib hal. 250-256
[12]
 Shahiih al-Waabilish Shayyib hal. 91
[13]
 Ma'iyyah adalah satu sifat dari sifat-sifat Allah, dan ma'iyyah ini ada dua:
     1.
 Ma'iyyah khusus, yaitu kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya yang kita tidak tahu tentang kaifiyat(bagaimana)nya kecuali Allah, seperti sifat-sifat-Nya. Dan ma'iyyah ini mengandung makna bahwa Allah me­liputi hamba-Nya yang dicintai, menolongnya, mem­berikan taufiq, menjaganya dari kebinasaan dan lainnya.
     2.
 Ma'iyyah umum yaitu kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya, di mana Allah mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan Allah tahu semua keadaan mereka, tindak-tanduk mereka yang lahir maupun yang bathin, dan yang seperti ini tidak mesti Allah itu bersatu dengan hamba-Nya, karena Allah tidak bisa di-qiyaskan dengan makhluk-Nya. Dan tingginya Allah di atas makhluk-Nya tidak menafikan kebersamaan Allah dengan hamba-hamba-Nya, berbeda dengan makhluk, karena keberadaan makhluk itu di satu tempat (arah), mesti ia tidak tahu tentang tempat (arah) yang lainnya. Dan Allah tidak sama dengan sesuatu pun karena kesempurnaan ilmu dan kekuasaan-Nya.
(Ta'liq atas
 at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 45 oleh Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz رحمه الله)
[14]
 HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari XIII/417, Ibnu majah no. 3792, Ahmad II/540, al-Hakim I/496 dan Ibnu Hibban no. 2316, shahih
[15]
 HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari VII/71, Muslim dalam Syarh Muslim XVII/45
[16]
 Diringkas dengan sedikit perubahan dari kitab Shabiih d-Waabilish Shayyib mind Kdimith Thayyib, hal. 82-155. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Syaikh Salim bin 'led al-Hilali, cet. III Daar Ibnil Jauzi 1416 H.


http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Friday, September 11, 2015



Pada prinsipnya, zikir sangat dianjurkan pada saat apa saja dan dengan lafazh apa saja. Tidak peduli panas, hujan, mendung, atau terik, zikir tetap disarankan. Tidak ada ketentuan bahwa zikir mesti diperbanyak saat saluran rezeki tersumbat atau kredit macet. Demikian juga di waktu senang. Singkatnya lidah tidak boleh kering dari zikir di mana saja dan kapan saja. 

Tetapi memang ada kalanya Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk melazimkan suatu amal. Sementara Rasulullah SAW sendiri menyebutkan buah dari amal tersebut atau tidak menyebutkannya sama sekali.

Berikut ini merupakan amalan yang dianjurkan Rasul SAW kepada sejumlah sahabatnya dengan faidah melonggarkan saluran-saluran rezeki. Demikian disebutkan Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in.

وردت عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث صحيحة كثيرة، أمر بها بعض أصحابه لتوسعة الرزق، وقال بعض العارفين: وهي مجربة لبسط الرزق الظاهر والباطن، وهي هذه: لا إله إلا الله الملك الحق المبين، كل يوم مئة مرة. سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم، أستغفر الله، كل يوم مئة مرة. واستحسن كثير من الأشياخ أن تكون بين سنة الصبح والفريضة، فإن فاتت في ذلك فبعد صلاة الصبح وقبل طلوع الشمس، وإن فاتت في ذلك فعند الزوال. فلا ينبغي للعبد أن يخلي يومه عنها. 

Tersebut dalam banyak hadits sahih sebuah riwayat di mana Nabi Muhammad SAW memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamalkan bacaan ini demi memperlapang rezeki. Sebagian ‘arifin mengatakan, amalan ini teruji dalam melapangkan rezeki lahir maupun batin. Bacaan yang dimaksud ialah “La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin” setiap hari 100 kali. “Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim” setiap hari 100 kali. Banyak guru besar menganggap baik melazimkan bacaan ini saat di antara sembahyang sunah Subuh dan sembahyang Subuh. Kalau kesempatan itu luput, maka bacalah setelah Subuh hingga sebelum fajar menyingsing. Bila di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari gelincir (penanda Zhuhur). Singkatnya, kalau bisa jangan sampai setiap orang mengarungi hari-harinya tanpa bacaan ini.

Rezeki yang dimaksud di atas mencakup rezeki lahir maupun batin. Artinya, tidak ada salahnya kalau bacaan ini diamalkan oleh para murid yang cenderung bebal menerima pelajaran atau mereka yang sulit mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Yang jelas, amalan ini menambah pahala yang bersangkutan.

“La ilaha illallah. Almalikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” 

merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. Siapa membacanya, akan mendapat pahala yang besar. Demikian keterangan Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya "Kitab Sifat Dua Puluh" dengan bahasa Arab Melayu. Wallahu A ‘lam.

Sumber : NU Online

Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah SWT dalam mengamalkannya,,,Amin.
http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Diantara kewajiban seorang muslim adalah mengingat dan menempatkan Allah swt  sebagai sandaran hidupnya. Manusia dapat mengingat Allah swt di mana saja dan kapan saja selama ia masih berada di atas bumi-Nya. Banyak sekali ekspresi manusia dalam mengingat Allah; menangis, berdiam diri, menyanyi, menari, dan berkata-kata.
Sebagai mana difirmankan dalam al-Baqarah ayat 152:

“ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu.”

Dalam konteks ini seorang muslimim tidak pernah lepas dari tiga hal yaitu doa (permintaan kepada Allah), zikir yaitu segala gerak gerik dan aktivitas yang berobsesitaqarrub kepada Allah. Termasuk juga zikir adalah me lafadz kan kata-kata tertentu. Dan wirid (bacaan tertentu untuk mendapatkan ‘aliran’ dari Allah).
Yang dimaksud dengan aliran di sini adalah aliran rahmat Allah swt yang sampai pada seorang muslim dalam berbagai bentuknya. Sehingga rahmat itu akan menuntunnya menghindar dari masalah yang akut. Baik masalah bersifat dunia maupun akhirat. Imam Ghazali pernah berkata bahwa diantara hal yang medorong keberhasilanku meraih kebahagiaan dan terlepas dari kesusahan adalah bacaan wirid sebagai berikut:


No
Hari
Banyaknya
Bacaan Wirid
1
Jum’at
1000 X
يا الله
Ya Allah
2
Sabtu
1000 X
لا اله إلا الله 
La ilaha illallah
3
Ahad
1000 X
يا حي يا قيوم 
Ya Hayyu Ya Qayyum
4
Senin
1000 X
لاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم 
La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim
5
Selasa
1000 X
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله صحبه وسلم
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wasallim
6
Rabu
1000 X
استغفر الله العظيم
Astaghfirullahal adhim
7
Kamis
1000 X
سبحان الله العظيم وبحمده
Subhanallahil adhim wa bihamdih


Itulah wirid Imam Ghazali yang dibaca sesuai ketentuan harinya. Masing-masing dibaca sebanyak seribu kali. Hal yang harus diperhatikan di sini adalah penentuan hitungan hari. Misalkan hari jum’at dihitung sedari waktu shalat asar pada hari kamis hingga waktu ashar hari jum’at. Karena itu pada malam jum’at (kamis malam) hingga siang hari Jum’at  bacaannya adalah ya Allah 1000x. Dan demikian seterusnya.

Semoga bermanfaat dan diberikan kemampuan untuk mengamalkannya.

Sumber : NU Online




http://wanskawani.blogspot.com/ KAWANI MEDIA
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Waktu Adzan

Pilih Artikel

Arsip Lain

Followers

Translite

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
By : Kawani

Sponsor

Random Post

Al-Qur'an

Al-Qur'an Online

Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

Shalat Tepat Waktu

Kalender Hijriyah




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Popular Posts

iphone

Space Ad

Template Presentasi Skripsi Powerpoint 250x250

Ingin Berlangganan Post Terbaru

Subscribe via Email